22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

Surah Al-Fatihah

Surah Al-FatihahWahai Bani Adam! Aku telah menurunkan kepadamu tujuh ayat: tiga diantaranya untuk-Ku, tiga lagi untukmu. Sedang yang satu untuk kita bersama. Adapun yang tiga untuk-Ku ialah: ”Al-Hamdulillahi Rabbil-’alamin, Ar Rahmanirrahim, Maliki yaumiddin”. yang satu untuk kita bersama ialah: ”Iyyaka na ‘budu wa iyyaka nasta’inu”. Dari pihakmu melakukan ibdah sedang dari pihak-Ku memberikan pertolongan. Adapun yangkhusus untukmu ialah: “Ihdinas-shiratol-mustaqim, shiratal-ladzina an’amta ‘alaihim ghairil-maghdlubi’alaihim wa ladldallina. (HQR Thabarani di dalam al-mu’jamul-Ausath yang bersumber dari Ubay bin Ka’ab r.a.)

Allah SWT. telah memberitahukan kepada kita melalui Nabi saw. bahwa Dia menurunkan tujuh ayat ialah Fatihul- Kitab, yakni suratul Fatihah. Di antara tujuh ayat itu ada tiga yang khusus bagi Allah semata, yaitu berupa pujian yang tidak boleh disekutui hamba-hamba-Nya, barang siapa yang menyekutui-Nya, hamba itu dianggap telah merampas hak khusus-Nya dan dia telah durhaka kepada-Nya.

Sifat puji sanjung hanyalah khusus bagi Allah swt, semata. Hamba-Nya yang ingin dipuji dan disanjung, berarti telah menyekutui Allah dalam sifat itu, yaitu “riya”.  Perbuatan dan amal yang dilakukannya bukan lagi karena Allah.

Alam semesta adalah hak mutlak milik kepunyaan Allah. kalau ada seseorang yang hendak berkuasa penuh pada satu bagian alam ini, berarti telah menyekutui Allah dalam sifat-Nya. Ia durhaka dan akan mendapat kutuk-Nya, cepat atau lambat, spontan dalam dunia ini ataupun di akhirat kelak. Manusia boleh menggunakan hak milik yang di anugrahkan kepadanya menurut bats-batas yang telah di tentukan oleh Agama.

Ar-Rahman adalah nama yang khusus bagi Allah semata, hamban-Nya tidak boleh menyekutukan-Nya dalam nama ini. Kalau ada hamba-Nya bernama atau di namai ar-Rahman, makla orang itu telah durhaka kepada-Nya. Hamba-Nya hanya boleh bernama atau dinamai Abdurrahman.

  • ar-Rahman artinya Dzat yang memberi ni’mat yang besar. di dalamnya terselip arti “rahmah, rahmat belaskasihan”, meliputi segala macam yang dinamakan rahmat yang diberikan kepada seluruh makhluk-Nya. Pemberian rahmat yang demikian itu hanyalah khusus dilakukan oleh Allah SWT, semata. Kepada kita hanya di ijinkan berlaku atau melakukan rahmat antara sesama kita atau dengan makhluk-makhluk lain dalam batas-batas agamanya.
  • Ar-Rahim termasuk juga nama yang khusus bagi Allah semata. Sifat ini menunjukkan belas kasihan yang khas kepada orang-orang Mu’min, firman Allah di dalam al-Qur’an:

,,Dan Allah kepada orang-orang Mu’min benar-benar rahim (kasih sayang)”. (Q.S 33 al-Ahzab:43)

,,Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang Rasul dari antara kalian sendiri. Ia menderita karena penderitaan kalian, ia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, kepada orang-orang Mu’min ia sangat kasih sayang.  (Q.S 9 at-Taubah: 128)

  • Mliki-yaumiddini, ( yang mempunyai hari pembalasan), menunjukkan sifat khusus bagi Allah swt, semata.
  • Iyyaka na’budu wa iyyakanasta’inu

mengandung dua aspek:

>> Di satu pihak bagi hmba Allah, yaitu malakukan ibadah kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya.

>>dan dipihak lainnya Allah SWT. yang berhak menerima ibadah dan memberikan pertolongan.

Melakukan ibadah adalah salah satu kewajiban bagi hamba Allah. Apabila ia tidak melakukan ibadah, berarti ia bukan hamba Allah, dan bukan pula Bani Adam. Natijahnya apabila ia bukan hamba Allah atau bukan Bani Adam, maka ia siapa? oleh karena itu, kalau ingin diakui sebagai hamba Allah SWT. dan sebagai Bani Adam, wajib melakukan ibdah.

