fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


2 Syawal 1442  |  Jumat 14 Mei 2021

Al-Quran dan Sains (16): Perbedaan Bahasa dan Warna Kulit

Al-Quran dan Sains (16): Perbedaan Bahasa dan Warna KulitFiqhislam.com - Salah satu kelebihan yang dimiliki manusia adalah terdapatnya beragam bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi di antara sesama mereka. Keragaman ini terjadi karena perbedaan lingkungan di mana mereka tinggal.

Di setiap tempat atau wilayah, setiap suku atau bangsa memiliki satu bahasa khusus yang berbeda dengan bahasa suku atau bangsa lainnya di tempat yang lain. Namun struktur bahasa setiap suku atau bangsa sama-sama terdiri dari beberapa kalimat. Di mana setiap kalimat terdiri dari beberapa huruf.

Berkaitan dengan bunyi suara, di dalam otak manusia terdapat pusat syaraf yang berfungsi untuk mengolah bunyi suara yang telah masuk ke dalam otak melalui berbagai jaringan syaraf. Fungsi syaraf ‘bahasa’ di dalam otak ini, bukan saja berfungsi untuk mengenali suara yang diterimanya, tapi juga berfungsi untuk memberikan gambaran hubungan antara bunyi suatu kata dengan maksud dari kata tersebut.

Terdapatnya syaraf di otak yang berfungsi untuk mengeloh kata ini, didukung oleh organ tubuh lainnya, yaitu lidah atau lisan yang berfungsi untuk membentuk dan mengucapkan berbagai rangkaian kalimat yang berasal dari gabungan beberapa huruf sesuai bahasa masing-masing suku atau bangsa.

Dan jika otot yang terdapat pada lidah seseorang mengalami kerusakan, maka ia akan kehilangan kemampuan untuk mengeluarkan atau mengucapkan kata-kata, meskipun pusat syarat yang berhubungan dengan bahasa di otaknya berfungsi normal.

Tentang lisan ini, sebagian orang berkeyakinan bahwa struktur lidah yang dimiliki semua orang memiliki kesamaan. Padahal kenyataannya, sesuai dengan penelitian ilmiah yang dilakukan tidaklah demikian. Karena intonasi suara yang dimiliki setiap orang berbeda-beda sebagai akibat dari perbedaan gen masing-masing yang berpengaruh kepada struktur organ tubuhnya dan fungsi yang dimilikinya.

Demikianlah perbedaan bentuk lisan atau bahasa di antara manusia. Selain perbedaan ini, di antara manusia, terdapat juga perbedaan warna kulit tubuh. Sebagaimana yang terlihat, di antara kita ada yang memiliki warna kulit putih, hitam, cokelat, kuning, merah dan lain sebagainya.

Dan tentunya hal ini bukan merupakan suatu kebetulan yang terjadi begitu saja secara otomatis. Akan tetapi di balik itu terdapat suatu ‘rahasia biologis’ tertentu, yang didasarkan pada dasar keturunan setiap orang. Karena bagi setiap sifat keturunan terdapat gen tertentu yang berhubungan dengannya. Dengan adanya gen ini, sifat keturunan akan terlihat. Sebaliknya apabila gen tidak ada, sifat keturunan itu tidak terlihat.

Sifat yang dimiliki seseorang yang didasarkan atas keturunan, memiliki banyak gen, dan bukan satu gen saja. Di antara gen ini harus terjadi suatu proses yang saling dukung-mendukung, sehingga satu sifat tertentu yang akan diwariskan kepada seseorang akan terbukti secara sempurna. Karena apabila salah satu gen tidak berfungsi dengan gen yang lainnya, maka sifat keturunan ini akan hilang. Hubungan antara berbagai gen ini dalam bentuk ini, kita sebut sebagai hubungan yang saling melengkapi (takaamul).

Selain hubungan yang saling melengkapi ini, di antara berbagai gen juga terdapat hubungan dalam bentuk lain, yaitu hubungan akumulatif (menumpuk, taraakum). Di mana gabungan antara berapa gen dapat menguatkan sifat keturunan yang didasarkan atas gen-gen tersebut. Dan dengan berkurangnya beberapa gen, sifat keturunan yang didasarkan atas gen-gen ini akan tampil tidak sempurna.

Termasuk dalam bentuk kedua ini, adalah perbedaan yang terjadi pada warna kulit. Di mana warna kulit seseorang karena perpaduan antara gen yang berbentuk akumulatif, bisa berbeda dengan warna kulit orang tuanya. Misalnya, orang yang memiliki warna kulit coklat, ketika ia menikah dengan orang yang memiliki warna kulit lainnya, baik hitam, putih, merah atau yang lainnya, bisa menghasilkan keturunan yang memiliki warna kulit lain yang tidak sama dengan warna kulit orang tuanya.

Kesimpulan ilmiah yang berkaitan dengan perbedaan bahasa dan warna kulit ini, serta rahasia di balik itu, belum diketahui oleh kebanyakan orang, kecuali setelah adanya kemajuan dalam bidang anatomi tubuh dan fungsi genetika.

Padalah kalau kita kembalikan kepada al-Quran, semenjak 14 abad yang lalu, Alquran telah memberikan petunjuknya dalam surah Aar-Ruum ayat 22. Allah SWT berfirman: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui."

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Republika.co.id
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Alquran dan Sunnah