fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


30 Sya'ban 1442  |  Senin 12 April 2021

Rasulullah Saw Sang Social Entrepreneur

Rasulullah Saw Sang Social Entrepreneur

Fiqhislam.com - Nabi Muhammad adalah sosok multi dimensi yang menjadi teladan untuk umat manusia. Ia menjadi pribadi paripurna yang segenap manusia dapat mencontoh perilakunya. Dalam sejarah perjalanan hidupnya kita bisa mengambil pelajaran untuk perbaikan hidup kita. Dalam konteks kewirausahaan sosial, Rasulullah saw juga adalah seorang Social Entrepreneur.

Ketika Muhammad melihat keadaan sekelilingnya, beliau mera sa kan ada masalah di tengah masyarakatnya. Permasalahan itu me lingkupi banyak segi kehidupan. Dari mulai kerusakan moral, perbudakan, hegemoni politik dan penguasaan ekonomi oleh segelintir ang gota masyarakat, serta kesenjangan kaya dan miskin yang sa ngat melebar. Penyebab utama banyaknya masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakatnya adalah terjadinya pemujaan manusia kepada manusia dan pemujaan manusia kepada benda (materi) yang melahirkan paganisme.

Ketika menyadari adanya perma salahan di tengah masyarakatnya, Muhammad berusaha menemukan ja waban atas masalah tersebut. Mulailah Muhammad berpikir keras dan merenung panjang. Saat jawaban itu belum ditemukan, Muhammad masih terus menca rinya, sampai akhirnya dia menyepi di Gua Hira. Jawaban itu ak hirnya ditemukan melalui datangnya wahyu dari Tuhan. Sebuah jawaban untuk mulai memberikan solusi atas keadaan yang dialami masyarakat di sekitarnya. Solusi ini merupakan sebuah inovasi baru dalam kehidupan masyarakatnya saat itu—sebuah inovasi yang terbimbing oleh petunjuk wahyu Tuhan.

Nabi Muhammad kemudian mulai mengajak orang-orang di se kelilingnya untuk menempuh perubahan. Nabi Muhammad mengajak orang-orang untuk melakukan perbaikan kehidupan. Siang dan ma lam tiada henti Nabi Muhammad melakukan aktivitas untuk meng ajak masyarakatnya. Sedikit demi sedikit masyarakat mulai tertarik de ngan ajakan dari Nabi Muhammad. Ada harapan keindahan kehidupan baru yang dibawakan oleh Nabi Muhammad. Tentu saja tidak sedikit di antara anggota masyarakat yang menolak ajakan Nabi Muhammad, bahkan ada yang menentang dan merintanginya.

Untuk melakukan perubahan di masyarakat tersebut, Nabi Muhammad harus mengorganisasikan aktivitasnya secara baik. Nabi Muhammad harus memobilisasi sumber daya untuk mendukung aktivitas perubahan yang sedang dilakukan. Nabi Muhammad sangat sadar bahwa sebuah tujuan mulia tidak akan mampu dicapai tanpa pengorganisasian dan mobilisasi sumber daya yang unggul. Penge lolaan sumber daya ini meliputi pengelolaan dana, aset non finansial, sumber daya manusia, juga termasuk pengelolaan sumber daya alam. Bergabunglah ber bagai kecakapan sumber daya manusia dalam barisan perbaikan keadaan masyarakat.

Melalui kesungguhan perjuangan yang luar biasa, dibarengi dengan kepiawaian pengelolaan aktivitas yang unggul, serta kepemimpinan yang mempesonakan, dampak perubahan yang dihasilkan oleh Nabi Muhammad mulai terasa. Jumlah orang-orang yang mengikuti langkah Nabi Muhammad semakin banyak. Dukungan sumber daya semakin besar, sebagian pelaku bisnis juga telah menyumbangkan kekayaan dan keuntungan usahanya untuk mendukung gerakan perbaikan kehidupan yang dipimpin oleh Nabi Muhammad. Masyarakat semakin tercerahkan dan mulai meninggalkan aneka masalah yang dulu menggelayuti mereka.

Bahkan dampak perubahan yang dibawakan oleh Nabi Muhammad bukan lagi dalam level kelompok masyarakat atau komunitas, tapi telah sampai pada lingkup bangsa dan negara. Gerakan perbaikan masyarakat ini telah menyebar melewati batas negara dan jazirah, sampai menyebar ke seluruh penjuru dunia. Nabi Muhammad saw telah sukses mela ku kan perbaikan masyarakat, se hing ga gemanya seakan mengguncang setiap sudut muka bumi.
[yy/republika]

Oleh Ahmad Juwaini
Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa