25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Dilansir dari laman CNN.com, Senin (21/10/2019), Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala, Mostafa Waziri mengungkapkan bahwa ini merupakan temuan besar bagi Mesir dalam lebih dari satu abad.

"Ini adalah peti mati pertama yang ditemukan oleh sebuah misi Mesir, setelah bertahun-tahun penggalian arkeologi. Yang terakhir adalah pada tahun 1891," kata Waziri.

"Mereka berisi sisa-sisa mumi pria dan wanita, serta dua anak-anak, yang diyakini berasal dari kelas menengah," imbuh Waziri.

Menteri Barang Purbakala Mesir Khaled El-Enany menggambarkan peti mati berusia 3.000 tahun, yang dimakamkan di Pemakaman Al-Asasi. Mumi sepenuhnya dibungkus kain, jenis kelamin mereka dapat diidentifikasi oleh bentuk tangan di peti mati.

Peti mati yang diukir dengan tangan terbuka berarti mereka perempuan, sedangkan jika tangan mengepal, mereka laki-laki.

Peti mati dihiasi dengan ukiran dan desain yang rumit, termasuk dewa-dewa Mesir, hieroglif dan pemandangan dari Book of the Dead, serangkaian mantra yang memungkinkan jiwa untuk menavigasi kehidupan setelah kematian. Nama orang mati juga diukir pada beberapa peti mati.

Menurut arkeolog Zahi Hawass, menemukan peti mati milik seorang anak adalah kejadian langka.

Menurut Hawass peti mati ini sangat unik karena warnanya yang cerah, yang tetap utuh meskipun peti mati telah terkubur selama ribuan tahun. Ini karena orang Mesir kuno menggunakan warna alami dari batu, seperti batu kapur, ek merah, dan pirus, dicampur dengan putih telur. [yy/okezone]