2 Dzulhijjah 1443  |  Sabtu 02 Juli 2022

basmalah.png

Mengenal Ilmu Asbab An-Nuzul

Mengenal Ilmu Asbab An-Nuzul

Fiqhislam.com - Dunia Islam mengenal ilmu Asbab an-Nuzul, yaitu ilmu yang membahas tentang sebab-sebab turunnya ayat Alquran. Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai ilmu ini.

Ada ulama yang mengatakan, di dalam Alquran terdapat sejumlah ayat yang diturunkan karena suatu permasalahan (sebab). Misalnya, berkaitan dengan pertanyaan sahabat tentang suatu permasalahan, dan ada pula yang berupa teguran atau sindiran kepada orang-orang kafir. Namun, tidak semua ayat Alquran ada Asbab an-Nuzul-nya.

Sahabat, Tumpuan Umat Menanyakan Persoalan dalam Al-Quran

Dan, ada pula yang menyatakan, dalam Alquran tidak ada ilmu Asbab an-Nuzul ini. Alasannya, Alquran sudah ada sejak dahulu kala, yakni tersimpan di lauh al-mahfuzh dan diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril. Menurut mereka, ayat-ayat Alquran itu diturunkan bukan karena suatu sebab, tetapi memang sudah tertulis sebelumnya seperti itu.

Banyak ulama yang menjelaskan masalah Asbab an-Nuzul ini. Di antaranya, Jalaluddin as-Suyuthi dengan kitabnya Lubab an-Nuqul fi Asbab an-Nuzul dan Al-Itqan fi 'Ulum Alquran, Dr Subhi As-Salih dalam kitabnya Mabahits fi Ulum Alquran, Manna' al Qattan dalam kitabnya Al-Itqan fi 'Ulum Alquran, Syekh Mahmud Syalthut, Ibnu Hajar, dan al-Wahidie.

Tidak diketahui secara pasti, kapan munculnya pembahasan ilmu Asbab an-Nuzul ini. Diperkirakan, istilah ini muncul sejak akhir abad ke-4 dan awal 5 Hijriyah. Hal ini seiring dengan munculnya pembahasan tafsir Alquran.

Dan, orang pertama yang diyakini sebagai penghimpun dan menyistematisasi keterangan dan data yang tersebar dalam banyak tulisan mengenai Alquran dan lainnya adalah Ali bin Ahmad al-Wahidie (472 H/1035 M).

Bukunya yang terkenal dalam bidang ini adalah Asbab an-Nuzul. Tokoh lainnya adalah Jalaluddin as-Suyuthi (911/1050), Ibrahim al-Ja'fari (732/1331), dan Ibn Hajar al-Asqalani (852/1448).

 

Mengenal Ilmu Asbab An-Nuzul

Fiqhislam.com - Dunia Islam mengenal ilmu Asbab an-Nuzul, yaitu ilmu yang membahas tentang sebab-sebab turunnya ayat Alquran. Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai ilmu ini.

Ada ulama yang mengatakan, di dalam Alquran terdapat sejumlah ayat yang diturunkan karena suatu permasalahan (sebab). Misalnya, berkaitan dengan pertanyaan sahabat tentang suatu permasalahan, dan ada pula yang berupa teguran atau sindiran kepada orang-orang kafir. Namun, tidak semua ayat Alquran ada Asbab an-Nuzul-nya.

Sahabat, Tumpuan Umat Menanyakan Persoalan dalam Al-Quran

Dan, ada pula yang menyatakan, dalam Alquran tidak ada ilmu Asbab an-Nuzul ini. Alasannya, Alquran sudah ada sejak dahulu kala, yakni tersimpan di lauh al-mahfuzh dan diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril. Menurut mereka, ayat-ayat Alquran itu diturunkan bukan karena suatu sebab, tetapi memang sudah tertulis sebelumnya seperti itu.

Banyak ulama yang menjelaskan masalah Asbab an-Nuzul ini. Di antaranya, Jalaluddin as-Suyuthi dengan kitabnya Lubab an-Nuqul fi Asbab an-Nuzul dan Al-Itqan fi 'Ulum Alquran, Dr Subhi As-Salih dalam kitabnya Mabahits fi Ulum Alquran, Manna' al Qattan dalam kitabnya Al-Itqan fi 'Ulum Alquran, Syekh Mahmud Syalthut, Ibnu Hajar, dan al-Wahidie.

Tidak diketahui secara pasti, kapan munculnya pembahasan ilmu Asbab an-Nuzul ini. Diperkirakan, istilah ini muncul sejak akhir abad ke-4 dan awal 5 Hijriyah. Hal ini seiring dengan munculnya pembahasan tafsir Alquran.

Dan, orang pertama yang diyakini sebagai penghimpun dan menyistematisasi keterangan dan data yang tersebar dalam banyak tulisan mengenai Alquran dan lainnya adalah Ali bin Ahmad al-Wahidie (472 H/1035 M).

Bukunya yang terkenal dalam bidang ini adalah Asbab an-Nuzul. Tokoh lainnya adalah Jalaluddin as-Suyuthi (911/1050), Ibrahim al-Ja'fari (732/1331), dan Ibn Hajar al-Asqalani (852/1448).

