22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

Menutupi Kasus Pastur Paedofil, Kardinal Prancis Diinterogasi

Menutupi Kasus Pastur Paedofil, Kardinal Prancis Diinterogasi

Fiqhislam.com - Salah satu pemimpin berpengaruh Gereja Katolik Prancis, Kardinal Philippe Barbarin, diinterogasi polisi. Hal ini terkait tudingan bahwa Barbarin menutup-nutupi praktik kejahatan seksual seorang pastur paedofil.

Seperti dilansir AFP, Kamis (9/6/2016), Barbarin yang menjabat Uskup Lyon sejak tahun 2002, dituding gagal memutasi seorang pastur dari keuskupannya, ketika dirinya menyadari pastur itu pernah mencabuli sejumlah anak laki-laki sekitar 25 tahun lalu. Kardinal merupakan pejabat senior dalam tubuh Gereja Katolik Roma, yang ditunjuk langsung oleh Paus sebagai anggota Dewan Kardinal.

Barbarin menghabiskan waktu selama 10 jam, pada Rabu (8/7) waktu setempat, di unit perlindungan keluarga pada kepolisian setempat. Interogasi Barbarin ini disebut sebagai bagian dari penyelidikan awal. Pemanggilan Barbarin untuk diinterogasi ini telah mengguncang Gereja Katolik Prancis. Kini, jaksa Prancis akan menentukan apakah Barbarin akan dijerat dakwaan pidana atau tidak.

Tahun 2007, Barbarin mengetahui pastur Bernard Preynat pernah mencabuli anak-anak. Preynat baru diadili pada Januari 2016 lalu, setelah salah satu korbannya yang mengaku dicabuli pada tahun 1980-an, menyadari Preynat masih aktif sebagai pastur. Beberapa korban lainnya kemudian ikut muncul ke publik.

Barbarin menyatakan, dirinya segera menggelar rapat setelah mengetahui masa lalu Preynat. Ketika ditanyai Barbarin apakah dirinya pernah melakukan pencabulan lagi sejak tahun 1991, Preynat bersumpah dirinya tidak pernah.

"Anda bisa menyalahkan saya untuk mempercayainya... tapi menutup-nutupi berarti mengetahui dan membiarkannya terjadi," tegas Barbarin, saat membantah dirinya menutup-nutupi kejahatan Preynat.

Jaksa menyatakan, Preynat telah mengaku seluruh perbuatannya. Oleh gereja, Preynat baru dicopot dari tugasnya sebagai pastur pada tahun 2015 lalu.

Ketika laporan pertama terhadap Preynat muncul pada tahun 1980-an, Preynat hanya dinonaktifkan selama beberapa bulan. Para korban Preynat mengaku telah mengajukan laporan terhadap sejumlah pejabat senior keuskupan, termasuk Barbarin.

Mereka menuding para pejabat keuskupan gagal melaporkan maupun mencopot Preynat dari tugasnya, padahal mengetahui dengan jelas masa lalunya. Menanggapi tudingan itu, Barbarin mengakui adanya kesalahan dalam manajemen dan pencalonan pastur tertentu. Sejumlah anggota keuskupan Lyon lainnya telah diinterogasi dan polisi juga telah melakukan penggeledahan di kantor Barbarin.

Interogasi Barbarin ini terjadi selang 4 hari setelah Paus Fransiskus mengeluarkan dekrit yang isinya menyatakan setiap pejabat senior Gereja Katolik yang bersalah atas kelalaian menangani kasus pencabulan anak, kini bias dicopot dari tugas dan jabatannya. [yy/news.detik]

 

Tags: paedofil | uskup | pastur