30 Dzulqa'dah 1443  |  Kamis 30 Juni 2022

basmalah.png

Keutamaan Surah al-Fatihah

Keutamaan Surah al-Fatihah

Fiqhislam.com - Surah al-Faatihah mempunyai beberapa keutamaan. Diantara keutamaanya adalah sebagai berikut:

1. Surat yang paling agung di dalam Al-Qur’an

Al Bukhari, Abu Dawud, dan an-Nasa’I meriwayatkan dari Abu Sa’id ibnul-Mu’alla, dia berkata,”Pada suatu hari saya sedang shalat di masjid, lalu Rasululllah memanggil saya dan saya tidak menjawab penggilan beliau.

Setelah selesai shalat, saya berkata kepada beliau, panggilan beliau. Setelah selesai shalat, saya berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, tadi saya shlat.’Rasulullah bersabda, ”Bukankah Allah berfirman,’Penuhilah seruan Allah Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu..” (al-Anfaal:24)

Kemudian beliau bersabda, ‘Saya akan mengajarkan kepadamu sebuah surah yang teragung di dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid.

Kemudian beliau menggandeng tangan saya. Ketika beliau ingin keluar dari masjid, saya katakana kepada beliau,”Wahai Rasulullah, bukankah engkau katakana bahwa engkau akan mengajarkan kepadaku surah teragung di dalam Al-Qur’an?

Maka beliau menjawab, ‘(Ia adalah surah), ’Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.’ Ia adalah tujuh ayat yang diulang-ulang (dalam setiap rakaat) dan Al Qur’an yang agung yang diberikan kepada saya.

2. Surah yang paling utama di dalam Al-Qur’an

An-Nasa’I dalam as-Sunan al-Kubra, Ibnu Hibban, al-Hakim, dan al-Baihaqi meriwayatkan dan Anas bin Malik, dia berkata, ”Pada suatu hari Rasulullah dalam perjalanan. Kemudian beliau berhenti dan turun dari tunggangan beliau. Lalu seseorang turun dari tunggangannya juga untuk mendampingi beliau.

Kemudian beliau bersabda, “Maukah engkau saya beritahu surah yang paling utama di dalam Al-Qur’an?”
Lalu beliau membaca “Segala puji  bagi Allah, Tuhan seluruh alam”

3. Surah al-Faatihah adalah munajat antara hamda dan Rabbnya

Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’I, dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. Bersabda, “Barangsiapa melakukan shalat tanpa membaca al-Faatihah, maka shalatnya tidak sempurna.
Beliau mengulangi sabda tersebut sebanyak tiga kali.

Lalu Abu Hurairah ditanya,”Ketika itu kita ikut imam?” Abu Hurairah menjawab, “Jika begitu, bacalah al-Faatihah dengan tidak terdengar oleh orang lain

Nama Lain dari Surah al-Faatihah

Diantara nama lain dari surah al-Faatihah adalah sebagai berikut.

Ummur Kitaab. Penamaan ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan at-Tirmidzi dan dia menshahihkannya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:

Alhamdulillah adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, dan as-Sab’ul Matsaani.

Ash-Shalat. Penamaan ini berdasarkan firman Allah ta’ala dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’I, dan Ibnu Majah dan Abu Hurairah, dari Nabi saw..

Allah ta’ala berfirman, ’Aku membagi shalat menjadi dua; untuk-Ku dan untuk hamba-Ku dan Aku berikan kepada hamba-Ku apa yang dia minta.

Para ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan shalat di sini adalah surah al-Faatihah, karena shalat tidak sempurna tanpa membaca surah al Faatihah.

Asy-Syifaa’. Penamaan ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan ad-Darimi dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Nabi saw. Bersabda, “
Pembuka (Faatihah) Al-Kitab adalah obat bagi semua penyakit.

Ar-Ruqyah. Penamaan ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah bersabda kepada seorang sahabat yang mengobati seseorang yang disengat binatang berbisa dengan membacakan surah al-Faatihah terhadapnya, “Bagaimana engkau tahu bahwa surah al-Faatihah adalah ruqyah (obat)?
[yy/nabawia]

Sumber: Sebab Turunnya Ayat Al-Qur'an, Jalaluddin As-Suyuthi, Gema Insani