30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Kakek Tua : “Aku Rindu Pak Karno….”

http://igambar.com/p/v55yuPeluh bercucuran di sekujur badannya, merah padam wajah tersengat panasnya matahari, pemandangan itu aku dapati ketika aku berjalan di tepi persawahan di kampungku, ku saksikan seorang petani yang sudah lanjut usia berjuang sisa tenaga yang dia miliki demi mempertahankan kelangsungan hidup keluarganya.

Seketika itu juga aku menghampiri petani tua tersebut sambil berbasa- basi menawarkan sebungkus plastik the panas sebagai pelepas dahaga, kehadiranku disambut senyum lugu pak tua dengan mempersilahkan aku untuk bersama rehat disebuah gubug kecil yang selalu di gunakan olehnya untuk berlindung baik dikala panas terik maupun hujan datang.

Selama hampir satu jam bersama Pak tua itu dan aku mendapatkan sejuta petuah bijak serta kearifan sebagai manusia, tapi di sela- sela cerita sang petani tua itu dia mengungkapkan kesedihan hati melihat nasibnya dan nasib puluhan juta petani yang senasib dengannya. Beliau mengungkapkan kekecewaannya pada semua pemimpin negeri ini yang tak mampu membawa kesejahteraan untuk petani dan orang kecil lainnya.

Hampir dari seluruh ceritanya banyak menyanjung kepemimpinan pemimpin dahulu seperti Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir dan yang lainnya. Pak tua itu menceritakan betapa “mereka” mendedikasikan hidup mereka untuk Bangsa Indonesia dan Rakyatnya, mereka mempertaruhkan kebebasannya, mempertaruhkan masa depannya bahkan mereka berani mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk Bangsa ini, hal ini sangat bertolak belakang dengan gambaran pemimpin dan pejabat zaman sekarang yang selalu mementingkan diri sendiri dan kelompoknya, menggadaikan Rakyat dan Bangsa menjadi hal biasa. Akupun hanyut dan seketika larut dalam suasana masa lalu yang sangat kental dengan semangat Patriotisme dan Nasionalisme.

Sejenak pak tua itu menitikkan air mata sembari bergumam “Aku Rindu Pak Karno, Aku Rindu Pak Hatta”

yoyoks | kompasiana.com