5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Inilah Isi Buku 'Torat Hamelech' yang Halalkan Darah Non-Yahudi

Inilah Isi Buku 'Torat Hamelech' yang Halalkan Darah Non-YahudiFiqhislam.com - Dalam ajaran Yahudi, ada doktrin populer, Thou Shalt not morder, atau larangan untuk mengambil nyawa orang lain. Namun kini, tafsir mengenai ajaran ini dijelaskan secara panjang lebar dalam buku Torat Hamelech atau The King's Torah;  "Janganlah engkau membunuh dalam ajaran itu hanya berlaku untuk seorang Yahudi yang membunuh Yahudi," tulis Rabbi Yitzhak Shapira dan Yosef Elitzur, para penulis buku.

Buku berformat hardcover motif marmer ini ditulis dengan huruf-huruf timbul warna emas dengan bahasa Ibrani. Buku ini kini beredar luas di toko-toko buku Israel, bahkan mulai 'menyeberang' ke beberapa negara Eropa.

Sekilas, tulis Haaretz, buku ini bak "instruksi manual dari rabi yang menguraikan skenario  untuk membunuh non-Yahudi baik itu bayi, anak-anak, dan orang dewasa."

Non-Yahudi kata mereka, "tak dikasihi oleh alam" dan serangan pada mereka "mengekang kecenderungan mereka yang jahat,". Mengapa bayi dan anak-anak non-Yahudi juga harus dibunuh? Buku ini memberi alasan, "Karena sudah jelas bahwa mereka akan tumbuh untuk menyakiti kita."

Salah satu penulisnya, Elitzur, menulis sebuah artikel dalam sebuah buletin agama satu bulan setelah rilis buku itu mengatakan bahwa "orang-orang Yahudi akan menang dengan kekerasan terhadap orang Arab."

Bagi warga Yahudi Israel, tak ada yang baru dalam buku ini. Di bawah tanah, ajaran tentang halalnya darah non-Yahudi telah beredar luas.

Sebelumnya, Israel telah menangkap rabi pemukim yang mempublikasikan komentar-komentar yang mendukung pembunuhan non-Yahudi. Selain kepala Od Yosef Chai, lembaga penerbit buku itu,Rabi Ido Elba Hebron juga ditahan setelah menulis artikel 26 halaman yang menyatakan itu 'Halal untuk membunuh setiap non-Yahudi, bahkan wanita dan anak-anak."

Namun, "Suasana telah berubah," kata Yair Sheleg, peneliti senior di Institut Demokrasi Israel, yang mengkhususkan diri dalam isu-isu agama dan negara. Sebelumnya pemerintah mengambil sikap lebih keras terhadap publikasi tersebut, katanya, tetapi sekarang, mereka melonggar. "Adalah paradoks, karena ketegangan antara penduduk pemukim umum dan sistem peradilan tinggi Israel sekarang, maka Jaksa Agung berhati-hati untuk tidak meningkatkan ketegangan," katanya.

Maka, Torah Hamelech pun tak diusik...dibiarkan beredar luas hingga hari ini.
[yy/republika.co.id]