23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Inilah Isi Surat yang Disembunyikan Oleh GKI Yasmin

Fiqhislam.com - Melawan putusan Mahkamah Agung (MA). Itulah yang selalu digembar-gemborkan GKI Yasmin kepada Walikota Bogor.

Inilah Isi Surat yang Disembunyikan Oleh GKI YasminPadahal sebenarnya yang tidak patuh pada putusan MA adalah mereka sendiri. Bahkan mereka tidak jujur karena telah menyembunyikan satu poin penting dalam Surat MA.

Forum Komunikasi Muslim Indonesia (Forkami) pada Jumat (25/11/2011) lalu di dalam situsnya, www.forkami.com, telah menjelaskan perihal ini. Pada Senin (20/2/2012), Forkami mengupload dua lembar surat MA itu ke dalam situsnya.

Menurut Forkami, setelah IMBnya di cabut oleh Walikota Bogor tanggal 11 Maret 2011, GKI Yasmin melayangkan surat bernomor 91/MJ-GKI Bgr/III/2011 kepada MA tanggal 26 Maret 2011. Dalam surat tersebut GKI Yasmin itu memohon agar MA mengeluarkan fatwa atas pencabutan IMB GKI Yasmin. Mereka ingin agar lembaga peradilan tertinggi itu menolak pencabutan IMB GKI Yasmin itu.
 
Tanggal 1 Juni 2011, MA menjawab surat GKI Yasmin itu dengan surat bernomor 45/Td.TUN/VI/2011 dengan perihal Permohonan Fatwa MA. Surat itu ditandatangani oleh Ketua Muda MA Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara Prof. Dr. Paulus E Lotulung, SH. Surat tersebut berisi 5 poin yang intinya:
1) Menjelaskan keinginan GKI Yasmin meminta fatwa.
2) Menguatkan putusan MA tanggal 9 Desember 2011 yang memerintahkan Walikota Bogor membatalkan SK Pembekuan IMB oleh Dinas Tata Kota. Perlu diingat bahwa Walikota sudah menjalankan Putusan MA ini tgl 8 Maret 2011.
3) Kewajiban melaksanakan putusan Pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap a quo;
4) Tentang mekanisme pelaksanaan eksekusi.
5) Apabila GKI merasa dirugikan akibat IMB-nya dicabut Walikota Bogor, maka secara hukum GKI Yasmin dipersilahkan untuk mengajukan upaya hukum gugatan ke pengadilan yang berwenang yudiksinya.

Isi poin ke-5 surat yang ditujukan untuk Pdt Ujang Tanusaputra selaku Ketua Umum Majelis Jemaat Gereja Kristen Indonesia di Jl Pengadilan No 35 itu persisnya sebagai berikut:

5. Bahwa dalam hal saudara merasa dirugikan atas diterbitkannya Surat Keputusan Walikota Bogor Nomor 645.45-137 Tahun 2011 tertanggal 11 Maret 2011 Tentang Pencabutan Keputusan Walikota Bogor Nomor 645.8-372 Tahun 2006 Tentang Izin Mendirikan Bangunan Atas Nama Gereja Kristen Indonesia (GKI)  Pengadilan Bogor Yang Terletak Di Jalan KH abdullah Bin Nuh Nomor 31 Taman Yasmin Keluruahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, maka saudara dapat mengajukan upaya hukum gugatan ke pengadilan yang berwenang yudiksinya.

Menurut Forkami selama ini poin ke-5 di atas itulah yang selalu disembunyikan GKI Yasmin dengan maksud untuk mengelabuhi semua pihak, termasuk Ombudsman RI. "GKI Yasmin selalu mengatakan IMBnya sah oleh Mahkamah Agung. Namun ternyata, MA sendiri sebenarnya malah menantang GKI Yasmin untuk menggugat Walikota jika merasa dirugikan", kata Forkami.

Melalui dua lembar surat kepada GKI Yasmin itu, berarti MA telah mengetahui bahwa putusan MA nomor 127 PK/TUN/2009 tanggal 9 Desember 2010 itu, sudah dilaksanakan Walikota Bogor pada 8 Maret 2011. Karena itu Forkami menduga poin ke-5 surat MA itu sengaja disembunyikan oleh GKI Yasmin. "Jadi,poin 5 dari surat MA tersebut diatas disembunyikan dengan sengaja oleh GKI Yasmin." tulisnya.

