20 Safar 1443  |  Selasa 28 September 2021

basmalah.png

Uskup Tuding Yahudi di Balik Bencana Yunani

http://theologhia.files.wordpress.com/2010/12/metropolitan-seraphim-of-piraeus.jpgSeorang uskup Yunani mendapatkan kritikan tajam dari kelompok-kelompok Yahudi, pemerintahan Yunani, serta sejumlah agamawan karena menyebut bencana keuangan yang melanda Yunani disebabkan oleh konspirasi para bankir Yahudi, ia juga menyebut Holocaust adalah karangan Zionis.

Pada hari Kamis (23/12), ia mengeluarkan pernyataan yang berisi bantahan bahwa dirinya anti-Semit, namun ia juga menyatakan bahwa Zionisme adalah ajaran setan.

Dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun televisi Yunani, Senin lalu, uskup yang dikenal dengan sebutan Seraphim, Metropolitan dari Piraeus, tersebut mengatakan, "Yahudi mengontrol sistem perbankan internasional."

Mencampurkan Freemason dengan para bankir Yahudi seperti Baron Rothschild serta Zionisme dunia, ia mengatakan bahwa ada konspirasi untuk memperbudak Yunani dan Kristen Ortodoks. Ia juga menuding Zionisme internasional berusaha menghancurkan kesatuan keluarga dengan cara mempromosikan keluarga dengan orang tua tunggal dan pernikahan sesama jenis.

Saat program tersebut memasuki menit ke-13, sang pembawa acara bertanya kepada sang uskup, "Mengapa Anda tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan Hitler? Jika mereka (Yahudi) memang melakukan semua ini, tidakkah dia (Hitler) benar dengan membakar mereka?"

Sang uskup menjawab, "Adolf Hitler adalah alat dari Zionisme dunia dan mendapatkan sokongan dana dari keluarga Rothschild yang ternama itu demi tujuan tunggal, yakni meyakinkan kaum Yahudi agar meninggalkan pantai-pantai Eropa kemudian pergi ke Israel untuk mendirikan sebuah kekaisaran baru."

Ia juga mengatakan, "Yahudi seperti Rockefeller, Rothschild, dan Soros mengendalikan sistem perbankan internasional yang mengendalikan globalisasi."

Tak pelak, komentar itu mengundang reaksi keras komunitas Yahudi setempat. Benjamin Albala, presiden komunitas Yahudi Athena mengatakan, "Setelah menonton dan mendengar tayangan itu, saya merasa jijik mendengar Metropolit dari Piraeus mengucapkan hal semacam itu yang menentang Zionisme dunia serta tanpa  tahu malu mengatakan bahwa tindakan Hitler dilakukan dengan bantuan para bankir Yahudi."

Menanggapi kemarahan yang timbul akibat pernyataannya, sang pemuka agama menyampaikan pernyataan dalam bahasa Yunani di situs internetnya. Di dalam pernyataan itu, ia tetap mempertahankan teori-teorinya dan menyebut diri sebagai kawan kaum Yahudi, namun musuh dari Zionisme, demikian dilansir sebuah surat kabar Yunani, To Vima.

"Mengenai kekhawatiran dari Kongres Yahudi Eropa terkait wawancara saya dengan stasiun televisi Mega pada 20 Desember lalu, saya akan mengatakan beberapa hal," kata uskup itu.

"Hal-hal yang saya ucapkan saat saya tampil di acara televisi murni pandangan serta pendapat pribadi saya yang telah berulang kali saya kemukakan secara lisan maupun tertulis," tambahnya.

"Saya menghormati, menyanhung, dan mencintai orang-orang Yahudi, sama seperti orang-orang lain di dunia berdasarkan ajaran perwujudan ‘putra Tuhan’ dan Mesias, juru selamat dan sang penebus, Yesus Kristus, yang sudah diwartakan oleh para nabi dan terlahir di kalangan bangsa Yahudi," tambahnya.

"Tentangan saya terhadap Zionisme internasional merujuk pada lembaga yang merupakan penerus dari ‘Sanhedrin’, yang memengaruhi keyakinan para pendahulu, para nabi serta bangsa Yahudi melalui Talmud, tulisan para rabbi, serta Kabbalah dan mendorongnya pada ajaran setan, serta selalu berusaha mendirikan kekaisaran ekonomi di seluruh penjuru dunia dengan markas besar di atas Atlantik untuk menciptakan pemerintahan dan agama tunggal," katanya.

Sang uskup menambahkan, "Seperti halnya orang waras di muka bumi ini, saya menganggap rezim Nazi dan diktator paranoid Adolf Hitler adalah penjahat mengerikan. Saya menentang Holocaust dan tindak genosida lainnya. Selain itu, bangsa Yunani juga bersedih atas ribuan orang martir yang tewas akibat kekejaman Nazi."

dn/tl/jp/suaramedia.com