14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Imbalan yang Diminta Rasulullah Saw dari Umatnya

Imbalan yang Diminta Rasulullah Saw dari Umatnya

Fiqhislam.com - Tidak ada manusia yang lebih mencintai manusia lainnya kecuali Rasulullah SAW. Beliau menyayangi umatnya melebihi kasih sayang orang tua kepada anaknya. Bahkan ketika sakaratul mautnya pun, beliau masih memikirkan umatnya. 

Beliau juga berdoa agar umatnya mendapatkan hidayah dan ampunan dari Allah SWT.Bahkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pun menyatakan bahwa setiap umatnya pasti akan masuk surga terkecuali orang-orang yang enggan.  Hal inilah yang menjadi bukti kecintaan Rasulullah SAW terhadap umatnya.

Meskipun kasih sayang Rasulullah SAW tulus, namun ada imbalan yang beliau inginkan dari umatnya. Sebuah imbalan sederhana yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri. Lantas imbalan seperti apa yang diinginkan Rasulullah SAW dari umatnya ? 

Di dalam Al-Qur'an telah disebutkan tentang imbalan yang diminta oleh Rasulullah SAW dengan bentuknya yang bermacam-macam. Diantaranya adalah, 

1. Imbalan berupa kasih sayang dalam kekeluargaan

Dalam surah as-Syura ayat 23 disebutkan bahwa, "Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan". Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."

Rasulullah SAW meminta umatnya untuk berkasih sayang dalam kekeluargaan. Dalam hal ini, Rasulullah SAW menginginkan umatnya untuk berbuat baik dengan kaum kerabatnya. Allah SWT pun sangat menyukai hamba-hamba-Nya yang berbuat baik terhadap sesamanya terlebih kepada karib kerabatnya. 

2. Imbalan berupa mengikuti jalan Allah SWT

Imbalan kedua yang diinginkan Rasulullah SAW dari umatnya adalah mengikuti jalan Allah SWT. Sebab sesungguhnya hal inilah yang paling diinginkan Rasulullah SAW dari umatnya yaitu agar umatnya beriman kepada Allah SWT. 

Sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Furqan ayat 57 bahwa, "Katakanlah, “Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhan-nya.”

Rasulullah SAW diutus kedunia untuk menyempurnakan akhlak manusia, memberikan kabar gembira dan peringatan bagi umat manusia. Dalam surah ini dijelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak meminta imbalan apapun dari umatnya, melainkan beliau hanya menginginkan agar umatnya mengikuti jalan Tuhannya, yaitu Allah SWT. 

Hal inilah yang membuat beliau berjuang sedemikian rupa demi umatnya agar mendapatkan hidayah dan ampunan dari Allah SWT. Beliau bahkan rela dihina, disiksa, dikucilkan dan sebagainya agar umatnya mendapatkan kebaikan. 

Sejatinya kedua imbalan yang diinginkan Rasulullah SAW dari umatnya ini bermanfaat bagi kebaikan manusia itu sendiri. Sebagaimana dalam surah Saba' ayat 47 bahwa,  "Katakanlah (Muhammad), "Imbalan apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Imbalanku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

Dengan demikian, sesungguhnya imbalan yang diharapkan oleh Rasulullah SAW adalah hanya dari Allah SWT. Beliau sama sekali tidak menginginkan apapun dari umatnya selain ketakwaan umatnya kepada Allah SWT agar kelak bisa terhindar dari pedihnya azab api neraka. [yy/Gusnawati Jamaris/viva]