fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Ramadhan 1442  |  Rabu 14 April 2021

INDEKS SHALAT:SEMBAHYANG

 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Malik bin Al-Huwairis r.a, berkata:
Kami datang menemui Rasulullah Saw, pada waktu itu kami masih sama-sama muda dan usia kami tidak banyak perbedaanya.
Kami tinggal bersama Beliau selama dua puluh malam.
Rasulullah Saw adalah seorang yang sangat pemurah dan lembut sekali.
Beliau menyangka bahwa aku sedang berselisih paham dengan keluargaku hingga Beliau bertanya kepadaku keadaan keluarga yang aku tinggalkan.
Maka aku menceritakan kepada Beliau mengenai keluargaku.
Kemudian Beliau bersabda:
'Pulanglah kepada keluargamu dan tinggallah bersama mereka.
Ajarlah mereka dan perintahkanlah mereka apabila tiba waktu Shalat.
Hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan azan dan
Hendaklah orang yang paling tua dari kalangan kalian menjadi imam'
 
HR. Abu Daud melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Yang pertama sekali yang menyebabkan seorang hamba diperhitungkan amalnya adalah Shalatnya.
Bila dia menyempurnakannya (tidak ada masalah terhadap yang lain).
Bila tidak menyempurnakannya maka Allah Azza wa Jalla berfirman (kepada Malaikat):
Periksalah, apakah dia melakukan Shalat tathawu` (Shalat sunat) ?, bila dia mengerjakan Shalat tathawu',
Allah berfirman:
Lengkapilah fardhunya (yang tidak sempurna) ini dengan tathawu'-nya.
 
HR. Abu Daud melalui Tamim Ad Daari r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Sesuatu yang pertama-tama menyebabkan seorang hamba besok pada hari kiamat dihisab adalah Shalatnya sendiri,
Jika ia menyempurnakan Shalatnya maka Shalat itu ditulis sebagai Nafilah untuk hamba.
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Abdullah bin Mas'ud r.a
'Apakah amalan yang paling utama?'
Beliau bersabda:
Shalat pada waktunya.
Aku bertanya lagi:
'kemudian apa lagi?'
Beliau bersabda:
'Berbakti kepada kedua orang tua'
Aku bertanya lagi:
'kemudian apa lagi?'
Beliau bersabda:
'Berjuang pada jalan Allah'
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Aisyah r.a, berkata:
Sesungguhnya Nabi Saw pernah mendirikan Shalat dengan memakai pakaian yang bercorak.
Kemudian Beliau bersabda:
'Aku merasa terganggu karena corak yang ada pada baju ini,
bawalah baju ini kepada Abu Jahmin dan ambilkan untukku baju lain'
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a, berkata:
Nabi Saw melintangkan unta Beliau didepan lalu Shalat dengan menghadap kearah unta tersebut.
 
HR. Ibnun Najjar melalui Ibnu Umar r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Shalatlah seperti Shalatnya orang yang pamitan (akan mati), dan
Sembahlah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, apabila engkau tidak melihat-Nya sesungguhnya Allah yang melihatmu,
Berputus asalah dari apa yang ada ditangan orang lain niscaya engkau akan hidup berkecukupan dan
Berhati-hatilah engkau dari hal-hal yang dimaafkan.
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Abdullah bin Zaid r.a
Seorang laki-laki mengajukan pertanyaan kepada Nabi Saw bahwa dia seperti mendapati sesuatu ketika didalam Shalatnya.
Beliau bersabda:
'Dia tidak perlu membatalkan Shalatnya sampai dia terdengar suara atau tercium bau'
 
HR. Bukhari
Rasulullah Saw bersabda:
Luruslah dalam bersujud dan janganlah salah seorang dari kamu membentangkan kedua hastanya seperti anjing membentangkan kaki mukanya.
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah Ibnu Mas'ud r.a, berkata:
Kami mengucapkan salam kepada Rasulullah Saw, pada waktu itu beliau sedang Shalat.
Beliau menjawab salam kami.
Ketika kami kembali dari rumah Najasyi, kami sekali lagi mengucapkan salam kepada Beliau.
Tetapi kali ini Beliau tidak menjawabnya yaitu setelah diturunkan ayat yang melarang dari berbicara sewaktu Shalat.
Lalu kami bertanya:
'Wahai Rasulullah!, bukankah kami pernah mengucapkan salam kepadamu ketika kalian sedang Shalat dan kalian menjawab salam kami ?'
Rasulullah Saw bersabda:
'Sesungguhnya didalam Shalat terdapat kesibukannya tersendiri'
 
