30 Dzulqa'dah 1443  |  Kamis 30 Juni 2022

basmalah.png

Disebut Al-Quran Enam Kali, Siapakah Haman itu?

Disebut Al-Quran Enam Kali, Siapakah Haman itu?

Fiqhislam.com - Sebagian umat Islam tentu pernah mendengar nama Haman. Dia adalah seorang pembantu atau pembesar (menteri atau penasihat) Firaun di Mesir.

Dalam Alquran, nama Haman disebutkan sebanyak enam kali. Masing-masing terdapat pada Alqashash (28) ayat 6, 8, dan 38; surah Al-Ankabut (29) ayat 39; dan surah Almu'min (40) ayat 24 dan 36.

"Dan, berkata Firaun, 'Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, yaitu pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta'." (Almu'min: 36-37).

"Dan, berkata Firaun, 'Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka, bakarlah, hai Haman, untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa. Dan, sesungguhnya, aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta'." (QS Alqashash: 38).

Berdasarkan keterangan ini, dapat diketahui bahwa Haman adalah seorang pembesar Firaun dan hidup sezaman dengan Nabi Musa AS. Ia bertugas membantu Firaun dalam melaksanakan segala perintahnya, seperti membuat bangunan yang tinggi. Dan, Haman adalah sekutu Firaun.

Dalam pengkajian Alquran, diidentifikasikan bahwa Haman muncul setelah kembalinya Musa dari Madyan. Haman jugalah yang menasihati Firaun untuk menolak misi keagamaan Musa. Pada peristiwa pelarian Bani Israel dari Mesir, Haman tenggelam bersama Firaun dan tentaranya di Laut Merah.

Di kerajaan Firaun, Haman menempati beberapa posisi penting kerajaan sebagai menteri, penasihat raja (terutama bidang keagamaan), dan sebagai pelaksana proyek pembangunan menara. Haman diperintah oleh Firaun untuk membuat menara yang akan digunakan Firaun untuk melihat "Tuhan Musa". Pembuatan menara itu membutuhkan 50.000 pekerja dan belum termasuk tukang untuk membuat kuil-kuil.

Konon, setelah pembangunan menara selesai, Firaun menembakkan panah dari puncak menara untuk mengalahkan Tuhan Musa. Firaun berbohong kepada Musa bahwa Tuhannya telah mati dengan menunjukkan anak panahnya yang kembali telah berlumuran darah. Menurut sebagian ahli tafsir, Firaun diam-diam telah mencelupkan anak panah itu ke dalam darah.

Haman jugalah yang menasihati Firaun untuk menolak misi keagamaan Musa. Pada peristiwa pelarian Bani Israel dari Mesir, Haman tenggelam bersama Firaun dan tentaranya.

 

Disebut Al-Quran Enam Kali, Siapakah Haman itu?

Fiqhislam.com - Sebagian umat Islam tentu pernah mendengar nama Haman. Dia adalah seorang pembantu atau pembesar (menteri atau penasihat) Firaun di Mesir.

Dalam Alquran, nama Haman disebutkan sebanyak enam kali. Masing-masing terdapat pada Alqashash (28) ayat 6, 8, dan 38; surah Al-Ankabut (29) ayat 39; dan surah Almu'min (40) ayat 24 dan 36.

"Dan, berkata Firaun, 'Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, yaitu pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta'." (Almu'min: 36-37).

"Dan, berkata Firaun, 'Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka, bakarlah, hai Haman, untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa. Dan, sesungguhnya, aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta'." (QS Alqashash: 38).

Berdasarkan keterangan ini, dapat diketahui bahwa Haman adalah seorang pembesar Firaun dan hidup sezaman dengan Nabi Musa AS. Ia bertugas membantu Firaun dalam melaksanakan segala perintahnya, seperti membuat bangunan yang tinggi. Dan, Haman adalah sekutu Firaun.

