14 Rajab 1444  |  Minggu 05 Februari 2023

basmalah.png

Gaya Rasulullah Saw Saat Berbicara di Kesehariannya

Gaya Rasulullah Saw Saat Berbicara di Kesehariannya

Fiqhislam.com - Tidak hanya dikenal dengan akhlaknya yang mulia, Rasulullah SAW juga dianugerahi Allah SWT dengan gaya bertutur yang elok. Beliau dikenal memiliki gaya berbicara yang tidak terlalu cepat namun tidak pula terlalu lambat.

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam Syarah Syama'il Nabi Muhammad menghimpun riwayat biografi yang menjelaskan bagaimana Rasulullah SAW berbicara dalam kehidupan sehari-hari.

"Beliau adalah makhluk Allah yang paling fasih sampai-sampai perkataan beliau mampu memikat hati dan menawan jiwa manusia. Bahkan hal itu diakui sendiri oleh musuh-musuh beliau," tulis Syaikh Abdurrazaq.

Gaya Bicara Rasulullah SAW dalam Sehari-hari

1. Mudah Dipahami

Istri Rasulullah SAW, Aisyah RA, berada di samping Rasulullah SAW juga bertugas untuk menghafal tiap perkataannya yang kemudian menjadi sebuah riwayat hadits. Aisyah mengatakan, gaya berbicara Rasulullah SAW mudah dipahami dan dihafal oleh orang yang mendengarnya.

"Tidaklah Rasulullah SAW berbicara cepat seperti kalian mencerocos. Namun beliau berbicara dengan kata-kata yang jelas dan mendetail, serta mudah dihafal oleh orang yang berada dekat dengan beliau," (HR At Tirmidzi).

Syaikh Abdurrazaq menafsirkan, hadits di atas menjadi bukti sedemikian jelas dan fasihnya Rasulullah SAW dalam bertutur kata. Sebab, hal itu dilakukan beliau dengan tenang dan tidak tergesa-gesa dalam menyampaikan kata-katanya.

2. Mengulang Perkataan 3 Kali

Seringkali, Rasulullah SAW bahkan tidak segan-segan mengulang ucapannya hingga tiga kali agar pendengarnya betul-betul memahami ucapannya. Hal ini diceritakan dari Anas bin Malik RA yang berkata,

"Rasulullah SAW biasa mengulang ucapan beliau sampai tiga kali supaya kata-kata beliau betul-betul dipahami," (HR Bukhari dan At Tirmidzi).

Meski demikian, pengulangan ucapan ini tidak selalu terjadi saat Rasulullah SAW berbicara. Sebaliknya, beliau hanya melakukannya ketika dituntut keadaan untuk memberikan penegasan atau menekankan perhatian pada suatu hal.

3. Berbicara Seperlunya

Rasulullah SAW dikenal oleh orang-orang sekitarnya sebagai sosok yang lebih banyak diam dan berbicara seperlunya. Untuk itu, apa yang disampaikan olehnya selalu dalam kadar yang tepat dan kata-katanya tidak boros maupun tidak tertinggal.

Keterangan ini didasarkan dari riwayat hadits yang dikisahkan Al Hasan bin Ali saat berbincang dengan pamannya. Al Hasan meminta pamannya untuk menggambarkan bagaimana cara Rasulullah SAW berbicara. Pamannya berkata,

"Rasulullah SAW adalah orang yang tiada henti diterpa kesedihan. Beliau selalu berpikir hingga tidak ada waktu lagi bagi beliau untuk beristirahat. Beliau lebih sering diam, tidak berbicara bila tidak ada keperluan". Pamannya melanjutkan, "Beliau memulai dan mengakhiri ucapan dengan menyebut nama Allah. Beliau berbicara dengan kata-kata yang padat namun sarat makna. Perkataannya jelas dan tepat, tidak ada yang boros dan tidak ada yang tidak dipahami," (HR Al Baghdadi).

Paman Al Hasan juga menambahkan dalam hadits di atas, Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang jarang marah maupun berkata kasar. Sebaliknya, amarah beliau biasanya dialihkan dengan memalingkan wajah.

Di samping itu, ada gestur istimewa yang biasa dilakukan Rasulullah SAW saat berbicara. Beliau kerap mengaitkan tangannya atau pun memukulkan telapak tangan dengan bagian dalam ibu jari sebelah kirinya. [yy/rahma harbani/detik]