Ibadah itu hanya wajib dilakukan kepada Allah SWT semata. Kalau dilakukan kepada selain Allah, maka perbuatan itu dianggap satu persekutuan (Syirik) terhadap Allah, sedang Allah Maha Esa dalam menerima ibadah. Ini artinya hanya Allah sajalah yang berhak menerima Ibadah. Dia-lah satu-satunya yang patut (dan harus) diibadahi.

Adapun Ibadah segala perbuatan manusia yang disukai dan diridlai Allah baik dalam bentuk kata-kata maupun perbuatan, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Mulai dari ucapan Kalimah syahadah sampai kepada iman, dan akhlak, penggunaan lidah, melakukan tugas-tugas hidup pribadi dan keluarga, pekerjaan kemasyarakatan dan negara. Semua itu bagi seorang muslimah adalah ibadah apabila sesuai ketentuan Allah. Adapun yang disebut ibadah khusus) yaitu sholat zakat dan haji.

Tauhid Ibadah ialah:

bahwa Dialah satu-satunya yang berhak kita puji dan ibadahi, dan bahwa seluruh shalat kita, ibadah kita, begitu pula hidup dan mati kita adalah untuk Dia, Allah Rabbul’Alamin.

  • Ihdinas-shirathal mustaqim, yaitu permohonan bimbingan, tuntunan serta taufiq-Nya kepada agama yang haq, yang nyata, jelas tidak ada liku2nya. Dan jalan yang lurus itu ialah islam, yaitu agama yang sebenarnya di sisi Allah SWT.

Sesungguhnya agama (yang diridlai) di sisi Allah hanyalah Agama Islam. (Q.S. 3 Ali’Imran : 19)

Barang siapa yang berusaha menganut agama selain Agama Islam, tidaklah akan diterima daripadanya, dan kelak di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (Q.S. 3 Ali ‘Imran: 85)

Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan untuk kailian ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridlai Islam jadi Agama kalian”. (Q.S. 5 al-Maidah:3)

  • Shirathal-Ladzina an’amta ‘alaihim, (yaitu jalan-jalan orang yang telah engkau beri nikmat kepada mereka) yang dimaksud adalah golongan : para Nabi, para Shiddiqin, para Syuhada dan orang-orang Shalih.
  • Ghairil maqhdubi ‘alaihim waladlallina. ( bukan (jalan) mereka yang di murkai, dan bukan (jalan) mereka yang sesat)

yang dimaksud ialah:

1. Mereka yang telah rusak iradah dan kehendaknya, walaupun sudah tahu yang hak dan benar, tapi menyimpang dan menyeleweng dari ppada-Nya. ( orang2 Yahudi/Bani Israel)

2. Mereka yang kehilangan pengetahuan, sehingga membuta tuli dalam kesesatan, yakni orang2 Nasrani.

,,Wahai Bani Adam! pusatkanlah perhatianmu hanya untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi dadamu dengan kekayaan (ketidak perluan kepada kepada selain-Ku), dan akan Ku-tutup kefakiranmu (KU-penuhi keperluanmu), dan jika engkau tidak lakukan demikian, akan kupenuhi dadamu dengan kebimbangan dan kesibukan dan tidak Ku-tutupi kefakiranmu) (HQR Turmudzi dan Baihaqi yang bersumber dari Abu Hurairah r.a. )

,,Wahai Bani Adam! ingat (dzikir) kepada-Ku satu saat sesudah terbit fajar dan sesudah ‘Ashar, pasti akan Ku-jaga, Ku-cukupkan keperluanmu di antara kedua waktu itu. ( HQR Muslim dalam bab zuhud dan Abu Na’im yang bersumber dari Abu Hurairah r.a.)

,,Apabila hamba-Ku mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, dan apabila ia mendekat kepada-Nya satu hasta. Aku akan mendekat padanya satu depa, dan apabila ia datang pada-Ku berjalan kaki, maka Allah akan mendatanginya dengan segera”.  (HQR. Bukhari yang bersumber dari Anas r.a. dan Abu Hurairah r.a. juga, Abu ‘Awanah dan at-Thabari yang bersumber dari Salman r.a.

cahyaiman.wordpress.com