fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Doa Rasulullah Saw untuk Sahabat, dari Lupa Hingga Soal Hujan

Doa Rasulullah Saw untuk Sahabat, dari Lupa Hingga Soal HujanFiqhislam.com - Rasulullah, Muhammad SAW adalah makhluk yang mulia. Karena kemuliannya tersebutlah, doa-doa yang dipanjatkan Rasul, sangat mustajab. Tak jarang, sejumlah sahabat mengadukan kondisi mereka kepada Rasulullah, lalu beliau mendoakan yang terbaik untuk para sahabatnya tersebut.

Dari sekian sahabat Rasul tersebut, ada yang mengadukan kondisi ekonomi, kesehatan, ingin diberikan ilmu yang bermanfaat, dan sejumlah khasiat lainnya. Rasul senantiasi memberikan solusi-solusi jitu yang sangat sarat nuansa transendental spiritual. 

Menurut Syekh Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki al-Hasani, dalam kitab Mafahim Yajib An Tushahhah, rententan kisah tentang permintaan doa kepada Rasul tersebut, dianggap tidak termasuk perbuatan menyekutukan Allah SWT. 

Permintaan doa dan pertolongan antara satu sama lainnya, dalam pandangan Syekh Muhammad, diperbolehkan. Dengan tetap meyakini bahwa, hanya Allah lah yang Mahapengabul doa dan berkuasa atas segala sesuatu. Berikut ini, di antara kisah ihwal permintaan doa dan pertolongan yang diajukan para sahabat ke Rasulullah :

Abu Hurairah Mengadu Kebiasaan Lupa

Kisah ini diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA. Suatu ketika, sosok sahabat yang dikenal sebagai periwayat hadis terbanyak itu, mengadu ke Rasulullah ihwal kebiasaan lupa bila mendengar hadis tertentu. 

Abu Hurairah ingin sekali terbebas dari kebiasaannya tersebut. “Wahai Rasulullah, sungguh aku banyak mendengar hadis dari Engkau, lalu aku (mudah) lupa, saya ingin agar tidak (mudah) lupa.” 

Rasulullah lalu berkata kepada Abu Hurairah,” Bentangkan surbanmu.” Abu Hurairah pun segera membentangkannya. 

Rasul terlihat berdoa menengadahkan kedua tangannya ke atas, lalu meletakkan kedua di atas surban sahabatnya itu. 

“Segera peluk (surbanmu),” titah Rasul. Abu Hurairah pun melakukannya. Dan sejak saat itu, ia tidak pernah sema sekali terserang lupa.

Arab Baduwi Meminta Hujan Turun

Ada banyak teks dalam sirah Nabi SAW yang mengisahkan bagaimana sejumlah sahabat menghadap Rasul dan memohon kepadanya agar Allah berkenan menurunkan hujan. 

Salah satunya, riwayat Bukhari  berikut ini. Suatu ketika, Arab Baduwi menyela di tengah-tengah Rasul menyampaikan khutbah Jumat. 

“Wahai Rasulullah, harta benda binasa, kafilah dagang terputus, berdoalah kepada Allah agar menolong kita.” Rasul pun berdoa dan hujan turun hingga Jumat, pekan berikutnya. 

Si Arab Baduwi itu, lalu mengadu kembali ke Rasulullah. “Wahai Rasul, akibat sering hujan, rumah kami rusak, jalan-jalan terganggu, dan binatang ternak sakit.” Rasul pun berdoa, seketika itu, mendung bergeser dan pergi dari Madinah. 

Muadz Meminta Kesembuhan Lewat Rasulullah

Sewaktu Perang Badar berkecamuk, lengan Muadz bin Amar  bin al-Jamuh, lengannya terkena sayatan pedang Ikrimah bin Abu Jahal. 

Sayatan itu cukup parah, hingga terkelupas dagingnya. Muadz menahan kesakitan. Tetapi dia tetap bertahan dan masih berperang berada di barisan umat Islam. 

Namun, setelah perang selesai, Muadz menghadap Rasulullah, lalu menunjukkan lengannya yang terluka. Lantas apa yang dilakukan Rasul?

Qadi ‘Iyad dalam kitab al-Mawahib menyebutkan, Rasul (sedikit) meludahi lengan yang terluka akibat sayatan itu, dan atas seizin Allah SWT, daging yang sempat terkelupas itu lengket kembali. [yy/republika]