HR. Bukhari, Muslim
Rasulullah Saw bersabda:
Seandainya orang lewat dihadapan orang yang sedang Shalat mengetahui akan dosa yang akan ditimpakan atas dirinya niscaya ia lebih senang untuk berdiri selama 40 tahun daripada ia harus lewat dihadapan orang yang sedang Shalat.
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Sesungguhnya Ifrit dari kalangan jin telah datang untuk menggodaku semalam agar Aku lalai ketika Shalat.
Tetapi Allah telah melindungi aku olehnya hingga aku dapat menangkapnya yaitu menjerat lehernya.
Aku mempunyai keinginan untuk mengikatnya disalah satu tiang Masjid hingga waktu pagi supaya kalian semua dapat melihatnya.
Kemudian aku menyebutkan kata-kata saudaraku Nabi Sulaiman a.s:
'Tuhanku!, ampunilah aku, berikanlah kepadaku suatu kekuasaan yang tidak akan dicapai oleh seorangpun setelahku'.
Maka akhirnya Allah melepaskan Ifrit tersebut dalam keadaan rugi, hina dan lemah.
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar r.a, berkata:
Sesungguhnya Rasulullah Saw melihat air liur di dinding yang menghadap ke arah Kiblat lalu Beliau menyapunya.
Kemudian Beliau berpaling kepada para sahabat dan bersabda:
Sewaktu kalian Shalat, kalian janganlah meludah ke depan karena sesungguhnya Allah sedang menghadap ke arah kalian sewaktu kalian Shalat.
 
HR. Hakim
Rasulullah Saw bersabda:
Jarak yang paling dekat seseorang dengan Allah SWT ialah ketika ia sujud maka perbanyaklah doa diwaktu itu.
 
HR. Muslim
Rasulullah Saw bersabda:
Ketahuilah, bahwa kalian akan melihat Tuhan kalian seperti kalian melihat bulan purnama, kalian tidak terhalangi dalam melihat Tuhan.
Bila kalian kuasa hendaklah kalian selalu mengerjakan Shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam.
 
HR. Baihaqi melalui Anas bin Malik r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Barangsiapa lupa suatu Shalat hendaknya ia mengerjakannya bilamana ia ingat.
Tidak ada kifarat baginya kecuali hal tersebut.
Dan dirikanlah Shalat untuk mengingat-Ku.
 
HR. Thabrani
Rasulullah Saw bersabda:
-Shalat di Masjidil Haram pahalanya sama dengan seratus kali
Shalat di Masjidil Nabawi, dan
-Shalat di Masjidku sama dengan seribu kali Shalat, dan
-Shalat di Baitul Maqdis sama pahalanya denga lima ratus kali
Shalat di Masjid-masjid tersebut.
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abu Zar r.a, berkata:
Aku bertanya:
'Wahai Rasulullah!, Masjid manakah yang pertama disahkan atas muka bumi ini?'
Rasulullah menjawab:
Masjidil Haram.
Aku bertanya lagi:
'Setelah itu, Masjid mana pula ?'
Beliau menjawab:
Masjidil Aqsa.
Selanjutnya aku bertanya:
'Berapa lamakah beda waktu diantara keduanya ?'
Beliau menjawab:
Empat puluh tahun, walaupun begitu, dimana saja kalian berada apabila tiba waktu Shalat, dirikanlah Shalat karena disitu juga merupakan Masjid.
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Satu kali Shalat di Masjid-ku ini (Masjid Nabawi) lebih baik daripada seribu kali Shalat ditempat lain kecuali Masjidil Haram.
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Anas r.a, berkata:
Rasulullah Saw pernah mendengar tangisan anak kecil bersama ibunya ketika Beliau sedang Shalat lalu Beliau-pun membaca surat yang sedikit ayatnya atau surat yang pendek.
 
