15 Syawal 1443  |  Selasa 17 Mei 2022

basmalah.png

Teori Baru Pertanyakan Asal ManusiaSetelah mengetahui moyang manusia modern punah lebih awal dari perkiraan, para ilmuwan mulai mempertanyakan kunci teori evolusi manusia. Seperti apa?

Homo Erectus dianggap sebagai moyang langsung spesies Homo Sapiens. Kedua spesies ini diyakini hidup berdampingan. Homo Erectus bermigrasi keluar Afrika 1,8 juta tahun silam. Sekitar 500.000 tahun silam, spesies ini menghilang dari Afrika dan sebagian besar Asia.

Ilmuwan yakin spesies ini bertahan hidup di Indonesia hingga 35.000 tahun silam. Manusia modern awal sampai di wilayah ini sekitar 40.000 tahun silam dan diyakini hidup berdampingan moyang manusia modern.

Namun hasil riset terbaru menyatakan, asumsi ini salah dan Homo Erectus menghilang jauh sebelum kedatangan Homo Sapiens di Asia. Penggalian baru dan analisa penanggalan menunjukkan, Homo Erectus punah 143 ribu tahun silam, bahkan lebih dari 550.000 tahun.

Jika di sini letak masalahnya, bukti ini jelas menantang hipotesa ‘Keluar dari Afrika’ yang menyatakan manusia modern berevolusi secara penuh di Afrika sebelum beremigrasi ke bagian lain di dunia.

Model ini memprediksi waktu Homo Sapiens dan spesies lebih tua digantikan di luar Afrika. Homo Erectus Indonesia yang sebelumnya ditemukan pun menguatkan teori ini.

Dr Etty Indriati dari Universitas Gadjah Mada mengatakan seperti dikutip dailymail, “Homo Erectus mungkin tak berbagi tempat tinggal dengan manusia modern."

Hipotesa ‘multi regional’ alternatif ini menunjukkan, manusia modern berevolusi dari spesies moyang di Afrika, Asia dan Eropa. Hasil riset ini diterbitkan secara online di jurnal Public Library of Science ONE.

Billy A. Banggawan | inilah.com

 

{mooblock=Terungkap, Moyang Manusia Lebih Mirip Sapi}

Teori Baru Pertanyakan Asal Manusia

Hasil studi antropologi terbaru mengungkapkan, nenek moyang manusia, Paranthropus Boisei, ternyata memiliki perilaku mirip sapi dibanding manusia biasa.

Sebelumnya, terdapat perkiraan,rahang kuat Paranthropus Boisei digunakan untuk makan kacang-kacangan, biji-bijian,dan buah-buahan. Kini, hasil studi terbaru mengindikasikan gigi Paranthropus Boisei digunakan untuk memotong dan memakan rumput dalam jumlah besar.

“Kami tak menduga menemukan primata berkebiasan makan layaknya sapi dalam pohon keluarga nenek moyang manusia,” ungkap Profesor Matt Sponheimer dari University of Colorado Boulderdi Amerika Serikat (AS).

Paranthropus Boisei merupakan bagian garis keturunan saudara manusia yang dikenal sebagai Australopithecines. Fosil Australopithecines berasal dari Etiopia dan diperkirakan berusia tiga juta tahun. Fosil ini juga dikenal sebagai Lucydan diduga merupakan ‘ibu’manusia modern.

Sekitar dua setengah juta tahun silam, Australopithecines terbagi menjadi dua dua kelompok, yakni homo sapiens (awal mula manusia modern) dan jenis Paranhropus yang kemudian punah. Fosil pertama Paranthropus Boisei atau ‘Nutcracker Man’ini ditemukan di Tanzania pada 1959.

{/mooblock}