30 Dzulqa'dah 1443  |  Kamis 30 Juni 2022

basmalah.png

Ayat Pembuka Surah Al-Quran yang Misterius Menurut Barat

Ayat Pembuka Surah Al-Quran yang Misterius Menurut Barat

Fiqhislam.com - Di kalangan peneliti Barat, keberadaan ayat-ayat fawatih al-suwar (pembuka-pembuka surat) atau awail al-suwar (permulaan surat) atau al-huruf al-muqatta' (huruf-huruf terpotong atau terpisah) ini disebut dengan nama 'huruf-huruf misterius'.

Kemisteriusannya terlihat dari makna ayatnya yang tidak mudah untuk diterjemahkan atau ditafsirkan. Karena itu, keberadaan ayat-ayat pembuka surat itu merupakan pembeda dan keistimewaan Alquran dengan kitab suci lainnya.

Imam al-Suyuti, pengarang kitab Al-Itqan fi 'Ulum al-Qur'an, menyatakan, "Menurut Ibnu Abbas RA, huruf-huruf pembuka surat itu merupakan singkatan dari nama-nama Allah SWT (asma' al-husna)."

Misalnya, alif lam mim adalah singkatan dari Allah Lathif Majid. Kemudian, alif lam mim ra adalah singkatan dari Ana Allahu A'lam wa Ara. Lalu, alif lam mim shad adalah Allah, al-Rahman, al-Shamad.

Sedangkan, ha mim singkatan dari Al-Rahman. Alif lam ra adalah Al-Rahman Al-Rahim, ha mim ain sin qaf adalah Al-Rahman Al-Alim, Al-Quddus Al-Qahir. Tha sin mim adalah Dzuu Al-Thawl dan kaf ha ya ain shad adalah Kafi, Hadi, Amin, Aziz, Shadiq. Adapun huruf nun adalah Nur, huruf qaf berarti Qadir atau Qahir, dan shad adalah shadaqallah. Sedangkan, yaa sin dimaknai dengan Ya Sayyid al-Mursalin.

Beberapa pendapat lain menyatakan, keberadaan huruf-huruf tersebut merujuk pada nama-nama nabi (misalnya, Thaha, Haa mim, dan Yaa sin), nama gunung (Kaf ha ya ain sin qaf).

Selain itu, ada pula yang berpendapat, keberadaan huruf-huruf pembuka ini sebagai media untuk membangkitkan perhatian Nabi kepada wahyu Ilahi yang akan disampaikan Jibril untuk membuat orang-orang terpesona yang mendengarnya serta menjadi pemisah antara yang satu dan yang lain.

Namun, dari semua pendapat yang beredar, penafsiran yang paling dianggap mewakili dan sedikitnya bisa diterima kalangan umat Islam, dalam beberapa terjemahan Alquran, diartikan bahwa huruf-huruf tersebut masuk dalam kategori ayat-ayat mutasyabihat yang memiliki makna "hanya Allah yang tahu". [yy/republika]

 

Ayat Pembuka Surah Al-Quran yang Misterius Menurut Barat

Fiqhislam.com - Di kalangan peneliti Barat, keberadaan ayat-ayat fawatih al-suwar (pembuka-pembuka surat) atau awail al-suwar (permulaan surat) atau al-huruf al-muqatta' (huruf-huruf terpotong atau terpisah) ini disebut dengan nama 'huruf-huruf misterius'.

Kemisteriusannya terlihat dari makna ayatnya yang tidak mudah untuk diterjemahkan atau ditafsirkan. Karena itu, keberadaan ayat-ayat pembuka surat itu merupakan pembeda dan keistimewaan Alquran dengan kitab suci lainnya.

Imam al-Suyuti, pengarang kitab Al-Itqan fi 'Ulum al-Qur'an, menyatakan, "Menurut Ibnu Abbas RA, huruf-huruf pembuka surat itu merupakan singkatan dari nama-nama Allah SWT (asma' al-husna)."

Misalnya, alif lam mim adalah singkatan dari Allah Lathif Majid. Kemudian, alif lam mim ra adalah singkatan dari Ana Allahu A'lam wa Ara. Lalu, alif lam mim shad adalah Allah, al-Rahman, al-Shamad.