HR. Syaikhan
Rasulullah Saw bersabda:
Apabila Shalat didirikan sedangkan makanan malam telah terhidang maka makan malamlah lebih dahulu.
 
HR. Bukhari, Muslim
Hadits Malik bin Huwairis r.a:
Diriwayatkan oleh Abu Qilabah r.a, berkata:
Dia pernah melihat Malik bin Huwairis Shalat,
-Ia memulainya dengan bertakbir serta mengangkat kedua tangannya
-Apabila dia ingin ruku', dia mengangkat kedua tangannya,
-Begitu juga apabila dia bangkit dari ruku', dia mengangkat kedua tangannya.
Setelah selesai dia menceritakan bahwa itulah cara yang dilakukan oleh Rasulullah Saw
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar r.a, berkata:
Aku lihat Rasulullah Saw apabila memulai Shalat, Beliau mengangkat kedua tangan hingga ke paras bahu.
Begitu juga sebelum ruku' dan bangkit dari ruku'.
Beliau tidak mengangkatnya diantara dua sujud
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a:
Tentang firman Allah:
'Dan janganlah kalian meninggikan suaramu dalam Shalat dan jangan pula memperlahankannya'
Berkata: 'Ayat ini diturunkan ketika Rasulullah Saw sedang bersembunyi di Mekah'
Oleh karena itu apabila Beliau Shalat bersama para sahabat, Beliau meninggikan suaranya sewaktu membaca Al-Qur'an.
Apabila orang-orang musyrik mendengarnya, mereka memaki Al-Qur'an, Dzat yang menurunkannya dan orang yang membacanya.
Maka Allah SWT berfirman kepada Nabi Saw:
'Janganlah kalian meninggikan suaramu didalam Shalatmu hingga orang-orang musyrik mendengar bacaanmu dan jangan pula memperlahankannya hingga sahabatmu tidak mendengarnya. Perdengarkanlah Al-Qur'an kepada mereka tetapi jangan terlalu tinggi, sebaliknya carilah cara yang sederhana diantara keduanya'
Jadi Beliau membaca sederhana antara tinggi dan perlahan.
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Al-Mughirah bin Syukbah r.a:
Bahwa Nabi Saw telah mengerjakan Shalat hingga pecah-pecah telapak kaki Beliau.
Maka Beliau ditanya:
'Mengapa engkau menyusahkan diri dengan ini semua sedangkan Allah telah mengampuni segala kesalahanmu yang telah lalu ataupun yang akan datang'
Beliau menjawab:
'Tidak bisakah aku ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur!'
 
HR. Baihaqi melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Tidak sekali-kali seorang hamba berpaling dalam Shalatnya kecuali Rabb-nya berfirman :
'Kemanakah engkau berpaling hai anak Adam, Aku lebih baik dari hal-hal yang engkau berpaling kepadanya'
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Anas r.a, berkata:
Rasulullah Saw pernah mengerjakan Shalat di bulan Ramadhan.
Sebentar kemudian aku datang lalu ikut berdiri disamping Beliau.
Kemudian datang lagi orang lain dan ikut berdiri disampingku.
Begitulah selanjutnya hingga jumlahnya menjadi satu kumpulan.
Apabila Nabi Saw menyadari kami berada dibelakang, Beliau mempercepat Shalat. Kemudian segera masuk ke rumah untuk meneruskan Shalat. Beliau tidak lagi Shalat bersama kami.
Keesokan harinya kami menanyakankan hal itu kepada Beliau:
'Apakah semalam engkau sengaja memberikan pelajaran kepada kami ?'
Beliau menjawab:
'Betul, itulah sebab yang mendorongku melakukannya'.
Anas berkata: 'Kemudian Rasulullah Saw menyambung Puasa'.
Hal itu terjadi di akhir bulan Ramadhan. Beberapa orang sahabat juga turut menyambung Puasa.
Rasulullah Saw kemudian bersabda:
'Mengapa pula mereka mengikutiku menyambung Puasa sedangkan mereka tidak seperti aku. Demi Allah!, seandainya bulan ini ditambah untukku tentu aku akan terus berpuasa hingga mereka yang memberatkan diri mereka itu berhenti dari memberatkan diri mereka'
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Mu'aiqib r.a, berkata:
Sesungguhnya Nabi Saw telah menyebut mengenai masalah menyapu didalam Masjid yaitu menyapu pasir halus.
Beliau bersabda:
'Sekiranya kalian memang terpaksa melakukannya maka lakukanlah sekali saja'
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Wahai fulan!, mengapa kalian tidak membaguskan Shalatmu ?.
Bukankah seseorang yang Shalat itu akan memperhatikan bagaimana dia Shalat,
Karena sesungguhnya dia Shalat untuk dirinya sendiri.
Demi Allah!, sesungguhnya aku dapat melihat ke belakangku sebagaimana aku melihat didepanku.
 
