<
pustaka.png
basmalah.png

Kegembiraan Alam Sambut Kelahiran Nabi Muhammad Saw

Kegembiraan Alam Sambut Kelahiran Nabi Muhammad Saw

Fiqhislam.com - Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup para nabi dan rasul dengan kedatangan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad diutus untuk membenarkan dan menyempurnakan agama-agama samawi yang terdahulu. Hal demikian dinyatakan dalam Al Quran salah satunya dalam surah al-Ahzab ayat 40.

Di dalam Al Quran, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan kedatangan sosok Nabi Muhammad sebagai karunia bagi hamba-hamba-Nya, kabar gembira, dan rahmat bagi seluruh alam. Karena itulah, alam pun menyambut dengan gembira akan kelahiran Nabi akhir zaman. Kemuliaan Rasulullah telah tampak sejak sebelum beliau lahir ke dunia.

Dalam buku berjudul “Sirah Nabawiyah” oleh Ibnu Hisyam, saat mengandung Muhammad, Allah telah memberi pesan kepada ibunya, Aminah.

Diriwayatkan Ibnu Sa’ad, bahwa ibunda Muhammad bercerita tentang mimpinya saat mengandung Rasulullah SAW. Ia didatangi seseorang yang berkata, “Engkau sedang mengandung pemimpin umat ini. Jika ia sudah lahir ke bumi, ucapkanlah: ‘Aku memohonkan perlindungan untuknya dengan Dzat Yang Maha Esa dari kejahatan setiap pendengki, lalu berilah nama Muhammad.’ Ketika aku melahirkan, aku melihat ada cahaya yang keluar dari rahimku, sehingga aku bisa melihat istana-istana Bushra di Syam.”

Diriwayatkan, bahwa cahaya itu bersinar hingga ke Istana Busyra. Cahaya itu terlihat seolah anak panah dan pelangi yang dapat terlihat dari kota-kota yang jauh. Adapula yang berpendapat bahwa cahaya itu menerangi seluruh dunia.

Pada saat tengah mengandung Muhammad, Aminah bahkan tidak merasakan berat sebagaimana dialami oleh ibu-ibu hamil pada umumnya. Selanjutnya, ketika Nur Muhammad SAW masuk ke dalam rahim Aminah, Allah SWT memerintahkan malaikat supaya membuka pintu surga dan memberi tahu semua penghuni langit dan bumi tentang berita kelahiran Sang Nabi.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi oleh Fatimah ats-Tsaqafiyyah, bahwa ia menyaksikan detik-detik kelahiran Muhammad SAW. “Ketika itu aku melihat cahaya yang amat terang menyinari seisi rumah tempat beliau dilahirkan. Selain itu, aku pun melihat beberapa bintang bersinar turun mendekat sehingga aku merasa seolah-olah bintang-bintang itu hendak mematuhi diriku.”

Sementara itu, Aminah melihat sendiri bayi Muhammad SAW berbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa. Kemudian, Aminah melihat awan turun menyelimutinya dan juga mendengar sebuah seruan. “Bimbinglah ia mengelilingi Timur dan Barat, supaya mereka tahu, dan dialah yang akan menghapuskan segala perkara syirik.” Setelah itu, awan tersebut lenyap dari pandangan Aminah.

Selain itu, diriwayatkan bahwa pada malam kelahiran Muhammad SAW, bumi berguncang dilanda gempa sehingga berhala-hala yang terpancang di sekitar Ka’bah jatuh bergelimpangan dan berhancuran.

Kakek Nabi Muhammad SAW, Abdul Muthalib bercerita, “Ketika aku sedang berada di Ka’bah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Ka’bah, ‘Telah lahir Nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan menyucikan-Ku dari berhala-berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan kepada Yang Maha Mengetahui’.”

Selain tanda ini, terdapat peristiwa-peristiwa besar di berbagai wilayah yang terjadi menjelang kelahiran Nabi SAW. Sementara setelah beliau lahir, disebutkan bahwa tembakan komet di langit menjadi sering terjadi sebagai tanda bahwa pengetahuan iblis dan jin tentang perkara gaib sudah tamat.

Nabi Muhammad SAW lahir pada Senin, 12 Rabiu’l Awal pada Tahun Gajah di tengah keluarga Bani Hasyim di Makkah. Sebagian ulama berpendapat beliau lahir pada Senin, 9 Rabiul Awal atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 Masehi. [yy/eramuslim]

 

top