Dalam pengkajian Alquran, diidentifikasikan bahwa Haman muncul setelah kembalinya Musa dari Madyan. Haman jugalah yang menasihati Firaun untuk menolak misi keagamaan Musa. Pada peristiwa pelarian Bani Israel dari Mesir, Haman tenggelam bersama Firaun dan tentaranya di Laut Merah.

Di kerajaan Firaun, Haman menempati beberapa posisi penting kerajaan sebagai menteri, penasihat raja (terutama bidang keagamaan), dan sebagai pelaksana proyek pembangunan menara. Haman diperintah oleh Firaun untuk membuat menara yang akan digunakan Firaun untuk melihat "Tuhan Musa". Pembuatan menara itu membutuhkan 50.000 pekerja dan belum termasuk tukang untuk membuat kuil-kuil.

Konon, setelah pembangunan menara selesai, Firaun menembakkan panah dari puncak menara untuk mengalahkan Tuhan Musa. Firaun berbohong kepada Musa bahwa Tuhannya telah mati dengan menunjukkan anak panahnya yang kembali telah berlumuran darah. Menurut sebagian ahli tafsir, Firaun diam-diam telah mencelupkan anak panah itu ke dalam darah.

Haman jugalah yang menasihati Firaun untuk menolak misi keagamaan Musa. Pada peristiwa pelarian Bani Israel dari Mesir, Haman tenggelam bersama Firaun dan tentaranya.

 

Terungkapnya Sosok Haman dan Sanggahan Penentang Al-Quran

Terungkapnya Sosok Haman dan Sanggahan Penentang Al-Quran


Terungkapnya Sosok Haman dan Sanggahan Penentang Al-Quran


Fiqhislam.com - Ditemukan naskah kuno yang termuat dalam hieroglif Mesir Kuno sekitar 200 tahun silam memunculkan kejutan. Dalam naskah hieroglif tersebut, tertulis nama Haman.

Menurut Harun Yahya, hingga abad ke-18, tulisan dan prasasti Mesir Kuno itu belum dapat dipahami. Bahasa Mesir Kuno tersusun atas lambang-lambang dan bukan kata-kata, yakni berupa hieroglifik. Gambar-gambar dalam hieroglif itulah yang memaparkan kisah dan menjadi catatan sejarah peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan kegiatan bangsa Mesir Kuno. Tulisan dan gambar-gambar itu diukir pada batu.

Dengan tersebarnya agama Nasrani dan pengaruh budaya lainnya pada abad ke-2 dan ke-3, Mesir meninggalkan kepercayaan kunonya beserta tulisan hieroglif yang berkaitan erat dengan tatanan kepercayaan yang kini telah mati itu. Contoh terakhir penggunaan tulisan hieroglif yang diketahui adalah sebuah prasasti dari tahun 394. Bahasa gambar dan lambang telah terlupakan hingga tak menyisakan seorang pun yang dapat membaca dan memahaminya.

Karena itu, hal tersebut membuat pengkaji sejarah dan kepurbakalaan harus berupaya keras untuk mengungkapkan isi dari naskah kuno tersebut.

Keadaan ini tidak berubah hingga sekitar dua abad silam. Pada tahun 1799, usaha para pengkaji sejarah dan kepurbakalaan mulai menemukan titik terang. Sedikit demi sedikit, mereka mampu mengungkapkan rahasia hieroglif Mesir Kuno melalui penemuan sebuah prasasti yang disebut "Batu Rosetta."

Penemuan mengejutkan ini berasal dari tahun 196 SM. Nilai penting prasasti ini adalah tiga bentuk tulisan tulisan dalam prasasti: hieroglif, demotik (bentuk sederhana tulisan tangan bersambung Mesir Kuno), dan Yunani. Dengan bantuan naskah Yunani, tulisan Mesir Kuno diterjemahkan. Penerjemahan prasasti ini diselesaikan oleh orang Prancis bernama Jean-Francoise Champollion.

