12 Rabiul-Awal 1443  |  Selasa 19 Oktober 2021

basmalah.png

Mengapa Rasulullah Saw Dinamakan Muhammad

istri nabi saw

Fiqhislam.com - Dalam kitabnya yang berjudul an-Nahjah as-Sawiyyah fi al-Asma’ an-Naba wiyyah, Imam as-Suyuthi mengungkapkan rahasi di balik penamaan Rasulullah SAW dengan panggilan Muhammad. Menurut Suyuthi yang lahir di Kairo, 1 Rajab 849 itu, dari sekian nama, Muhammad adalah panggilan yang paling dikenal.

Nama ini diberikan oleh sang kakek, Abdul Muthallib, usai akikah dengan menyembelih satu ekor kambing. Saat ditanya, mengapa cucunya diberi nama Muhammad dan bukan nama nenek moyangnya, sang kakek yang memiliki nama julukan Abu al-Harist itu menjawab, ia ingin cucu kesayangannya itu dipuji oleh Allah di langit dan disegani lalu diteladani umat manusia yang hidup di bumi.

Mengutip perkataan al-Qadhi ‘Iyadh, Suyuthi yang bermazhab Syafii itu mengatakan, kedua nama yakni Muhammad dan Ahmad termasuk salah satu tanda kebesaran Allah sekaligus keistimewaan bagi Rasulullah. Allah berkehendak dan menggunakan kuasa-Nya untuk menjaga kedua nama tersebut. Sebelum Rasulullah lahir, tak ada satu pun orang Arab yang menggunakan nama tersebut.



Hal ini tak lain dimaksudkan untuk menghindari kekacauan dan timbulnya ke raguan terhadap sosok Muhammad, terutama saat pengukuhannya sebagai nabi dan rasul. Bisa dibayang kan bagaimana jadinya jika ke dua nama itu adalah nama yang lumrah atau “pasaran”. Al-Qadhi ‘Iyad menambahkan, pemakaian nama itu muncul tak lama setelah tersiar kabar seorang rasul akan diutus di Tanah Arab. Mereka berharap, dengan memberikan nama tersebut, seorang rasul yang sedang menjadi perbincangan seantero jazirah Arab kala itu, berasal dari kalangan mereka.

Rasulullah Saw Punya Lebih dari 1000 Nama?

Banyaknya nama yang dimiliki seseorang menunjukkan keistimewaan dan kemuliaan orang tersebut. Begitu anggapan yang beredar di kalangan bangsa Arab. Rasulullah SAW yang lahir dan tumbuh di tengah kebudayaan Arab juga memiliki banyak sebutan dan nama.

Sebagian pakar menyebut, nama yang dimiliki Rasulullah sejumlah Asmaul Husna, yaitu 99 nama. Ibn Dihyah menaksir nama-nama tersebut sebanyak 300 buah. Bahkan, ahli lainnya seperti Abu Bakar ibn al-Arabi memprediksi, total nama Rasulullah menembus 1.000 nama. Keseluruhan nama itu antara lain tercantum di Alquran dan hadis-hadis yang tersebar di kitab-kitab referensi utama.

Tak sedikit ulama yang tergugah untuk menelusuri na ma-nama tersebut, salah satunya Jalaluddin As-Suyuthi (849-911 H). Melalui karya bertajuk an-Nahjah as-Sawiyyah fi al-Asma’ an-Nabawiyyah, tokoh bernama lengkap Abdur Rahman bin Abu Bakar bin Muhammad bin Sabiq al-Khudhari As-Suyuthi tersebut, menginventarisasi nama-nama, sifat, dan gelar yang disematkan untuk Rasulullah, baik yang ada di Alquran maupun hadis.

Dalam kitab yang hakikatnya adalah ringkasan karya Suyuthi sebelumnya, ar-Riyadh al-Aniqah fi Asma’ Khair al- Khaliqah itu, ia berhasil mengumpulkan sebanyak 455 nama dan sifat. Ia menyertakan landasan dalil di tiap nama ataupun sifat yang ia sebutkan. Rujukan nama itu ada yang berasal dari Alquran, hadis, syair-syair, dan perkataan para sahabat. Agar memudah kan pembacanya, nama-nama itu disusun berdasarkan urut an huruf hijaiah.

Misalnya saja, kitab yang naskah manuskripnya diperoleh dari Perpustakaan Syekh ‘Arif Hikmat itu menyebut, nama Muhammad terdapat dalam Alquran, antara lain, di surah Ali Imran ayat 144, surah al-Ahzaab ayat 40, dan al-Fath ayat 29.

Nama Muhammad juga disebut di beberapa hadis, antara lain, di riwayat Bukhari dari Abu Hurairah, “Tidakkah kamu heran bagaimana Allah memalingkan dari saya cacian orang-orang Quraisy dan laknat mereka? Mereka mencaci dan melaknat saya (dengan sesuatu) yang sangat tercela dan saya adalah Muhammad.” [yy/republika]