fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Tujuh Wasiat Rasulullah SAW yang Harus Dijalankan

Tujuh Wasiat Rasulullah SAW yang Harus Dijalankan

Fiqhislam.com - Rasulullah berwasiat , cintailah fakir - miskin , berbanyak silaturrahmi , jangan suka meminta - minta dan jangan takut celaan dalam berdakwah.

"Dari Abu Dzar ia berkata ; " Kekasihku ( Rasulullah SAW ) berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: ( 1 ) supaya aku mencintai orang - orang miskin dan dekat dengan mereka, ( 2 ) beliau memerintahku agar aku melihat orang - orang yang di bawahku dan tidak melihat orang yang berada di atasku, ( 3 ) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahim dengan karib kerabat meski mereka berlaku kasar kepadaku, ( 4 ) aku diperintahkan agar memperbanyak ucapan La haula walaa quwwata illa billah, ( 5 ) aku diperintahkan untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, ( 6 ) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, ( 7 ) beliau melarang aku agar aku tidak meminta - minta sesuatu kepada manusia " ( Riwayat Ahmad ).

Meskipun wasiat ini disampaikan kepada Abu Dzar RA , namun hakikatnya ia ditujukan untuk kaum Muslimin secara umum. Sebagaimana metode : ( Al - Khitobu li'umuumil - lafdzi , walaisa min khususil asbab ).

Wasiat Pertama: Mencintai Orang Miskin .

Islam menganjurkan umatnya agar terjadi tawadhu ' ( berendah hati ) terhadap orang - orang miskin , menolong dan membantu kesulitan mereka . Demikianlah yang dicontohkan para sahabat di antaranya Umar bin Khattab ( RA ) yang terkenal sangat peduli tentang rakyat , Khalifah Abu Bakar ( RA ) yang terkenal dengan sifat sangat pemurahnya , Usman bin Affan ( RA ) dengan kedermawanannya .

Cintailah dan kasihanilah orang - orang miskin , sebab hidup mereka serba kekurangan , diabaikan masyarakat dan tidak diperhatikan . Orang yang mencintai fuqara ' dan masakin dari kaum Muslimin , terutama mereka yang mendirikan shalat , dan taat kepada Allah , maka mereka akan dibela Allah Subhanahu wa Ta'ala ( SWT ) di dunia dan pada hari kiamat .

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW , "Barangsiapa yang menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang Muslim , Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat . Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dibebani utang , Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat" ( Riwayat Muslim ).

Juga sabda beliau , "Orang yang membantu kehidupan para janda dan orang - orang miskin bagaikan orang yang jihad fi sabilillah ..... " ( Riwayat Bukhari ) . Dalam riwayat lain seperti mendapatkan pahala shalat dan puasa secara terus menerus .

Wasiat Kedua: Melihat Orang Yang Lebih Rendah Posisinya dalam hal keduniaan

Rasulullah SAW memerintahkan agar kita melihat orang - orang yang berada di bawah kita dalam masalah dunia dan mata pencarian. Tujuannya, tidak lain agar kita selalu bersyukur dengan nikmat Allah yang ada . Selalu qona'ah ( merasa cukup dengan apa yang Allah karuniakan kepada kita ) , tidak serakah ( tamak ) , tidak pula iri atau dengki dengan kenikmatan orang lain.

Memang sudah menjadi lumrah , manusia selalu melihat ke atas dalam hal harta , kedudukan , dan pangkat . Selama manusia hidup ia selalu merasa kurang dan kurang. Baru merasa cukup sementara mulutnya tersumpal tanah kuburan .
"Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang ada di atasmu , karena hal demikian lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu . " ( Riwayat Muttafaqun ' alaihi ) .
Sebaliknya dalam masalah agama , ibadah dan ketakwaan , seharusnya kita melihat orang - orang yang di atas kita , yaitu para Nabi , sahabat , orang - orang yang jujur , para syuhada ' , para ulama ' dan salafus - shalih.

Wasiat Ketiga: Menghubungkan Silaturahim Kepada Kaum Kerabat

Silaturahim adalah ungkapan tentang berbuat baik kepada karib kerabat karena hubungan nasab ( keturunan ) atau karena pernikahan . Yaitu silaturahim kepada kedua orang tua , kakak , adik , dan kerabat . Berbuat baik dan berlemah lembut kepada mereka , menyayangi , memperhatikan dan membantu mereka. Dengan silaturahim, Allah memberikan banyak manfaat .