Sedangkan, ha mim singkatan dari Al-Rahman. Alif lam ra adalah Al-Rahman Al-Rahim, ha mim ain sin qaf adalah Al-Rahman Al-Alim, Al-Quddus Al-Qahir. Tha sin mim adalah Dzuu Al-Thawl dan kaf ha ya ain shad adalah Kafi, Hadi, Amin, Aziz, Shadiq. Adapun huruf nun adalah Nur, huruf qaf berarti Qadir atau Qahir, dan shad adalah shadaqallah. Sedangkan, yaa sin dimaknai dengan Ya Sayyid al-Mursalin.

Beberapa pendapat lain menyatakan, keberadaan huruf-huruf tersebut merujuk pada nama-nama nabi (misalnya, Thaha, Haa mim, dan Yaa sin), nama gunung (Kaf ha ya ain sin qaf).

Selain itu, ada pula yang berpendapat, keberadaan huruf-huruf pembuka ini sebagai media untuk membangkitkan perhatian Nabi kepada wahyu Ilahi yang akan disampaikan Jibril untuk membuat orang-orang terpesona yang mendengarnya serta menjadi pemisah antara yang satu dan yang lain.

Namun, dari semua pendapat yang beredar, penafsiran yang paling dianggap mewakili dan sedikitnya bisa diterima kalangan umat Islam, dalam beberapa terjemahan Alquran, diartikan bahwa huruf-huruf tersebut masuk dalam kategori ayat-ayat mutasyabihat yang memiliki makna "hanya Allah yang tahu". [yy/republika]

 

Diawali 1 Sampai 5 Huruf

Surat-Surat Al-Quran yang Diawali 1 Sampai 5 Huruf


Fiqhislam.com - Salah satu bentuk ayat yang tampil di dalam Alquran dalam bentuk ayat mutashabihat adalah rangkaian huruf-huruf hija’iyah, sebagaimana yang ditemukan di pembukaan sejumlah surat seperti Al-Baqarah, Al-Qalam, Maryam, dan sebagainya.

Imam Muhammad al-Zarkasyi dalam al-Burhan fi ‘Ulum al-Quran Vol 1 menjelaskan, terdapat 29 surat dalam Alquran yang diawali dengan huruf muqatha'ah dengan 14 huruf jika dihitung tanpa pengulangan. Huruf-huruf tersebut terkumpul dalam ringkasan sebuah ungkapan نص حكيم قاطع له سر atau صله سحيرا من قطعك.

Jika dihitung dengan huruf pengulangannya, maka jumlah huruf muqatha'ah berjumlah 78 huruf. Hal ini dikarenakan huruf kaf dan nun dipakai satu kali, huruf shad dipakai tiga kali, huruf ta’ empat kali, huruf sin lima kali, huruf ra’ enam kali, huruf ha tujuh kali dan huruf alif dan lam masing-masing dipakai 13 kali, yang paling banyak ialah huruf mim yang dipakai sehingga 17 kali.

Sementara itu penggunaan huruf muqatha'ah di awal surat dapat dibagi menjadi lima kelompok. Penjelasannya sebagai berikut:

1. Diawali dengan satu huruf, yakni dalam surat Shad, Qaf dan al-Qalam.

2. Diawali dengan dua huruf yang terdapat dalam 10 surat yakni Ghafir, Fussilat, Asy-Syura, al-Zukhruf, al-Dukhan, al-Jatsiyah, al-Ahqaf, Taha, al-Naml, dan Yasin.

3. Diawali dengan tiga huruf yang terdapat dalam 13 surat. Enam surat dimulai dengan Alif-lam-mim, yakni al-Baqarah, Ali Imran, al-Ankabut, al-Rum, Lukman, al-Sajdah.

Lima surat dengan Alif-lam-ra, yaitu surat Yunus, Hud, Yusuf, Ibrahim, al-Hijr. Dua surat dengan Ta-sin-mim, yakni Asy-Syu'ara dan al-Qasas

4. Diawali dengan empat huruf yang terdapat di dua surat, yakni al-A'raf dan al-Rad, yakni Alif-lam-mim-shad, Alif-lam-mim-ra’

5.Diawali dengan lima huruf, yakni surat Maryam (Kaf-ha-ya-‘ain-shad) [yy/republika]