<
pustaka.png
basmalah.png

Surah Al Hadid Ayat 22: Ketetapan Allah di Lauhul Mahfudz Terkait Musibah

Surah Al Hadid Ayat 22: Ketetapan Allah di Lauhul Mahfudz Terkait Musibah

Fiqhislam.com - Setiap firman-firman Allah SWT yang terkandung dalam Al Quran tentu memiliki maksud dan artinya tersendiri. Dalam surah Al Hadid ayat 22, dijelaskan mengenai ketetapan Allah yang tertulis di Lauhul Mahfudz termasuk musibah, seperti disebutkan dalam tafsir Kementerian Agama (Kemenag).

Musibah merupakan hal yang wajar terjadi dan dialami oleh seluruh manusia yang masih hidup. Baik itu dalam bentuk besar, maupun kecil.

Datangnya musibah menjadi bentuk ujian ketakwaan bagi orang-orang beriman. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), musibah berarti kejadian atau peristiwa menyedihkan yang menimpa, bisa berupa malapetaka atau bencana.

Di dalam Al Quran sendiri, kata musibah disebutkan sebanyak 77 kali sebagaimana dikutip dari jurnal bertajuk Musibah dalam Perspektif Al Quran yang ditulis oleh Abdul Rahman Rusli Tanjung, termasuk dalam surah Al Hadid ayat 22.

Surah Al Hadid Ayat 22

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ

Mā aṣāba mim muṣībatin fil-arḍi wa lā fī anfusikum illā fī kitābim ming qabli an nabra`ahā, inna żālika 'alallāhi yasīr

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah"

Membahas tentang Hakikat Musibah bagi Manusia

Berdasarkan Tafsir Al-Wajiz oleh Syaikh Prof Dr Wahbah Az-Zuhaili, isi kandungan surah Al Hadid ayat 22 ialah menjelaskan terkait musibah di Bumi dan musibah yang menimpa diri seseorang.

Semua musibah tersebut telah tertulis di Lauhul Mahfudz yang berarti sebelum Allah SWT menciptakan apapun.

"Tidaklah yang menimpa kalian wahai manusia berupa musibah di bumi seperti kegersangan, kurangnya buah-buahan, wabah penyakit tanaman, mahalnya harga dan lain-lain serta musibah yang menimpa diri kalian seperti sakit, kefakiran dan kehilangan anak itu kecuali telah ditulis di Lauhul Mahfudz sebelum kami menciptakan apapun," tulis tafsir tersebut.

Surah Al Hadid ayat 22 menegaskan bahwa apa yang terjadi di alam semesta, semuanya merupakan kehendak Allah yang mutlak, yang artinya manusia tidak bisa menolak. Konsep takdir ini dalam ilmu akidah disebut dengan takdir kauni.

Dalam buku Selesaikan Segala Resahmu dengan Doa dan Munajat oleh Salman Al-Farisi, ketika menghadapi takdir Allah yang sifatnya kauniyah, seorang muslim harus sabar.

Sabar sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu sabar berbuat taat, sabar menahan diri dari maksiat, dan sabar ketika mendapat musibah.

Mengutip buku Syarah Akidah Wasithiyah tulisan Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, hukum-hukum Allah bersifat syar'iyah dan kauniyah.

Syar'iyah berarti semua perintah dan larangan Allah SWT, maka kesabaran dan ketaatan kepada-Nya adalah kesbaaran atas semua perintah, kesabaran atas semua maksiat, dan kesabaran atas semua larangan.

Sementara itu, kauniyah harus disikapi dengan sabar atas semua takdir dan qadha Allah SWT.

Bersikap Istirja dan Bersabar atas Musibah

Bersabar menjadi reaksi manusia ketika dihadapi oleh musibah oleh Allah SWT, sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:

"Sabar adalah pada hantaman yang pertama," (HR Bukhari).

Dikatakan dalam buku Fiqih Musibah oleh Farid Nu'man Hasan, bersabar menjadi sikap terbaik bagi seorang mukmin. Ini sesuai dalam firman Allah pada surah Al Baqarah ayat 155-157.

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar," (QS Al Baqarah ayat 155).

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun," (QS Al Baqarah ayat 156).

أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

"Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk," (QS Al Baqarah ayat 157).

Mengacu pada sumber yang sama, meski sabar merupakan hal yang berat, sabar menjadi kekuatan dan bagian dari jihad. [yy/anisa rizki febriani/detik]

 

top