15 Muharram 1444  |  Sabtu 13 Agustus 2022

basmalah.png

Istikharah: Mencari Sebuah Makna di Balik Makna

Istikharah: Mencari Sebuah Makna di Balik Makna

Fiqhislam.com - Prof. Dr. Thaha -g uru besar Universitas Al Azhar Dimyath - mengatakan sebuah kalimat frontal dalam pembukaan kuliah umum ilmu balaghah pada pertemuan perdana pekan lalu.

ilmu balaghah : sebuah diskursus ilmu keislaman yang mempelajari makna-makna rahasia dalam kosa kata Alquran

Kata beliau "Bahwa satu kata di dalam Alquran selalu memiliki kecenderungan dua makna bahkan lebih. Pada makna yang pertama dapat dipahami oleh siapa saja, umum. Sedang makna kedua dan seterusnya tidak akan bisa dipahami kecuali mereka yang dibukakan akalnya oleh Allah s.w.t".

(dalam problematika tafsir Alquran, Ulama sepakat balaghah adalah sebuah diskursus ilmu yang harus dilibatkan, ia menjadi unsur utama)

Namun dari situ, kita memahami bahwa doa Nabi untuk Ibnu Abbas "ya Allah berilah ia pemahaman pada makna-makna Alquran" sejatinya adalah pemahaman terhadap makna kedua, ketiga dan seterusnya yang tersembunyi di dalam Alquran. Penalaran yang tentu jauh melampaui pemahaman orang pada umumnya.

Pemahaman terhadap makna kedua ini yang kemudian membedakan antara mufassir -penafsir Alquran- dengan orang umum yang hanya memahami satu makna saja.

Setelah itu dalam sejarah tercatat Ibnu Abbas menjadi rujukan utama dalam tafsir.

Sebenarnya doa Rasulullah untuk Ibnu Abbas menjadi penting kita renungi, bagi pengajaran dalam berkehidupan. Sebab seringkali dalam kehidupan ini kita dihadapkan pada makna-makna tersembunyi yang tidak kita ketahui. Akal dan nalar kita tidak sampai ke sana.

Makna-makna tersembunyi tadi, kita temukan dalam banyak permasalahan yang akhirnya berujung pada dua pilihan atau lebih, dan kita bimbang memilih. Maka kita meminta kepada Allah s.w.t. agar diberikan petunjuk pilihan di antara keduanya.

Permintaan petunjuk ini yang kita sebut "istikharah". Kita biasa mengenalnya sebagai sebuah shalat atau doa agar Allah s.w.t. memilihkan di antara dua.

Maka pada istikharah ini, sebenarnya kita sedang meminta kepada Allah agar diberikan penalaran pemahaman terhadap makna ke dua dan ke tiga yang masih tersembunyi. Karena semakin jauh pemahaman kita dalam menalar makna ke dua, ke tiga atau lebih di balik sebuah permasalahan, semakin baik pilihan-pilihan yang akan kita ambil.

Oleh karena itu istikharah menjadi proses pencarian sebuah makna di balik makna, ia tersembunyi. Sebagai makhluk yang lemah, akal kita tidak mampu menalar sampai ke sana, oleh sebab kita melibatkan kekuatan besar -Allah s.w.t- dalam proses pemilihan ini, meminta agar akal kita dibukakan untuk mengetahui makna kedua, ketiga dan makna-makna lain yang masih tersembunyi itu. Sehingga fikiran kita menjadi terbuka dan hati menjadi mantap untuk memilih.

dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan” Ali Imran : 109

Oleh Miftah Alaflah | miftahalaflah.blogspot.com

Publikasi eramuslim.com