18 Safar 1443  |  Minggu 26 September 2021

basmalah.png

Pengertian Dihapus Dosa

Pengertian Dihapus Dosa

Fiqhislam.com - Istilah menghapus dosa adalah terjemahan bebas dari banyak istilah dari bahasa Arab. Kata menghapus sendiri yang tepat berasal dari kata maha yamhu. Karet penghapus dalam bahasa Arab sering disebut dengan mimhah.

Istilah yamhu yang berarti menghapus biasanya dilekatkan pada apa yang sudah tertulis, sebagaimana pada kalimat menghapus tulisan. Dan Allah SWT juga menggunakan istilah yamhu untuk menjelaskan bahwa di dalam ketentuannnya, ada beberapa yang dihapus-Nya. Perhatikan baik-baik ayat ini:

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkandan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab. (QS Ar-Ra'd: 39)

Kaffara - Yukaffiru

Sedangkan untuk istilah menghapus dosa, yang lebih sering digunakan di Al-Quran bukan kata yamhu, melainkan kaffara-yukaffiru atau azhaba-yuzhibu

Perhatikan ayat-ayat berikut ini:{AF}

Jika kamu menampakkan sedekah, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Baqarah: 271){/AF}{AF}

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar yang menyeru kepada iman, "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu," maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. (QS Ali Imran: 193){/AF}{AF}

Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik. (QS Ali Imran: 195){/AF}{AF}

Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia. (QS An-Nisa': 31){/AF}{AF}

Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. (QS Al-Ankabut: 7){/AF}

Azhaba - Yuzhibu

Sedangkan penggunaan istilah azhaba - yuzhibu bisa kita dapat pada ayat berikut ini:

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.(QS. Huud: 114)

Pengertian menghapus dalam arti men-delete atau sejenisnya, biasanya lebih sering menggunakan kata maha-yamhu. Sedangkan kata kaffara-yukaffiru sesuai dengan makna dasar asli yang berarti menutupi atau mencover, kira-kira dekat sekali dengan penggunaan tip-ex. Di mana tulisan yang salah pada dasarnya masih ada, tapi dilapisi dengan zat tertentu sehingga tertutupi.

Kaffara-yukaffriu juga digunakan dalam bahasa Inggris yaitu cover. Penggunaannya misalnya untuk istilah cover buku, yaitu sampul atau pembungkus buku.

Kaffara juga bisa dibentuk menjadi kata kaffarat, yang artinya tebusan. Istilah kaffarat ini biasa digunakan bila seseorang melakukan pelanggaran, maka denda atau tebusan atas kesalahan itu disebut dengan kaffarat. Maka ungkapan yukaffiru 'anissayyiah bisa diterjemahkan menjadi tebusan atas dosa (penebus dosa).

Sedangkan makna azhaba-yuzhibu berasal dari kata zahaba yazhabu yang artinya pergi. Azhaba adalah bentukan dari zahaba yang artinya membuat sesuatu pergi dari tempatnya. Atau dalam ungkapan lain bisa disebut dengan istilah menghilangkan. Yuzhibu as-sayyiah artinya menghilangkan dosa.

Di hari kiamat manusia akan dibangkitkan untuk diperlihatkan semua amal-amal mereka, baik berupa pahala atau pun berupa dosa. Kemudian setelah semua amal diperiksa, barulah semua ditimbang. Dari sana barulah ketahuan apakah seorang akan masuk surga atau masuk neraka.

Jelas sekali Allah menegaskan hal ini dalam salah satu surat yang sudah pasti kita hafal.

Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. (QS Az-Zalzalah: 6-8)

yy/nabawia.com
Rumah Fiqih Indonesia