25 Dzulhijjah 1442  |  Rabu 04 Agustus 2021

basmalah.png

Prediksi Kehidupan Dunia Pada Tahun 2100: Makin Banyak Penduduk, Kota Megapolitan, dan Punahnya Bahasa

Prediksi Kehidupan Dunia Pada Tahun 2100: Makin Banyak Penduduk, Kota Megapolitan, dan Punahnya BahasaFiqhislam.com - Bagaimana situasi dunia ketika mencapai tahun 2100? Salah satu ramalan terkini yang dirilis oleh Business Insider mengungkapkan kondisinya akan jauh lebih masif dari saat ini. Berbagai persoalan mulai dari jumlah penduduk, kekurangan bahan bakar dan bahan pangan melanda dunia. Ramalan yang pesimistis? Tidak juga. Berikut beberapa ramalan tersebut:

1. PBB telah memprediksi jumlah penduduk dunia pada 2100 mencapai 10 miliar orang. Saat ini, jumlah penduduk dunia mencapai tujuh miliar jiwa. Kondisi sekarang menggambarkan dunia yang kekurangan bahan pangan, kemiskinan masih merajalaela, kekurangan sumber daya alam, meningkatnya urbanisasi, dan perubahan cuaca. Apakah dunia akan kocar-kacir pada 2100 ketika penduduknya sudah membengkak? Bisa jadi, apalagi manusia sejauh ini hanya bergantung pada satu planet bumi saja.

2. Pada 2100, desa-desa di dunia secara bertahap akan menghilang. Sebagai gantinya muncul kota-kota kelas menengah dan besar. Bahkan ada beberapa yang menjadi megapolitan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota menjadi hal lazim. Kota dengan jumlah penduduk 20 juta jiwa akan menjadi sangat umum. Beberapa dari kota tersebut sudah bisa dilacak sekarang, seperti: Beijing, New Delhi, Jakarta, Mexico City, Mumbai, Sao Paolo, dan Shanghai.

3. Bahasa-bahasa akan punah. Saat ini diprediksi ada sekitar 7.000 bahasa di seluruh dunia yang digunakan. Namun pada 2100, jumlah bahasa akan berkurang pesat. Kemungkinan bahasa yang bertahan hanya beberapa ratus. Bahasa Inggris bakal tetap menjadi bahasapaling umum digunaka di seluruh dunia.

4. Jumlah penduduk yang berusia uzur akan semakin banyak. Diperkirakan sekitar 22,3 persen penduduk dunia akan berusia sekitar 65 tahun. Penghitungan ini melesat dari prosentase sekarang yang hanya sebanyak 7,6 persen. Dengan demikian, beban kaum muda untuk tetap menampung kaum tua semakin besar.

5. Afrika kini kurang diperhitungkan. Tapi kondisi itu berubah pada 2100. Diperkirakan, salah satu kunci pertumbuhan penduduk datang dari benua hitam itu. Populasi penduduk Afrika yang tahun lalu hanya satu miliar jiwa akan menjadi 3,6 miliar jiwa. Hitung-hitungan kasarnya, bakal ada satu orang AFrika bagi setiap lima orang Eropa. Sementara jumlah penduduk di kawasan lain bakal melambat. Misalnya Amerika Serikat yang sekarang berjumlah 311 juta jiwa penduduk, pada 2100 berjumlah 478 juta jiwa.

republika.co.id