fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Sya'ban 1442  |  Minggu 11 April 2021

Wahai Muhammad SAW, Apa Bukti Kenabianmu?

Wahai Muhammad SAW, Apa Bukti Kenabianmu?

Fiqhislam.com - Diriwayatkan oleh Rabiah bin Ka’ab, bahwasanya permulaan keislaman Abu Bakar menyerupai dengan turunnya wahyu. Yang demikian dikarenakan, ketika Abu Bakar sedang berada di negara Syam dalam rangka berniaga, ia pernah mendapatkan sebuah mimpi yang ia tidak mengerti maknanya, lalu diceritakanlah mimpi tersebut kepada Rahib Buhaira seorang Rahib Nasrani yang telah melihat tanda-tanda akan diutusnya Nabi akhir zaman.

 Setelah mendengar penuturan tentang mimpi yang dialami oleh Abu Bakar, Rahib Buhaira berkata; “Kamu berasal dari mana?”.

“Dari Makkah,” Abu Bakar menjawab.

Rahib Buhaira melanjutkan; “Dari suku apa?”.

“Suku Quraisy”.

“Dalam rangka apa engkau berada di Negeri Syam?”

Abu Bakar menjawab; “Aku sedang dalam rangka berdagang wahai Rahib.”

Mendengar penjelasan dari Abu Bakar, Rahib Buhaira berkata; “Jika mimpimu adalah benar, maka ini adalah alamat akan diutusnya seorang Nabi akhir zaman dari kalangan kaummu, dan engkau akan menjadi kawan yang selalu menyertainya sepanjang hidupnya kelak, juga akan menjadi penggantinya jika ia nanti telah wafat”.

Setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar dari Rahib Buhaira tentang makna mimpi yang dialaminya, Abu Bakar merahasiakan mimpinya tersebut hingga setelah Muhammad shalallahu’alaihi wasallam memproklamirkan tentang kenabiannya, ia segera menemui beliau lalu bertanya;

“Wahai Muhammad, apa bukti atas kenabianmu tersebut?”

Mendengar pertanyaan Abu Bakar tentang kenabiannya, Muhammad shalallahu’alahi wasallam bersabda; “Bukti atas kenabianku adalah mimpi yang engkau alami pada waktu engkau berdagang di Negeri Syam itu wahai Abu Bakar”.

Mendapat jawaban yang demikian, Abu Bakar segera memeluk Nabi shalallahu’alaihi wasallam dan mencium diantara kedua mata beliau sambil berkata; “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwasanya engkau adalah utusan Allah”.

* Disadur dari kitab ar-Riyadl an-Nadlroh fi Manaqib al-Asyroh karya al-Imam Abu Ja’far Ahmad bin Abdullah ath-Thobary rahimahullah 

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد نبي الامي وعلى اله وصحبه اجمعين

Abu Bakar adalah orang ketiga yang memeluk islam setelah Khadijah (Istri Nabi Muhammad) dan Ali ra. (Sepupu Nabi).

yy/nabawia.com