19 Rabiul-Awal 1443  |  Senin 25 Oktober 2021

basmalah.png

Uskup Belanda Ramai-Ramai Hancurkan Bukti Pelecehan Seks

http://4.bp.blogspot.com/_6gXDFDHmxzU/SokYAYBjgbI/AAAAAAAAARk/ipj7v0E4ASA/s320/Cardinal+07+with+Pope.jpgUskup-uskup Belanda menghancurkan bukti-bukti keterlibatan para rohaniwan gereja dalam kasus pelecehan seksual. Arsip rahasia di keuskupan Den Bosch, yang menunjukkan bahwa para pendeta telah melakukan aksi bejat tersebut, dihancurkan.

Keterangan tersebut ditulis oleh sejarawan Eric Theloosen dan disampaikan ke Komisi Deetman pada bulan September lalu. Namun, komisi yang menyelidiki kasus pelecehan seks terhadap anak-anak oleh rohaniwan gereja tidak meresponnya.

Theloosen memeriksa arsip keuskupan Den Bosch pada tahun 1990-an, Radio Netherlands dan harian NRC Handelsblad mendapatkan salinan pernyataannya. RNW memuat pernyataan tersebut pada 17/12/2010.

Dalam pernyataan Theloosen disebutkan bahwa Uskup Jan Blyussen dari Den Bosch menghancurkan dokumen-dokumen tentang kasus pelecehan seksual yang terjadi selama tahun 1970-an. Dokumen dikumpulkan ke dalam arsip oleh pendahulunya, Monsinyur Wilhelmus Marinus Bekkers. Pada tahun 1990-an, sekali lagi keuskupan Den Bosch membuat arsip para pendeta sesat. Arsip yang dikumpulkan Uskup Jan ter Schure pun lenyap.

Blyussen, 84 tahun, dan penanggung jawab arsip pada masa itu Jan Peijnenburg, kini 75 tahun, kepada NRC Handelsblad mengakui bahwa arsip-arsip rahasia tersebut dihancurkan.

"Deetman dipersilahkan datang, tapi dia tidak akan mendapatkan apapun. Dan di dalam arsip dia tidak akan menemukan apa-apa," kata Peinjburg.

Bluyssen sendiri mengakui telah membuang arsip-arsip rahasia yang dibuat pendahulunya. "Itu sudah lewat, kasusnya sudah selesai. Tidak pernah terpikir oleh saya bahwa seseroang mungkin akan menanyakannya. Tapi, tidak banyak yang menarik di dalamnya, itu kenapa saya pikir bisa dibuang."

Blyussen mengatakan tidak ingin membicarakan masalah tersebut dengan Deetman. "Saya tidak akan memenuhi permintaan itu. Saya tidak tahu banyak tentang masalah tersebut."

Awal tahun ini Komisi Deetman meminta akses atas arsip-arsip para uskup Belanda dan para pimpinannya. Akses itu diberikan. Namun ditinjau dari pernyataan Theloosen, kelihatan bahwa arsip-arsip rahasia gereja tersebut sengaja dimusnahkan.

Sejarawan gereja Peter Nissen dari Universitas Radboud, Nijmegen, terkejut mendengar bahwa dokumen-dokumen itu dimusnahkan  secara sistematis oleh gereja. Dia yakin bahwa arsip serupa di gereja lainnya juga diperlakukan sama.

Kini Komisi Deetman tinggal menanggung penyesalan, karena sebelumnya tidak merespon informasi yang diberikan Theloosen. Komisi itu mengatakan, sekarang mereka telah menanggapi sejarawan tersebut dan akan memasukkan pernyataan yang dibuatnya ke dalam penyelidikan mereka.

di/rnw/hidayatullah.com