<
pustaka.png
basmalah.png

Al-Quran dan Sains (57): Benarkah Hewan Kecil Kutu Memengaruhi Evolusi Manusia?

Al Quran dan Sains (57): Benarkah Hewan Kecil Kutu Memengaruhi Evolusi Manusia?

Fiqhislam.com - Al Quran dan sains mengungkap fakta-fakta tentang hewan kecil kutu serta evolusi manusia. Selama ini kutu dianggap sebagai salah satu serangga yang mengganggu kehidupan manusia.

Namun di dalam kitab suci Al Quran, kutu dikaitkan dengan musibah yang menimpa bangsa Mesir sebagai bentuk mukjizat yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan kepada Nabi Musa Alaihissallam.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلَاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

"Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa." (QS Al A'raf: 133)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa serangan topan, belalang, kutu, dan katak memorak-morandakan penduduk Mesir saat itu. Allah Subhanahu wa Ta'ala juga mengubah air menjadi darah.

Dilansir buku "Tafsir Ilmi Mengenai Hewan Jilid Pertama dalam Perspektif Al Quran dan Sains (2016)", dijelaskan bahwa kutu merujuk pada kelompok hewan Artropoda yang berukuran kecil, bahkan sangat kecil.

Adapun jenisnya sendiri beragam macam seperti kutu badan, kutu rambut, kutu busuk, hingga kutu pubis.

Hubungan antara kutu dan manusia sangat erat. Bahkan, kemunculan jenis-jenis kutu ini dapat dikaitkan dengan evolusi manusia dalam berpakaian. Hal itu didasarkan pada penelitian bahwa kutu menetap pada inangnya dalam periode evolusi panjang.

Kutu tidak dapat hidup tanpa adanya manusia yang memakai pakaian, termasuk pakaian dari kulit atau berbahan katun. Panas tubuh manusia menjadi salah satu unsur habitat dari kutu dan darah sebagai makanannya.

Gigitan kutu dapat mudah diidentifikasi seperti munculnya rasa gatal yang terus-menerus, luka pada kulit akibat garukan, dan timbulnya infeksi pada kulit berupa bercak merah.

Selain itu, kutu juga dapat mengakibatkan dampak lebih parah lagi hingga menimbulkan tifus dan demam.

Dengan menurunkan kutu sebagai azab bagi penduduk Mesir pada zaman Nabi Musa Alaihissallam, Allah Subhanahu wa Ta'ala hendak memberikan pelajaran penting bagi manusia.

Umat manusia harus memerhatikan aspek kebersihan, baik itu dalam berpakaian maupun saat tidur, dengan mengenakan kasur yang bersih. Allahu a'lam. [yy/hantoro/okezone]

top