2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

6 Alasan Kenapa Mitos dan Dunia Mistik Masih Berkembang

6 Alasan Kenapa Mitos dan Dunia Mistik Masih Berkembang


Fiqhislam.com - Dunia mistis dan mitos seolah sudah terlanjur dan menjadi bagian dari kehidupan negeri ini. Banyak hal yang terkait dunia mistis selalu menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, mistik diartikan sebagai hal gaib yang tidak terjangkau oleh akal manusia biasa. Sedangkan kata mistis adalah bentuk kata sifat dari mistik. Cerita-cerita mistis seringkali dirangkum dan terkandung cerita mitos di dalamnya yang dituturkan oleh sekelompok masyarakat tertentu yang kemudian diturunkan dari generasi ke generasi.

Pada era modern setelah ditemukannya mesin cetak, cerita mitos dan mistis ini kemudian dirangkum dalam bentuk tulisan sehingga membuat suatu mitos dikenal lebih luas bukan hanya di tempat asal kelahiran mitos tertentu. Dari sini banyak mitologi suatu daerah yang kemudian mulai dikenal bahkan dikembangkan menjadi kisah, cerita, tulisan hingga masuk industri yang lebih maju sealur zaman. Ia bisa menjadi ciri khas dan penanda sebuah daerah.

Mitologi atau legenda Malinkundang misalnya, kemudian menjadi begitu populer hingga difilmkan. Seorang peneliti mitologi dari Perancis, Roland Barthes (1972), dalam bukunya yang berjudul Mithologies, mendefinisikan mitos sebagai “myth is associated with classical fables about spirits, gods, and heroes.” Artinya adalah mitos merupakan cerita klasik yang berisi tentang roh, Tuhan atau Dewa, dan pahlawan.

Jadi beragam kisah mengenai dunia roh, dewa, Tuhan dan cerita kepahlawanan yang menumpas kejahatan seringkali diciptakan dengan maksud menjadi media pembelajaran dan bisa diambl hikmahnya oleh generasi berikutnya. Ada makna dan pesan yang sengaja dimunculkan lewat kisah, agar terus diingat dan mudah dimengerti. Kisah mistis dan mitos ini pada gilirannya menjadi bagian dari produk kebudayaan sebuah masyarakat.

Di bawah ini adalah beberapa alasan dan tujuan diciptakannya mitos dan dunia mistis yang kemudian membudaya dalam sebuah masyarakat, antara lain adalah:
1) Untuk menjelaskan alam, sosial, budaya dan fakta-fakta alam melalui cerita-cerita yang telah terjadi di masa lalu.

2) Mereka mencoba untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh orang-orang, seperti, dari mana dunia berasal (kosmogoni)? Siapa atau apa penyebabnya (theogoni)? Apa tujuan hidup? Mengapa makhluk hidup mati? dan pertanyaan sejenis ini lainnya.

3) Kadang-kadang mitos juga mencoba untuk menjelaskan penyebab kebiasaan dan praktek-praktek tertentu atau bagaimana nama tertentu atau kejadian tertentu terjadi.

4) Fungsi lain dari mitos adalah untuk membenarkan dan mengesahkan praktik ritual dan pemujaan atau perayaan.

5) Mitos juga memainkan peran yang berwibawa dengan menawarkan ajaran-ajaran tentang asal-usul dunia, akhir dunia dan lain-lain.

6) Di masyarakat tradisional, mitos memiliki nilai pendidikan, itu digunakan untuk memperkenalkan atau penekanan pada nilai moral tertentu yang selayaknya dijunjung, atau sebaliknya nilai yang harus dihindari dan dijauhi.

Upaya menanamkan suatu ajaran ini memang ada dan terjadi di setiap masyarakat. Tak hanya monopoli dunia timur, tetapi Barat pun hingga bangsa yang sudah modern pun, tak jarang masih memiliki kisah, legenda, mitos dan cerita mistis lainnya yang sengaja atau tidak sengaja masih lestari hingga sekarang.

today.co.id