fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

Peristiwa Ramadhan: Meninggalnya Ruqayah, Putri Kedua Rasulullah Saw

Peristiwa Ramadhan: Meninggalnya Ruqayah, Putri Kedua Rasulullah SawFiqhislam.com - Ruqayah merupakan putri kedua Rasulullah bersama Khadijah binti Khuwailid, dia terlahir setelah Zainab dan merupakan kakak dari Ummu Kultsum.

Ruqayah pernah dipinang oleh Utbah bin Abu Lahab, sepupu Rasulullah sebelum Muhammad mendapatkan wahyu dari Allah SWT.

Setelah Allah menjadikan Muhammad nabi dan Rasul, Nabi kemudian meminta Utbah menceraikan Ruqayah. Selain itu perpisahan itu juga permintaan dari Ruqayah sendiri.

Ini karena sebelumnya Abu Lahab yang mendesak untuk membatalkan pernikahan dia dan putranya. Lagipula keduanya setelah menikah belum bercampur satu kamar. Penganiayaan pun terus dilakukan oleh Abu Lahab dan istrinya untuk memenuhi keinginan mereka itu.

Setelah bercerai, Allah kemudian menggantikan suami untuk kedua putrinya dengan suami yang lebih baik. Ruqayah dijodohkan dengan Utsman bin Affan salah seorang sahabat Rasulullah yang telah Allah janjikan surga untuknya.



Setelah pernikahan keduanya, membuat orang Quraisy semakin marah sehingga mereka menambah tekanan kepada Rasulullah. Hal ini kemudian menyebabkan keduanya hijrah ke Habasyah.

Ibnu Hisyam berkata, "Utsman menikahi Ruqayah. Ia pun hijrah ke Habasyah bersamanya. Di sana terlahir seorang putra bernama Abdullah, oleh karena itu Utsman pun diberi gelar Abu Abdullah,".

Tak lama kemudian, tibalah berita gembira bahwa kondisi Mekah sudah aman. Ruqayyah dan Usman pun segera kembali ke Mekah, namun ternyata kondisi yang dilihat tidaklah seperti apa yang didengar.

Pembantaian terhadap umat Muslim justru semakin parah sehingga mereka tidak berani masuk ke Mekah pada siang hari. Alhasil, mereka menunggu hingga malam barulah masuk ke dalam rumah masing-masing.

Ruqayyah pun melepas kerinduan bersama keluarganya. Sayangnya kepulangannya tidak disambut oleh sang ibu karena beliau telah wafat. Ruqayyah pun menangis sejadi-jadinya. Namun Rasulullah berhasil menenangkan Ruqayyah kembali.

Melihat begitu kejamnya penyerangan terhadap kaum Muslim, maka Rasul kembali memerintahkan untuk hijrah ke Madinah.

Setelah itu Ruqayah menjalani hijrah kedua bersama suami ke Madinah. Hijrah keduanya ini, dia merasa lebih bahagia. Namun tak lama dia merasakan kebahagiaan ini, di harus mendapatkan kesedihan karena anaknya yang baru saja menginjak usia setahun meninggal dunia.

Abdullah meninggal karena wajahnya tiba-tiba dipatuk oleh seekor ayam jantan hingga meninggal. Al Biladzri berkata dalam al Ansab, "Ketika Abdullah putra Utsman bin Affan dan Ruqayah meninggal dunia, Rasulullah SAW menggendong jenazahnya di pangkuannya. Kemudian Rasulullah bersabda, " Sesungguhnya Allah menyayangi para hamba-Nya yang berbelas kasih,".

Akibat musibah berat yang dialami Ruqayah ini, dia pun terserang demam yang hebat. Utsman sebagai suami terus mendampingi dan merawatnya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.

Baru beberapa hari Ruqayah sakit, Utsman mendengar panggilan jihad agar berangkat menuju Perang Badar. Ia ingin berangkat untuk mengikuti perang itu.

Tetapi Rasulullah menyuruhnya agar tetap di rumah untuk mengurusi dan merawat istrinya. Ibnu Hisyam berkata, "Utsman bin Affan tidak ikut dalam Perang Badar karena ia harus merawat istrinya, Ruqayah. Rasulullah pun mencatatkan peran Utsman di Badar dengan tindakannya itu. Utsman bertanya kepada Rasulullah, "Apa aku mendapat pahala, wahai Rasulullah? beliau menjawab," Ya kau pun mendapatkan pahalanya perang Badar,"

Semakin lama, penyakit Ruqayah bertambah parah. Dia terus berjuang melawannya. Sementara itu Utsman dengan sabar dan seia tetap berada di sisinya melayani hingga putri Rasulullah ini menghembuskan napas terakhir dalam keadaan ridho dan diridhoi.

Menurut Az Zuhri, Ruqayah meninggal dunia akibat dari penyakit campak. Ketika Ruqayah dimakamkan Zaid membawa berita gembira tentang kemenangan dalam perang Badar. Saat itu Utsman masih berada di makam istrinya dan belum beranjak. 

Ruqayah meninggal dunia pada bulan Ramadhan tahun kedua Hijriyah. Saat meninggal dunia, ayahnya Rasulullah tidak ada disisinya. Maka ketika kembali dari kemenangan Perang Badar dia dan saudaranya Fatimah mengunjungi makamnya. [yy/republika]

Sumber: Perempuan-perempuan Shalihah / Majid bin Khanjar al Bankani