HR. Ad Duruquthni melalui Ibnu Umar r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Tiadalah bagi orang yang sedang mengerjakan Shalat kecuali disebelah kanan dan kirinya terdapat Malaikat.
Apabila ia menyempurnakan Shalatnya dengan baik maka kedua Malaikat tersebut membawa Shalatnya naik dan
Apabila ternyata ia tidak menyempurnakannya maka kedua Malaikat tersebut memukulkan Shalatnya kemuka orang yang bersangkutan.
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Aisyah r.a
Suatu pagi seorang sahabat mencuci pakaiannya.
Lalu Sayyidatina Aisyah r.a, berkata:
Sepatutnya kalian membasuh sebagiannya saja.
Sekiranya kalian melihat kotorannya, basuhlah tempat kotor tersebut.
Sebaliknya jika tidak kelihatan, cukuplah dengan kalian memercikkan air disekitarnya saja.
Sesungguhnya aku pernah membersihkan air mani yang terdapat pada pakaian Rasulullah Saw selanjutnya Beliau menggunakan pakaian tersebut untuk mendirikan Shalat.
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, berkata:
Rasulullah Saw telah bersabda:
Janganlah seseorang dari kalian mengerjakan Shalat dengan hanya memakai sehelai pakaian dan tidak ada sedikitpun pakaian yang menutupi kedua dua bahunya.
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Umar bin Abu Salamah r.a, berkata:
Aku pernah melihat Rasulullah Saw mengerjakan Shalat dirumah Ummu Salamah secara berselimut yaitu membalut tubuh Beliau dengan sehelai pakaian dan meletakkan kedua ujung kain tersebut diatas bahu Beliau.
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Abdullah bin Mas'ud r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Seandainya terjadi sesuatu sewaktu dalam Shalat maka aku ingin menerangkannya kepada kalian.
Tetapi aku juga manusia biasa yang bisa jadi terlupa sama seperti kalian.
Apabila aku terlupa, peringatkanlah kepadaku.
Apabila kalian merasa ragu ragu ketika Shalat hendaklah kalian berusaha mencari yang benar dan menyempurnakannya jika kurang,
Setelah itu hendaklah kalian melakukan sujud sahwi sebanyak dua kali.
 
HR. Hakim melalui Abu Umamah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
-Bertakwalah kalian pada Allah,
-Dirikanlah Shalat lima waktu,
-Kerjakanlah shaum selama satu bulan,
-Bayarlah zakat harta benda dengan hati yang tulus,
-Taatilah orang yang memerintah urusan kalian
Niscaya Tuhan akan memasukkan kalian kedalam Surga.
 
