pustaka.png.orig
basmalah.png


3 Dzulqa'dah 1442  |  Minggu 13 Juni 2021

Sains dalam Al-Quran, Rapuhnya Sarang Laba-Laba

Sains dalam Al-Quran, Rapuhnya Sarang Laba-LabaFiqhislam.com - Allah berfirman, "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling rapun ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.'' (Al-Ankabut: 41).

Beberapa kitab tafsir menjelaskan bahwa rumah laba-laba rapuh karena tidak bisa melindungi dari panas, dingin, hujan, dan angin. Ia dianggap rapuh karena ringkih dan tidak kukuh. Begitulah yang diungkapkan dalam beberapa kitab tafsir.

Namun, seorang profesor di bidang serangga mengatakan dalam salah satu bukunya, bahwa dalam firman Allah "seperti laba-laba yang membuat rumah" terdapat kemukjizatan ilmiah. Yang membangun rumah adalah laba-laba betina sehingga pada kata "membuat" (ittakhadzat) terdapat penanda perempuan (muannats) yang berupa huruf Ta' ta'nits.



Laba-laba betinalah yang merangkai rumah. Lalu ia mempersilakan laba-laba jantan untuk masuk seraya berdiri di depannya dengan gerakan-gerakan yang memesona dan nyanyian merdu agar si jantan mau masuk ke dalam rumah.

Setelah terjadi proses pembuahan, laba-laba betina akan memakan laba-laba jantan jika si jantan tidak berhasil melarikan diri. Si betina pun akan memakan anak-anaknya jika mereka tidak berhasil melarikan diri. Anak-anak laba-laba pun akan saling memakan satu sama lain.

Jadi, rumah laba-laba memang rumah "berantakan'' karena hubungan individu-individu di dalamnya rapuh, di samping bangunannya pun lemah. Dengan demikian, Alquran mengumpulkan dua kelemahan rumah laba-laba dalam satu perkataan saja.

Para pakar tentang serangga mengungkapkan terdapat sekitar 30 ribu jenis laba-laba. Namun, semua jenis itu mempunyai beberapa kesamaan sifat di antara mereka, yaitu:

1. Laba-laba mempunyai kelenjar di dalam perutnya. Dari kelenjar itu ia bisa mengeluarkan tali-tali sutra yang sangat lembut. Setiap tali itu tersusun dari 4 benang; dan setiap benang yang empat itu tersusun dari seribu benang. Dengan demikian, satu tali yang dirangkai oleh laba-laba tersusun dari 4.000 benang halus.

Penelitian-penelitian terbaru tentang serangga menjelaskan kepada kita, seandainya 4 miliar benang produksi laba-laba dikumpulkan jadi satu benang, ketebalannya tidak akan melebihi ketebalan sehelai rambut kepala.

Dengan benang-benang inilah laba-laba menyusun jaring-jaring yang sangat halus, dimulai dengan membuat simpul pusat dan dilanjutkan dengan membuat sambungan-sambungannya. la melapisi jaring-jaringnya itu dengan zat pelengket. Kemudian ia bersandar di tengah-tengah jaring atau di dekatnya, sembari menunggu serangga buruannya terperangkap masuk jarıng.

Begitu seekor serangga terperangkap, laba-laba akan mengikat mangsanya itu dengan benang-benang lain dan meracuninya dengan racun yang terdapat di dalam kelenjarnya. Lalu ia akan membunuh mangsanya dengan sepasang alat lancip yang menyerupai gantungan daging. Laba-laba kemudian memakan mangsanya dengan cara menyedot cairan yang membentuk tubuh serangga naas itu dengan mulutnya untuk disalurkan ke perut.

2. Baru-baru ini terungkap bahwa jaring laba-laba tidak bisa bertahan lebih dari satu malam. Setelah semalam ia tidak bisa bertahan lebih dari satu malam. Setelah semalam ia tidak bisa lagi digunakan untuk berburu mangsa karena telah mengering dan zat pelengketnya tidak lengket lagi. Jaring laba-laba pun rusak ketika fajar menyingsing, setelah ia menunaikan tugasnya pada waktu malam. Jadi, rumah laba-laba adalah rumah yang sangat rapuh, sebuah rumah yang hanya mampu bertahan paling lama satu malam saja.

3. Studi-studi terkini mengungkapkan bahwa laba-laba memiliki satu sifat khas yang tidak dipunyai makhluk hidup lainnya; laba-laba betina berperangai sangat buruk terhadap pejantannya. Bagaimana tidak, ia langsung memangsa si jantan setelah melakukan perkawinan. Rumah laba-laba dianyam dari benang-benang yang rapuh, tak mampu bertahan lebih dari sehari, dan rusak tatkala fajar menyingsing. Rumah yang menakjubkan, dimana sang istri memangsa suaminya pada malam pertama, lalu menjadi Black Widow. Itulah rumah laba-laba, rumah yang sangat rapuh baik ditinjau dari aspek moral-spiritual maupun material.

Yang membuat kemukjizatan ilmiah ini lebih mengagumkan adalah perumpamaan di dalamnya. Alquran mengumpamakan orang-orang yang meminta pertolongan serta mengharapkan kemuliaan dan keuntungan kepada selain Allah seperti laba-laba yang membuat rumah. Pasalnya, orang yang mereka mintai pertolongan kemudian berpaling dan menjadi musuh-musuh mereka.

Allah berfirman, "Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang akan memahaminya kecuali mereka yang berilmu." (Al-Ankabut: 43).

Jadi, melalui ayat ini Allah menjelaskan bahwa untuk mengerti maksud dari perumpamaan yang dibuat Allah pada ayat 41 dibutuhkan pemahaman terhadap dunia binatang. Dan rahasia tentang dunia hewan tersebut, baru akhir-akhir ini saja diketahui.

Demikian dikutip dari Buku Pintar Sains Dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, halaman 610-613, karya Dr. Nadiah Thayyarah. [yy/okezone]