18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

Tangisan Keluarga dan Sahabat untuk Rasulullah Saw

Tangisan Keluarga dan Sahabat untuk Rasulullah Saw

Fiqhislam.com - Kematian orang yang dicintai atau kesukaran dalam hidup menjadi salah satu alasan seseorang untuk menangis. Sesuatu kondisi yang juga tidak luput dirasakan para keluarga dan sahabat Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya.

Dalam berbagai riwayat dikisahkan banyak sahabat yang menangis untuk orang lain karena wafat atau kesukaran hidup yang dialami orang tersebut. Tercatat ada Abu Bakar hingga Umar mengalami hal ini. Berikut beberapa sahabat dan kerabat Nabi yang diketahui menangis untuk orang lain:

Abu Bakar RA

Sahabat yang paling dikasihi Nabi, Abu Bakar Ash-Shidiq diriwayatkan menangis untuk Rasulullah saat Nabi masih hidup. Hal ini terjadi saat Nabi seakan mengucapkan perpisahan kepada umat Islam.

Kejadian ini terekam dalam sebuah riwayat. Rasulullah SAW duduk di atas mimbar lalu bersabda:

إن عبدًا خيَّره اللهُ بين أن يُؤتِيَه من زهرة الدنيا ما شاء، وبين ما عنده، فاختار ما عنده

"Sesungguhnya ada seorang hamba yang Allah telah ditawarkan kepadanya untuk memilih antara dunia dan apa yang ada di sisi-Nya, lalu hamba tersebut memilih apa yang ada di sisi Allah."

Maka tiba-tiba Abu Bakar menangis lalu berkata, "Kami tebus anda dengan bapak-bapak dan ibu-ibu kami." Kami menjadi heran kepadanya. Orang-orang berkata, "Perhatikanlah orang tua ini. Dan ternyata hamba yang diminta memilih itu adalah Rasulullah, Abu Bakar adalah orang yang paling memahami tentang beliau. Dan kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya manusia yang paling terpercaya di hadapanku dalam persahabatannya dan hartanya adalah Abu Bakar.

Dan seandainya aku boleh mengambil kekasih selain Rabbku, tentulah Abu Bakar orangnya. Akan tetapi yang ada adalah persaudaraan Islam. Sungguh tidak ada satupun pintu di dalam masjid yang tersisa melainkan akan tertutup kecuali pintunya Abu Bakar.” (HR Bukhari).

Fatimah RA

Anak tersayang Rasulullah SAW, Fatimah RA pernah menangis ketika Nabi memberitahu dia tentang kematiannya.

Nabi SAW memanggil Fathimah, putri beliau ketika beliau menderita sakit yang mengantarkannya kepada ajal beliau. Nabi lalu membisikkan sesuatu kepadanya lalu Fathimah menangis. Kemudian beliau memanggilnya lagi dan membisikkan sesuatu lagi lalu dia tertawa.". 'Aisyah RA berkata, "Maka aku pun bertanya kepadanya tentang kejadian itu, Fathimah menjelaskan:

سارَّني فأخْبَرني بموته فبكيْتُ، ثم سارَّني فأخبرني أني أول مَن أتبعُه من أهله فضحِكْتُ

"Nabi SAW membisikkan sesuatu kepadaku dan mengabarkan bahwa beliau akan segera meninggal dunia di tengah sakitnya maka aku menangis karenanya. Kemudian beliau kembali membisikkan sesuatu dan mengabarkan bahwa aku adalah orang pertama dari kalangan ahlu bait beliau yang akan menyusul beliau, maka aku menjadi tertawa karenanya." (HR muttafaqun alaih).

Abdullah bin Abbas

Abdullah bin Abbas RA diketahui menangis karena beratnya rasa sakit yang dialami Rasulullah SAW. Kejadian ini terekam dalam sebuah riwayat yang artinya:

Sa'id bin Jubair mendengar Ibnu 'Abbas RA berkata, "Hari Kamis, apakah hari Kamis?". Kemudian dia menangis hingga air matanya membasahi pasir. Aku bertanya kepadanya Dia berkata, "Wahai 'Abbas, ada apa dengan hari Kamis?" Dia berkata, "Rasulullah SAW bertambah parah sakitnya pada hari Kamis.” (HR Bukhari). [yy/republika]

 

 

Tags: Wafat Nabi