HR. Ibnu Majah melalui Abu Umamah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Beristiqomah-lah (teguhlah) kalian, sebaik-baik perkara adalah istiqomah.
Sebaik-baik perbuatan adalah Shalat,
Tiada seorangpun yang dapat memelihara wudhu selain orang Mu'min.
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud r.a, berkata:
Seorang laki-laki telah mencium seorang perempuan, lalu laki-laki tersebut datang berjumpa Nabi Saw dan memberitahu kepada Beliau perihal tersebut.
Beliau bersabda:
Lalu diturunkan ayat :
'Dirikanlah Shalat wahai Muhammad (engkau dan umatmu) pada waktu pagi, petang dan sebagian dari waktu malam. Sesungguhnya amalan kebajikan khususnya Shalat akan menghapuskan kejahatan'
Perintah Allah tersebut adalah merupakan peringatan bagi orang yang senantiasa mengingat Allah.
Abdullah berkata: laki-laki tersebut bertanya:
'Apakah ayat ini diturunkan untukku wahai Rasulullah ?'
Beliau bersabda:
'Untuk siapa saja dari kalangan umatku yang melakukannya'
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Dzar r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Tunggulah hingga cuaca redup, tunggulah hingga cuaca redup.
Mungkin juga berkata:
'Tunggu sebentar, tunggu sebentar'
Lalu Beliau bersabda:
'Sesungguhnya panas yang membara itu adalah panas dari api Neraka Jahannam.
Apabila hari sangat panas maka tangguhkanlah Shalat'
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a, berkata:
Kami Shalat bersama Rasulullah Saw pada hari yang sangat panas hingga tidak seorangpun dari kami yang dapat sujud ke bumi karena terlalu panas lalu dia meletakkan bajunya ke tanah dan sujud diatasnya.
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Apabila hari tersangat panas maka tangguhkanlah Shalat karena sesungguhnya panas yang menyengat itu termasuk dari panas api Neraka Jahannam.
 
HR. Bukhari, Muslim
Hadits Aisyah r.a:
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Syaqiq berkata:
Aku bertanya kepada Aisyah:
'Apakah Nabi Saw pernah Shalat dalam keadaan duduk ?'
Aisyah menjawab:
'Ya!, Beliau Shalat sambil duduk, ketika usia Beliau telah lanjut'
 
HR. Baihaqi melalui Anas bin Malik r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Terangilah rumah-rumah kalian dengan Shalat dan bacaan Al-Qur'an.
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Abu Qatadah r.a, berkata:
Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah Shalat sambil menggendong.
Menurut keterangan Abu Al-As bin Rabi', ketika Rasulullah berdiri, Umamah puteri Zainab binti Rasululah Saw yang bapaknya bernama Abi Al-As bin Ar-Rabi' digendong oleh Beliau dan ketika Beliau sujud, Umamah akan diturunkannya.
 
HR. Ad Duruquthni melalui Abu Hurairah r.a
Nabi Saw melarang seseorang memperpanjang Shalatnya atau memperpanjang waktunya bersama dengan wanita kecuali dengan isterinya atau hamba sahaya yang perempuan.
 
HR. Abu Daud melalui Uqbah bin Amir r.a
Rasulullah Saw bersabda: Allah berfirman:
Hendaklah kalian melihat kepada hamba-Ku seorang penggembala.
Ia azan dan mendirikan Shalat dipuncak gunung, ia takut kepada-Ku,
Sungguh Aku telah mengampunkannya dan Aku telah memasukkan dia dalam Surga.
Sesungguhnya azan merupakan satu syiar dari beberapa syiar Islam yang wajib dilestarikan, ikhlas karena Allah ta'ala maka Allah menampakkan wujud-Nya yang jelas ketika manusia merasa sepi.
 
HR. Thabrani melalui Ibnu Abbas r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Barangsiapa yang Shalatnya tidak dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, tiada lain berarti ia makin bertambah jauh dari Allah SWT.
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Mus'ab bin Saad r.a, berkata:
Aku pernah Shalat di sisi ayahku.
Aku rapatkan tangan antara kedua lututku.
Lalu ayahku berkata kepadaku:
'Letakkan kedua telapak tanganmu pada lututmu'
Kemudian aku melakukan hal itu sekali lagi.
Lalu ayah memukul tanganku sambil mengatakan:
'Sesungguhnya kita dilarang dari melakukan ini yaitu meletakkan tangan diantara dua lutut dan kita diperintahkan supaya meletakkan tangan diatas lutut'
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a, berkata:
Sesungguhnya Nabi Saw membaca Al-Qur'an setelah Beliau membaca surat yang ada ayat Sajdah yaitu ayat yang disunatkan sujud, Beliau-pun sujud dan kami juga ikut sujud bersama Rasulullah Saw hingga sebagian oleh kami tidak ada tempat untuk sujud.
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Ubadah bin As Somit r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Tidak sah Shalat orang yang tidak membaca surat Al-Fatihah.
 