 

Manfaat Mempelajari Asbab An-Nuzul

Manfaat Mempelajari Asbab An-Nuzul


Manfaat Mempelajari Asbab An-NuzulFiqhislam.com - Manfaat atau faedah yang diperoleh dari mempelajari ilmu Asbab an-Nuzul ini telah dikemukakan banyak ulama. Salah satunya, Ibnu Taimiyah. Ia mengatakan, mengetahui sebab-sebab turunnya ayat Alquran dapat menolong seseorang dalam memahami makna ayat tersebut.

Seperti diketahui, dulu banyak ulama yang kesulitan dalam menafsirkan ayat Alquran karena mereka tidak mengetahui latar belakangnya. Namun, setelah mendapatkan keterangan mengenai latar belakang turunnya ayat itu, mereka pun semakin mudah menjelaskan dan memahaminya.

Menurut Syekh Muhammad Husain Ath-Thabathaba'i dalam kitabnya Al-Qur'an fi Al-Islam, mempelajari ilmu-ilmu sebab turunnya ayat (Asbab An-Nuzul) itu sangat penting dalam mempermudah seseorang dalam mengetahui ayat dan memahami makna serta kandungan yang ada di dalam Alquran, serta rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya.

Menurut Ibnu Abbas RA--salah seorang sahabat dan mufasir hebat awal permulaan Islam--mengetahui sebab-sebab turunnya ayat-ayat Alquran itu, memudahkan seseorang dalam menelusuri riwayat peristiwa dan sejarah terdahulu yang terjadi di zaman Rasul SAW.

Al-Wahidie (w 472 H) menjelaskan, ''Tidaklah mungkin mengetahui tafsir suatu ayat, tanpa bersandar pada riwayat dan penjelasan turunnya ayat Alquran.''

Ibnu Daqiqi al-Ied (w 702 H) menjelaskan, mengetahui sebab turunnya suatu ayat merupakan jalan yang paling tepat dalam memahami makna-makna (maksud) Alquran.

Dari keterangan tersebut di atas, para ulama menjelaskan, sedikitnya ada empat hal yang menjadi faedah atau manfaat mempelajari Asbab an-Nuzul itu. Pertama, membantu seseorang dalam memahami kandungan ayat dan menghindarkan kesulitan yang ada di dalam ayat. Kedua, memberikan pemahaman yang tepat bahwa hukum yang dibawa oleh ayat itu adalah khusus untuk memberi penyelesaian peristiwa atau pertanyaan yang menjadi sebab turunnya ayat tersebut.

Ketiga, membantu memudahkan penghafalan dan pemahaman serta melekatkan ayat-ayat yang bersangkutan dalam hati orang-orang yang mendengarnya, bila ayat-ayat itu dibacakan.

Keempat, dapat mengetahui hikmah (ilmu) Allah dengan yakin mengenai segala hal yang disyariatkan melalui ayat-ayat yang diturunkannya. (RS Abdul Aziz, Tafsir Ilmu Tafsir, 1991).

 

Soal Asbab An-Nuzul, Ini Pandangan Ulama

Soal Asbab An-Nuzul, Ini Pandangan Ulama


Soal Asbab An-Nuzul, Ini Pandangan UlamaFiqhislam.com - Diantara salah satu alasan mengapa ulama menyatakan ada sebagian ayat Alquran yang diturunkan karena suatu alasan tertentu, atau karena adanya sebab, contohnya, ketika Rasul SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi, lalu Umar bin Khattab mengusulkan Rasul SAW untuk menyiarkannya secara terbuka. Allah kemudian menurunkan surah Al-Muddatstsir (berselimut) [74] kepada Rasul SAW.

''Hai orang-orang yang berselimut. Bangunlah, dan berilah peringatan. Dan tuhanmu Agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah.'' (QS 74: 1-5).

Namun, para ulama yang menyatakan ada Asbab an-Nuzul ini berbeda pendapat mengenai makna atau istilah Asbab an-Nuzul tersebut. Berikut definisi Asbab an-Nuzul menurut Subhi As-Salih. ''Sesuatu yang dengan sebabnyalah turun suatu ayat atau beberapa ayat yang mengandung sebab itu, atau memberi jawaban tentang sebab tersebut, atau menerangkan hukumnya pada masa terjadinya peristiwa itu.''

Al-Wahidie berharap, agar setiap orang berhati-hati dalam menjelaskan masalah Asbab an-Nuzul atau riwayat turunnya ayat tersebut yang disandarkan kepada rasul SAW.

''Tidak halal berpendapat mengenai Asbab an-Nuzul kitab kecuali dengan berdasarkan pada riwayat atau mendengar langsung dari orang-orang yang menyaksikan turunnya, mengetahui sebab-sebabnya, dan membahasnya tentang pengertiannya serta bersungguh-sungguh dalam mencarinya.''

Al-Wahidie menentang para ulama di zamannya atas kecerobohan mereka terhadap riwayat Asbab an-Nuzul ini. Bahkan, ia menuduh mereka pendusta dan mengingatkannya akan ancaman Allah. '

'Sekarang setiap orang suka mengada-ada dan berbuat dusta; ia menempatkan kedudukannya dalam kebodohan tanpa memikirkan ancaman berat bagi orang yang tidak mengetahui sebab turunnya ayat,'' tegas al-Wahidie dalam Mabahits fi 'Ulum Al-Qur'an karya Subhi As-Salih. [yy/republika]