pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Terkuak, Gambar Hitler di Gereja Prancis

http://1.bp.blogspot.com/_nLZ9HPETNZI/Sgj9j3BfVcI/AAAAAAAAAZQ/0NeMeKjvTgE/s320/adolf_hitler.jpgLukisan diktator Nazi, Adolf Hitler, menghiasi sebuah gereja di Prancis. Tentu saja bukan sebagai malaikat, mantan penguasa Jerman itu digambarkan sebagai Raja Herodotus yang haus darah.

Gambar Hitler dibuat di atas kaca patri di Gereja St. Jacques di Montgeron, selatan Paris, saat puncak pendudukan Nazi. Karya luar biasa ini  terkuak baru-baru ini dan luput dari perhatian selama 70 tahun.

Baru awal bulan ini, gambar itu diketahui oleh jurnalis dan dibenarkan otoritas gereja. Untung saja, jika diketahui 1941 saat Hitler masih berkuasa, itu bakal berarti hukuman mati bagi pembuatnya. Saat itu tentara Nazi, Third Reich menyisir Prancis. Apapun yang dianggap menyerang dan menghina Sang Fuhrer akan dihancurkan dengan brutal.

Dalam lukisan dari kaca berwarna-warni itu, Hitler digambarkan sedang mengangkat pedang, bersiap memenggal Santo Jacques atau St. James yang berlutut, berdoa, dan bersiap menjemput ajal. Santo ini merepresentasikan orang Yahudi.

"Figur itu memang Hitler, tapi kumisnya disembunyikan di balik lengannya, untuk menghindari masalah serius," kata pemimpin gereja, Pastur Dominique Guerin, seperti dimuat Daily Mail, 16 Januari 2010.

Kaca jendela tersebut saat ini dipandang sebagai simbol perlawanan Prancis selama masa pendudukan pada 1940 hingga 1944. "Selama bertahun-tahun, hanya sedikit orang yang memperhatikan gambar itu," kata sejarawan lokal, Renaud Arpin.

"Ketidakpedulian ini bisa dimengerti--jika orang-orang sadar keberadaan lukisan itu selama masa perang, tentu saja akan menimbulkan masalah besar."

Jendela itu dibuat oleh pasangan seniman bersaudara yang dijuluki 'Maumejean'--seniman besar pembuat kaca yang karya-karyanya menghiasi banyak gereja di Prancis. "Mereka sering memasukkan isu politik dalam konteks historis. Ini adalah pesan harapan dan resistensi saat pendudukan," kata Arpin. (umi)

Elin Yunita Kristanti/VIVAnews