HR. Muslim melalui Abu Hurairah r.a
Rasulullah Saw bersabda: Allah berfirman:
Shalat Aku bagi menjadi dua bagian.
Sebagian untuk Aku dan sebagian lagi untuk umatku:
-Segala Puji bagi Allah Tuhan semesta alam,
-Yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang,
-Yang menguasai hari pembalasan.
Ini untuk Aku dan untuk hamba-Ku akan memperoleh apa yang ia minta bila mengucapkan:
-Tunjukanlah kami jalan yang lurus,
-Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat
-Dan bukan jalan orang-orang yang telah Engkau murkai,
-Dan bukan jalan orang-orang yang sesat.
 
HR. Abu Sa'id Ibnu Manshur melalui Abu Ammar r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Apabila seorang hamba berdiri dalam Shalatnya maka ditaburkan diatas kepalanya kebajikan hingga ia ruku',
Apabila ia rukuk maka ia diselimuti oleh rahmat Allah hingga sujud,
Orang yang bersujud berarti ia sedang sujud dihadapan Allah SWT.
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Hurairah r.a
Seorang laki-laki mendirikan Shalat, setelah selesai dia datang memberi salam kepada Rasulullah Saw.
Beliau menjawab salamnya lalu bersabda:
'Shalatlah sekali lagi karena Shalat yang kalian lakukan tadi tidak sah' Laki-laki tersebut kembali mendirikan Shalat sebagaimana yang telah dilakukannya kemudian kembali menemui Rasulullah Saw dengan memberi salam kepada Beliau.
Kemudian Beliau menjawab salam lalu bersabda:
'Shalatlah sekali lagi karena Shalat yang kalian lakukan tadi tidak sah'
Perkara ini terjadi sebanyak tiga kali hingga akhirnya laki-laki tersebut berkata:
'Oleh karena engkau dibangkitkan untuk menyatakan kebenaran, bagaimanakah sebenarnya Shalat dilakukan?, ajarkanlah padaku'.
Lalu Beliau bersabda:
'Apabila kalian ingin mengerjakan Shalat, mulailah dengan bertakbir kemudian bacalah ayat atau surat yang paling senang bagi kalian. Selanjutnya ruku'-lah hingga kalian betul-betul berada dalam keadaan tersebut dan bangkitlah berdiri. Setelah itu sujudlah hingga kalian betul-betul berada dalam keadaan tersebut dan bangkitlah untuk berada dalam keadaan duduk antara dua sujud. Itulah cara yang perlu kalian lakukan hingga selesai Shalat'
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Al-Bara' bin Azib r.a, berkata:
Aku mengamati Shalatku bersama Muhammad Saw.
Maka aku mendapati Beliau berdiri, ruku', bangkit sesudah ruku', sujud, duduk antara dua sujud, sujud lagi serta Beliau duduk antara salam dan selesai Shalat, semuanya hampir sama.
 
HR. Bukhari, Muslim
Diriwayatkan oleh Al Bara' r.a, berkata:
Sesungguhnya mereka yaitu para sahabat Shalat dibelakang Rasulullah Saw.
Maka apabila Beliau mengangkat kepala dari ruku', aku tidak melihat seorangpun yang masih membongkokkan badannya, sampai ketika Rasulullah Saw meletakkan dahi ketempat sujud maka orang-orang yang berada dibelakang Beliau-pun turut sujud.
 
HR. Bukhari, Muslim melalui Abu Musa r.a
Rasulullah Saw bersabda:
Sesungguhnya orang yang paling besar pahalanya ketika menunaikan Shalat ialah orang paling jauh perjalanannya yaitu langkahnya menuju ke Masjid.
Seseorang yang menunggu untuk menunaikan Shalat sampai dia menunaikannya bersama imam, lebih besar pahalanya oleh orang yang menunaikan Shalat kemudian dia terus tidur.
 
HR. Muslim
 
Rasulullah Saw bersabda:
“Barangsiapa mendatangi tukang ramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara, dan dia mempercayainya, maka sholatnya tidak diterima selama empat puluh hari.”