30 Dzulqa'dah 1443  |  Kamis 30 Juni 2022

basmalah.png

Adab-adab Membaca Al-Quran yang Benar Seperti Apa?

Adab-adab Membaca Al-Quran yang Benar Seperti Apa?

Fiqhislam.com - Alquran menjadi kitab suci umat muslim yang harus dibaca dan pelajari. Akan tetapi tidak asal membaca, ada adab-adab membaca alquran yang benar dan harus kita taati.

Alquran diturunkan kepada Muhammad SAW dan umat manusia sebagai mukjizat. Alquran menjadi salah satu bukti yang tak terbantahkan akan kebenaran Muhammad sebagai Rasulullah sekaligus kebenaran Islam sebagai agama rahmatan lil'alamin.

Membaca alquran setiap hari tentu akan mendatangkan banyak manfaat seperti mendapat pahala berlipat, derajatnya diangkat oleh Allah SWT, mendapatkan ketenangan hati, mendapat pertolongan Allah SWT di hari kiamat serta terbebas dari aduan Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Alquran sebagai kitab suci Allah SWT mempunya adab-adab tersendiri bagi orang yang membacanya. Adab membaca alquran yang benar sudah diatur dengan sangat baik, untuk penghormatan dan keagungan Alquran. Setiap muslim harus berpedoman kepadanya dan mengerjakannya.

Dikutip dalam buku berjudul 2 Jam Pintar Membaca Al-Quran oleh Ustaz Hasby Ashidiqy, S.Q adab membaca alquran adalah sebagai berikut:

Dalam kitab At-Tibyah Fi Hamalatil Quran, Syekh Imam Nawawi mengajarkan 10 adab yang harus dijaga dan diperhatikan para pembaca Alquran agar mendapatkan keberkahan.

1. Bersihkan mulut terlebih dahulu dengan siwak atau menggosok gigi.
2. Biasakan berwudhu sebelum menyentuh dan membaca Alquran.
3. Menghadap kiblat, sebagaimana ia melaksanakan salat.
4. Mengawali pembacaan dengan kalimat ta'awudz (audzubillahi minasyaitonirrajim).
5. Membaca bismillah pada setiap awal surat, kecuali pada surat At-Taubah.
6. Baca dengan khusyuk dan di tempat yang bersih.
7. Menangislah ketika berjumpa dengan ayat-ayat yang menceritakan azab.
8. Baca dengan tenang dan tidak terburu-buru.
9. Baca dengan irama yang indah.
10. Memohon karunia saat membaca ayat yang dikaitkan dengan rahmat.

Bagaimana dengan adab membaca alquran bagi wanita? Selain harus bersuci dan menutup aurat, wanita juga harus tahu adab membaca alquran saat haid.

Dr Nur Rofiah, Bil Uzm, mengatakan ada catatan hadis yang melarang perempuan yang sedang menstruasi dan orang yang sedang junub membaca apa pun dari Alquran. Tetapi Nur menyebut status hadis ini lemah.

Dosen Institut Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ), Jakarta, itu mengatakan ada pula hadis lain yang menunjukkan wanita haid boleh membaca Alquran.

Salah satunya, kisah Rasulullah SAW dengan Aisyah RA yang menunaikan haji bersama. Di tengah perjalanan, Aisyah rupanya mengalami haid. Aisyah pun bersedih.

"Di tengah jalan, Aisyah RA datang haid, beliau sedih. Karena ingin mengikuti haji, tapi kok haid. Lalu ketahuan oleh Rasulullah bahwa ia sedang menangis. Kemudian Rasulullah bersabda: 'Kerjakan apa pun yang dikerjakan oleh orang yang haji, kecuali tawaf di Kabah,'" urai Nur.

Dilanjutkan Nur, amalan paling utama ketika haji adalah membaca Alquran. Rasulullah sendiri tidak melarang Aisyah yang sedang haid membaca Alquran. Artinya, perempuan yang sedang menstruasi boleh membaca Alquran.

"Nah dari dua hadis ini, kemudian ada tiga pendapat di kalangan ulama. Pertama, memang ada yang melarang perempuan yang sedang menstruasi membaca Alquran. Kedua adalah melarang, tapi membolehkan pada situasi-situasi tertentu atau alasan tertentu," jelasnya. [yy/news.detik]