Karena itu umat Islam Bogor lantas mempertanyakan, mengapa GKI tidak menggugat Walikota Bogor, jika mereka merasa dirugikan?. Bukankah dulu saat dibekukan IMBnya, GKI menggugat?. Mengapa sekarang saat dicabut IMBnya mereka tidak menggugat?.  Mengapa GKI malah lebih senang ibadah di trotoar?. Mau Ibadah atau mau Demo ? . Itulah serentetan pertanyaan umat Islam Bogor yang selama bertahun-tahun dengan sabar mengawal kasus ini. "Seharusnya GKI taat Hukum...", kata mereka.

Inilah dua lembar surat dari MA yang isinya disembunyikan GKI Yasmin itu:


 

 

Shodiq Ramadhan
 

 

Utusan Khusus Presiden Obama Tanyakan Gereja Yasmin

Fiqhislam.com - Ternyata kabar mengenai GKI Yasmin di Bogor sudah sampai ke Presiden Barrack Obama di White House, Washington, AS.  

Inilah Isi Surat yang Disembunyikan Oleh GKI YasminHal itu menunjukkan Pimpinan Gerombolan GKI Yasmin memang sengaja menginternasionalisasi kasus yang sebenarnya hanya level lokal Kota Bogor tersebut.

Terbukti Utusan Khususnya untuk Dunia Islam (Special Envoy for Islamic World), Rashad Hussein, ketika berkunjung ke Kementerian Agama dan ditemui Menteri Agama Suryadharma Ali, diantaranya menanyakan kasus Gereja Ilegal tersebut.

“Memang  ketika tadi bertemu saya, Utusan Khusus Presiden AS Barrack Obama untuk Dunia Islam, Mr Rashad Hussein, sempat menanyakan mengenai kasus Gereja Yasmin di Bogor,” ungkap Menag Suryadharma Ali, Senin (20/2) di Kemenag, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut Suryadharma Ali didampingi Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, sementara Rashad Hussein didampingi Dubes AS Scot A Marciel dan Political Officer US Embassy, Eric Jordan. 

Kepada Rashad Hussein, Suryadharma Ali menjelaskan persoalan GKI Yasmin adalah masalah perijinan mendirikan bangunan, bukan masalah keagamaan apalagi tempat ibadah.     

“Saya menjelaskan bahwa itu bukan persoalan agama, bukan juga persoalan antar umat beragama, tapi itu persoalan izin mendirikan bangunan. Sedangkdan izin mendirikan bangunan berlaku untuk semua jenis gedung, apakah itu untuk gedung sekolah, gedung bisnis, termasuk rumah ibadah,” ujarnya.

Menurut Suryadharma Ali, peraturan di Indonesia untuk pembangunan rumah ibadah harus mendapat izin dari tetangga yang berada di sekitar rumah ibadah yang akan dibangun. Jika tidak maka tidak bisa dibangun.

“Jadi selama izin tidak diberikan oleh tetangga sekitarnya, maka selama itu pula izin tidak bisa diberikan pemerintah untuk membangun rumah ibadah tersebut,” jelas Menag Suryadharma Ali. Dikatakannya, izin untuk membangun rumah ibadah itu dikeluarkan oleh Walikota atau Bupati, bukan Menteri Agama.

Mengenai tanggapan Rashad Hussein, Menag Suryadharma Ali mengakui Utusan Khusus Presiden Obama yang beragama Islam dan ayahnya berasal dari India itu merasa puas bahkan cemburu mengenai kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia yang berbeda dengan AS.

“Alhamdulillah, Mr Rashad Hussein merasa puas dengan penjelasan saya seperti itu. Bahkan dia merasa cemburu dengan kehidupan beragama di Indonesia yang sangat bagus dan berbeda dengan AS. Saya berharap penjelasan ini nantinya akan langsung diberitahukan langsung kepada Presiden AS Barrack Obama,” ungkapnya.

Abdul Halim