19 Rabiul-Awal 1443  |  Senin 25 Oktober 2021

basmalah.png

Potret Kecintaan Abu Bakar Kepada Rasulullah Saw

Potret Kecintaan Abu Bakar Kepada Rasulullah Saw

Fiqhislam.com - Suatu saat Rasullah SAW hendak berhijrah lalu mengajak Abu Bakar. Maukan engkau pergi bersamaku wahai Abu Bakar, mereka mencarimu sebagaimana mereka mencariku, dan engkau dikenal bahwa engkaulah yang menolongku terhadap dakwahku, dan engkau disiksa? Abu Bakar menjawab: Wahai Rasulullah! Jika aku disiksa seumur hidupku dengan siksaan yang pedih, dan aku tidak mati disiksa, aku tidak gembira dalam hidupku, semua itu demi kecintaanku padamu, aku lebih suka itu daripada aku hidup dengan penuh kenikmatan, dan aku memiliki kekuasaan di bumi, namun aku menentangmu.
 
Bukankah diriku, harta dan anak-anakku menjadi tebusan bagimu?
Lalu Rasulullah bersabda:
tidak ragu lagi Allah telah melihat isi hatimu, dan mendapati bahwa hatimu sesuai dengan apa yang kau ucapkan, Allah menjadikan dirimu bagaikan pendengaran, penglihatan dan kepala bagiku, dan bagaikan ruh bagi badanku.
 
Jelas sudah. Nabi meminta Ali tidur di kamarnya, lalu mengajak Abu Bakar untuk berangkah hijrah. Saat itu Nabi menjelaskan konsekuensi menemaninya hijrah. Risiko tersebut berupa menjadi buronan. Jika tertangkap, ancaman siksaan bahkan pembunuhan bisa saja terjadi. Ternyata Abu Bakar siap, siap mengorbankan diri, keluarga dan hartanya demi kecintaan pada Rasulullah. Abu Bakar siap menanggung risiko demi kecintaan pada Rasul.
 
Kemudian Rasulullah menerima wahyu dari Allah, bahwa Allah menyaksikan isi hati Abu Bakar, yang sesuai dengan apa yang diucapkan lisannya. Di sini Allah bersaksi bahwa Abu Bakar benar-benar orang beriman yang nyata. Begitu dahsyat iman yang ada di dada Abu Bakar, mendorongnya untuk siap mati demi cintanya pada Rasulullah.

yy/pelitaonline.com