18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

Mengenal Sekte Juru Selamat Korsel yang Rekrut Wanita Cantik

Mengenal Sekte Juru Selamat Korsel yang Rekrut Wanita Cantik


Fiqhislam.com - Providence adalah kelompok agama yang didirikan pada 1978 di Korea Selatan (Korsel) oleh Jeong Myeong-seok. Seorang pemimpin yang memproklamirkan diri sebagai Juru Selamat (Mesiah/Imam Mahdi) yang menyebut dirinya sebagai Pastor Joshua, seorang mantan 'Moonie' atau pengikut Gereja Unifikasi yang didirikan almarhum Sun Myung Moon.

Kelompok ini juga punya nama lain termasuk Jesus Morning Star (JMS, yang kebetulan juga merupakan inisial dari sang pendiri); Christian Gospel Mission; dan The Bright Moon Church.

Bermarkas utama di Korea Selatan, Providence mengklaim memiliki 3.000 gereja terafiliasi dan lebih dari 100 ribu pengikut di tempat asal mereka. Kelompok ini juga membanggakan 10 ribu pengikut globalnya dan beroperasi di sejumlah negara lain seperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Afrika Selatan, Jepang dan Taiwan.

Providence didirikan di Australia pada 1997 dan telah memiliki sejumlah cabang di kota-kota besar termasuk Sydney, Melbourne, Adelaide dan Canberra.

Ajaran Providence didasarkan pada 30 pelajaran atau 30 prinsip, yang menyatakan hanya seorang Juru Selamatlah yang bisa membawa seseorang ke surga. Orang yang ingin bergabung ke dalam jamaah Providence harus memelajari 30 prinsip tersebut dan mengakui Jeong adalah sang Juru Selamat.

Seperti kelompok Moonie sebelumnya, Providence merekrut anggota baru dengan metode 'penipuan berkedok surga'. Para perekrut seringkali memikat pengikut baru ke dalam ajaran mereka dengan menawarkan kesempatan pembimbingan, kelas Injil dan melalui partisipasi dalam olahraga yang teroganisir.

Para pengikut perempuan diajarkan mereka adalah pengantin Tuhan dan dengan kata lain, pengantin dari Jeong. Mereka diajarkan pentingnya berpenampilan menarik, berbadan langsing dan berpakaian menarik.

Para perekrut dikenal aktif di sekitar pusat perbelanjaan dan kampus serta disebut menarget para perempuan tinggi, atraktif untuk menjadi pengantijspiritual bagi sang pemimpin. Ketika mereka sudah diinisiasi, anggota baru lalu didorong mempererat ikatan dengan teman dan keluarga serta tinggal di rumah komunal bersama anggota lainnya.

Para anggota perempuan dilaporkan telah didorong berhubungan seksual dengan Jeong demi mempertahankan kemurnian. Di 1999, Jeong dituduh atas tindakan pemerkosaan dan meninggalkan Korea Selatan. Ia lalu didakwa atas berbagai tuduhan pemerkosaan dan di 2009, dihukum 10 tahun penjara. Para pengikutnya mengatakan ia dituduh secara salah.

Ia dijadwalkan mendapat pembebasan bersyarat pada awal 2018.

Obyek seksual

Warga Australia bernama Peter Daley mulai bergabung dengan Providence ketika ia tiba di Korea Selatan untkn mengajar bahasa Inggris di 2003. Ia mengetahui secara langsung cara kerja Providence ketika diundang dalam sebuah acara di markas sekte itu. Apa yang ia saksikan ternyata membuat ia kaget dan terkejut.

"Gereja ini kelihatannya mementingkan para perempuan cantik. Sang pemimpin tak ada di sana tapi saudara laki-lakinya hadir dan dikelilingi sekumpulan perempuan yang terlihat seperti baru saja selesai dari pemotretan majalah. Saya pikir begitu aneh bagi sebuah gereja untuk fokus pada hal itu."

Daley, yang telah dianiaya dan diperkarakan ke pengadilan oleh JMS, berkesimpulan organisasi itu didirikan hanya untuk melayani kebutuhan Jeong sebagai pemerkosa akut. Daley punya sejumlah video yang diproduksi oleh kelompok itu yang mendukung pandangan aneh tersebut.

Dalam satu video, kata Daley, empat atau lima perempuan telanjang terlihat menari dan menyanyikan lirik "Seonsaengnim, kami mencintaimu!". 'Seonsaengnim' artinya guru dalam bahasa Korea. Dalam adegan lain, seorang perempuan terlihat menjilat foto Jeong sebelum menempatkannya di dekat selangkangannya.

Aktif dari balik jeruji

Meski ada di penjara, Jeong tetap berhubungan dengan para jemaahnya. Sejumlah anggota mengatakan betapa foto-foto dari mereka, seringkali dalam balutan gaun pengantin, dikirim ke Jeong di penjara. Anggota lainnya mengaku didorong terbang ke Korea Selatan untuk mengunjunginya.

Pada 2014, salah satu mantan anggota dari sekte itu, yang hanya diidentifikasi sebagai Liz muncul di TV SBS mengatakan ia didorong menulis surat bernada intim kepada Jeong yang akan membalas surat itu.

"Ia akan berkata seperti 'perempuan jauh lebih cantik ketika mereka telanjang' dan bahwa kulit putih saya membuatnya terangsang," kata Liz di SBS. Ia juga mengatakan para anggota berdoa di depan gambar Jeong dan Yesus serta diberi kalung sebagai simbol dedikasi mereka kepada sang pendiri.

Kelompok Providence tak membalas sejumlah pertanyaan yang diajukan ABC. [yy/republika]