Diantaranya, menjalankan perintah Allah dan rasul - Nya , dengannya akan menyuburkan sikap saling membantu dan perihatin akan saudara seagama. Silaturahim pula akan memberikan kelapangan rezeki dan umur yang panjang . Sebaliknya bagi yang mengabaikan silaturahim Allah sempitkan hartanya dan tidak memberikan berkah pada umurnya , bahkan Allah tidak memasukkannya ke dalam Surga .

Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir , hendaklah ia menyambungkan silaturahim " ( Riwayat Bukhari ).

Wasiat Keempat: Memperbanyak Ucapan ' La haula walaa quwwata illa billah '
                                         
Rasulullah SAW memerintahkan agar memperbanyak ucapan La haula walaa quwwata illa billah ' agar kita berlepas diri dari merasa tidak mampu . Kita serahkan semuanya kepada Allah . Makna kalimat ini juga sebagai sikap tawakkal , hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada - Nya pula kita memohon pertolongan .

Pada hakikatnya seorang hamba tidak memiliki daya upaya apapun kecuali dengan pertolongan Allah . Seorang penuntut ilmu tidak mampu duduk di majelis ilmu melainkan dengan pertolongan dan kehendak Allah . Demikian juga seorang guru tidak mungkin dapat menyampaikan ilmu yang manfaat kepada muridnya melainkan dengan pertolongan Allah .

Rasulullah SAW bersabda :
"Ya Abdullah bin Qois , maukah aku tunjukkan kepadamu atas perbendaharaan dari perbendaharaan surga ? ( yaitu ) ' La haula walaa quwwata illa billah ' ( Riwayat Muttafaqun 'Alaih ) .

Wasiat Kelima: Berani Mengatakan Kebenaran Meskipun Pahit

Kebanyakan orang sanggup meniadakan kebenaran asalkan hidup senang . Kebenaran dikorbankan demi material dan posisi duniawi . Apabila sesuatu itu sudah jelas sebagai sesuatu yang haram , bid'ah , mungkar , batil , dan syirik , maka jangan sampai kita takut menerangkannya .
Sesungguhnya jihad yang paling utama adalah mengatakan tentang kebenaran ( haq ) kepada pemerintah yang zalim . Bukan dengan cara menyebarkan keaiban mereka di reli , bukan juga dengan mengadakan demonstrasi , dan provokasi .

"Barangsiapa yang ingin menasihati pemerintah , janganlah ia menyatakannya dengan terang - terangan . Hendaklah ia menyatakan secara bijaksana dengan membuat diskusi . Jika pemerintah itu mau mendengar nasihat itu , maka itu yang terbaik . Dan ketika pemerintah itu menolak , maka ia sungguh telah melaksanakan kewajiban amanah yang dibebankan kepadanya " ( Riwayat Ahmad)

Wasiat Keenam: Tidak Takut Celaan Dalam Berdakwah .

Betapa berat resiko dakwah yang Rasulullah SAW dan para sahabat alami . Mereka harus menderita karena mendapat celaan , ejekan , fitnah , boikot . Juga pengejaran , lemparan kotoran , dimusuhi , dikasari , dan dibunuh .
Manusia yang sakit hatinya kadang - kadang tidak mau menerima dengan penjelasan dakwah , maka kader harus sabar menyampaikan dengan ilmu dan hikmah . Jika dai mendapat penolakan dan cercaan janganlah sesekali mundur atau menyerah . Maka para penyeru tauhid , penyeru kebenaran jangan berhenti hanya karena dicerca .

"(Yaitu) orang - orang yang menyampaikan risalah - risalah Allah , mereka takut kepada - Nya dan tidak merasa takut dengan siapapun selain Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan" (Al - Ahzab [ 33 ] : 39) .

Wasiat Ketujuh: Tidak Suka Meminta - minta sesuatu kepada orang lain .

Orang yang dicintai Allah , Rasul dan manusia , adalah mereka yang tidak meminta - minta . Seorang Muslim harus berusaha makan dari hasil jerih payah tangannya sendiri . Seorang Muslim harus berusaha memenuhi hajat hidupnya sendiri dan tidak bisa selalu mengharapkan belas kasihan orang.

"Sungguh , seseorang dari kalian mengambil tali , lalu membawa seikat kayu bakar di punggungnya , kemudian ia menjualnya , sehingga dengannya Allah menjaga kehormatannya . Itu lebih baik baginya daripada meminta - minta kepada manusia . Mereka bisa memberi atau tidak memberi " (Riwayat Bukhari).

yy/nabawia.com