pustaka.png
basmalah.png.orig


12 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 22 Juni 2021

Sains dan Al-Quran: Terbentuknya Alam Semesta

Sains dan Al-Quran: Terbentuknya Alam Semesta

Fiqhislam.com - Alam Semesta biasa juga disebut jagat raya atau seluruh alam. Ini adalah semua ruang mulai Bumi hingga langit yang lengkap dengan energi serta materinya. Alam semesta diungkapkan terus mengalami perluasan. Ilmu pengetahuan telah mengungkap hal tersebut.

Pada awal abad ke-20 seorang fisikawan Rusia bernama Alexander Friedmann menemukan bahwa alam semesta mengembang. Fakta itu makin ditegaskan melalui teleskop oleh Edwin Hubble, astronom Amerika yang menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak atau saling menjauh.

Peneliti juga percaya bahwa alam semesta terbentuk pada 10 hingga 20 miliar tahun lalu. Alam semesta terbentuk dari energi yang sangat besar dan padat, kemudian terus-menerus mengalami perluasan.

Dalam buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan, melalui instrumen sensitif yang disebut Cosmic Background Emission Explorer (COBE), penelitian tersebut mengungkapkan bahwa terdapat sisa-sisa ledakan besar alam semesta.

Dari hasil penelitian itu, sebagian besar ilmuwan percaya Teori Big Bang. Bukti lain kebenaran Teori Big Bang adalah berhasil ditemukannya jumlah relatif hidrogen dan helium di alam semesta.

Sementara dalam kitab suci Alquran, fakta sains ini ternyata sudah lama diungkap sekira 14 abad lalu. Dalam salah satu surah Alquran, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman bahwa alam semesta mengalami perluasan.

"Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya," isi Surah Az-Zariyat Ayat 47.

Terbentuknya alam semesta juga dijelaskan dalam Surah Al Anbiya Ayat 30. Ayat ini sekaligus menjelaskan bahwa terciptanya alam semesta melalui suatu proses.

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan Bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman." (QS Al anbiya: 30). Wallahu a'lam bishawab. [yy/okezone]