pustaka.png
basmalah.png


14 Dzulqa'dah 1442  |  Kamis 24 Juni 2021

Uskup Perempuan: Jangan Gunakan 'HE' untuk Tuhan

Uskup Perempuan: Jangan Gunakan 'HE' untuk Tuhan

Fiqhislam.com - Rt Rev Rachel Treweek, uskup perempuan pertama yang bertugas di Gloucester, mengatakan gereja Inggris harus berhenti menggunakan kata he untuk menyebut Tuhan demi melawan kepercayaan yang keliru soal jenis kelamin Yang Maha Kuasa.

"Tuhan menciptakan manusia dalam rupanya. Jika saya diciptakan menurut gambar Tuhan, maka Tuhan tidak harus dilihat sebagai laki-laki," ujar Uskup Treweek usai diperkenalkan Majelis Tinggi sebagai satu dari Parliaments 26 Lords Spiritual.

"Tuhan adalah Tuhan," lanjutnya.

Jika harus memilih apakah menggunakan kata He atau She untuk menyebut Tuhan, Uskup Treweek mengatakan; "Saya lebih suka menggukana kata Tuhan."

Kepada The Observer, Uskup Treweek mengatakan terkadang dia khilaf, tapi selalu mencoba untuk tidak menggunakan He atau She untuk menyebut Tuhan.

Uskup Treweek seolah membangkitkan kembali perdebatan lama di Gereja Inggris soal inklusi dan kesetaraan gender. Namun dia mengatakan; "Saya tidak ingin menyinggung siapa pun, tapi ingin menantang setiap orang yang lembut."

Reverend Dr Miranda Threfall-Holmes, pendeta dari Belmont dan Pittington di Durman dan anggota General-Synod serta wakil ketua Women and the Church, menyambut baik gagasan Uskup Treweek.

"Perdebatan ini sudah berlangsung 20 sampai 30 tahun," katanya kepada The Independent.

"Baru-baru ini kami berkonsentrasi untuk menentukan apakah harus memiliki uskup perempuan dan membuka mata kita tentang Tuhan," lanjutnya.

Para teolog, lanjut Miranda, selalu berpendapat Tuhan itu laki-laki, bukan perempuan. "Kita diciptakan menurut gambar Tuhan, tapi Tuhan tidak memiliki jenis kelamin. Tuhan berada di luar gender," katanya.

Bahasa Inggris hanya mengenal He dan She, dan tidak punya kata ganti non-gender untuk menyebut Tuhan. Swedia punya kata ganti non-gender, sehingga tidak ada ribut-ribut soal dia perempuan dan dia laki-laki untuk menyebut Tuhan.

"Kaga ganti kami dan bahasa kami benar-benar mempercayai apa yang kita percaya," demikian Miranda. [yy/inilah]