Dengan demikian, sebuah bahasa yang telah terlupakan dan aneka peristiwa yang dikisahkannya terungkap. Dengan cara ini, banyak pengetahuan tentang peradaban, agama, dan kehidupan masyarakat Mesir Kuno menjadi tersedia bagi umat manusia dan hal ini membuka jalan kepada pengetahuan yang lebih banyak tentang babak penting dalam sejarah umat manusia ini.

Dari sinilah, akhirnya nama Haman terungkap dan benar-benar disebutkan dalam prasasti-prasasti Mesir tersebut. Nama ini tercantum pada sebuah tugu di Museum Hof di Wina. Tulisan yang sama ini juga menyebutkan hubungan dekat antara Haman dan Firaun. (Walter Wreszinski, Aegyptische Inschriften aus dem KK Hof Museum in Wien, 1906, JC Hinrichs' sche Buchhandlung, sebagaimana dikutip Harun Yahya).

Dalam kamus People in the New Kingdom, yang disusun berdasarkan keseluruhan kumpulan prasasti tersebut, Haman disebut sebagai 'pemimpin para pekerja batu pahat' (Hermann Ranke, DieÄgyptischen Personennamen, Verzeichnis der Namen, Verlag Von JJ Augustin in Gluckstadt, Band I, 1935, Band II, 1952). Sama persis dengan keterangan Alquran.

Ayat Alquran yang mengisahkan permintaan Firaun kepada Haman agar mendirikan menara sesuai pula dengan penemuan purbakala itu. Melalui penemuan luar biasa ini, sanggahan-sanggahan tak beralasan dari para penentang Alquran telah terbukti keliru.

 

Hieroglif Terpecahkan, Terungkap Siapa Sosok Haman

Hieroglif Terpecahkan, Terungkap Siapa Sosok Haman


Hieroglif Terpecahkan, Terungkap Siapa Sosok Haman


Fiqhislam.com - Kata 'Haman' dalam Alquran pernah diperdebatkan oleh sebagian orientalis sebagai bentuk kesalahan dalam pembacaan Alkitab dari Kitab Ester karena menempatkan Haman 1.100 tahun sebelum zaman Ester. Namun, perdebatan itu menemui titik terang setelah ditemukannya prasasti "Batu Rosetta" tahun 1799 dan tersingkapnya nama 'Haman' yang menggambarkan hubungannya dengan Firaun. Lihat Wreszinski (1906).

Menurut Harun Yahya, nama 'Haman' tidak diketahui secara pasti hingga dipecahkannya huruf hieroglif Mesir pada abad ke-19. Ketika hieroglif terpecahkan, diketahui bahwa Haman adalah seorang pembantu dekat Firaun dan 'pemimpin pekerja batu pahat'. "Penugasan Firaun yang memerintahkan Haman untuk mendirikan bangunan itulah yang perlu ditegaskan karena itu membuka lembaran sejarah baru siapa sesungguhnya Haman," kata Harun Yahya.

Harun Yahya menambahkan, dari cerita Nabi Musa AS dan perselisihannya dengan Firaun dan keterangan Mesir Kuno, telah menjadi perhatian para pakar dunia, khususnya arkeologi dan kepurbakalaan di masa kini.

Munculnya nama Haman, sebagaimana disebutkan dalam Alquran, sangat mengagetkan banyak pihak, terutama para orientalis dan pemikir Barat. Sebab, nama Haman tak satu pun ditemukan dalam kitab Taurat yang berkaitan dengan kehidupan Nabi Musa AS.

Penyebutan nama Haman hanya ditemukan di bab-bab terakhir Perjanjian Lama sebagai pembantu raja Babilonia yang melakukan banyak kekejaman terhadap Bani Israil kira-kira 1.100 tahun setelah Nabi Musa AS.

Karena itulah, para pemikir Barat 'merasa kecolongan' ketika Alquran menyebutkan nama Haman yang merujuk pada kehidupan sezaman dengan Nabi Musa AS. Mereka pun lantas melontarkan tuduhan bahwa Alquran 'keliru' dalam mengemukakan nama Haman. [yy/republika]