22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

Keistimewaan Hewan Ternak dalam Al-Quran

Keistimewaan Hewan Ternak dalam Al-QuranFiqhislam.com - Allah mengingatkan umat manusia lewat QS Al-Anaam bahwa hewan adalah komunitas yang sama seperti manusia. Manusia perlu menghormati keberadaan hewan layaknya kelompok manusia itu sendiri.

Hewan juga memiliki keluarga, memiliki kebutuhan dan keinginan, memiliki bahasa dan tradisi sendiri, dan pada akhirnya semua makhluk hidup bernyawa akan kembali pada Yang Maha Kuasa suatu hari nanti. Ada lebih dari 200 ayat dalam Alquran yang bercerita tentang hewan dan enam bab diberi nama hewan, misalnya Al-Baqarah (Sapi Betina), Al-Anaam (Hewan Ternak), An-Nahl (Lebah), Al-Naml (Semut), Al-Ankabut (Laba-Laba), dan Al-Fil (Gajah).

Alquran membahas mendalam tentang hewan ternak, seperti kuda, unta, sapi, domba, kambing, keledai, dan anjing. Berikut keistimewaan mereka, dilansir dari The National, belum lama ini.

"Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan," (QS An-Nahl 5).

"Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan," (QS An-Nahl 6).

"Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang," (QS An-Nahl 7).

"dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya." (QS An-Nahl 8).

Hewan dianggap sebagai hadiah untuk manusia, dipuji karena keindahan dan manfaat yang mereka berikan. Islam dalam hal ini telah menetapkan kebaikan dan rahmat kepada hewan sebagai salah satu bentuk permata berharga sejak penciptaannya.

Kuda juga unta juga dipuji Allah karena keduanya bisa bertahan di medan berat. “Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," (QS Al-Ghasyiah18).

Salah satu firman Allah paling menonjol menceritakan seekor unta betina yang matinya dianiaya sehingga menyebabkan kehancuran seluruh suku Tsamud pada masa itu. "Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat," (QS Hud 64).

Kisah Nabi Saleh dan Suku Tsamud yang sombong ini menjadi pelajaran untuk manusia. Suku Tsamud yang menyembah berhala meminta bukti kenabian Nabi Saleh yang dijawab Allah dengan mendatangkan kepada mereka seekor unta betina yang unik, putih, cantik, dan bersih, serta keluar dari celah batu. Kaum Tsamud memperoleh manfaat dari unta tersebut, mulai dari air susunya yang diolah menjadi keju, mentega, dan minyak.

Nabi Saleh kemudian meminta kaum Tsamud untuk tidak menyakiti unta tersebut atau mencegahnya makan dan minum. Jika perintah tersebut dilanggar, Allah akan menurunkan siksa. Kaum Tsamud sayangnya melanggar dan membunuh unta tersebut. Allah pun menurunkan azab untuk mereka.

Ayat lainnya mengingatkan umat Islam supaya berperilaku baik dan Allah menggunakan keledai sebagai perumpamaannya. Meski keledai dipuji karena tenaganya, namun Allah berfirman dalam QS Luqman ayat 19. "Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai," (QS Luqman 19). [yy/republika]