fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


10 Ramadhan 1442  |  Kamis 22 April 2021

Syekh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali, Rujukan Para Ulama

Syekh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali, Rujukan Para Ulama

Fiqhislam.com - Di era modern, kaum Muslimin beruntung memiliki beberapa ulama yang menjaga syariat agama ini tetap abadi. Merekalah pewaris para nabi yang terus membimbing umat agar tak terbawa efek negatif modernisasi.

Dr Rabi' bin Hadi Al-Madkhali merupakan satu dari ulama tersebut. Dia adalah pakar hadis yang sangat menjunjung sunah nabi dan sangat peduli dalam pengajarannya kepada umat.

Dia amat terkenal dan menjadi rujukan ulama dalam hal manhaj, yakni metode pemahaman atau pembelajaran ilmu agama.

Nama lengkapnya Rabi' bin Hadi bin Muhammad Umair al-Madkhali. Keluarganya berasal dari suku al-Madakhilah dari Bani Syubail. Suku ini amat ternama di wilayah selatan Arab Saudi.

Rabi' lahir di Desa al-Jaradiyah dekat Kota Shamithah pada 1351 H (1932 M). Saat usianya baru 1,5 tahun, sang ayah meninggal.

Di bawah didikan sang ibu, dia tumbuh dengan baik. Ibunda mendidiknya dengan akhlak terpuji, menunaikan ibadah, memotivasi untuk beramal saleh. Rabi' pun akhirnya tumbuh menjadi pemuda saleh.

Syekh Abu Abdillah Khalid bin Dlahwi adz-Dzufairi dalam buku Mengenal Lebih Dekat Asy Syekh Rabi’ Bin Hadi al-Madkhali, Sosok Ulama Pembela Sunnah Nabi mengisahkan riwayat hidup Syekh al-Madkhali.

Pada usia delapan tahun, Rabi’ belajar menulis dan membaca dari Syekh Syaiban al-Uraisyi, Al-Qadli Ahmad bin Muhammad Jabir al-Madkhali, dan Muhammad bin Husain Makki yang berasal dari Kota Shibya’.

Dia mempelajari Alquran dengan bimbingan Syekh Muhammad bin Muhammad Jabir al-Madkhali. Sembari belajar Alquran, dia juga mempelajari ilmu tauhid dan tajwid.

Beranjak remaja, al-Madkhali belajar ke Kota Shamithah. Dia masuk ke madrasah dan ma’had al-ilmi di kota itu. Di sana dia bertemu banyak ulama terkenal dan berguru pada mereka.

Dia mempelajari banyak ilmu agama dari Syekh al-Alim al-Faqih Nashir Khalufah Thayyasy Mubaraki, Syekh Hafidz bin Ahmad al-Hakami, Syekh Muhammad bin Ahmad al-Hakami, serta Syekh Ahmad bin Yahya an-Najmi.

Sekitar 1381 H (1961 M), Syekh al-Madkhali kuliah ke Fakultas Syariah Universitas di Riyadh.

Namun, tak lama Universitas Islam Madinah berdiri, ia pun segera pindah ke universitas pencetak para ulama itu.

Setelah empat tahun kuliah, al-Madkhali pun lulus dengan predikat cum laude. Dia pun diminta mengajar di kampus selama beberapa waktu sebelum kemudian melanjutkan kuliah pascasarjana di Universitas al-Malik Abdul Aziz cabang Makkah pada 1397 H (1977 M).

Dia pun mendapat gelar master ilmu hadis dengan disertasi yang saat ini dibukukan dan menjadi banyak rujukan, “Bainal Imamain Muslim wa ad-Daruquthni”. Syekh sangat giat menuntut ilmu. Dia pun kemudian melanjutkan kuliah doktor di universitas yang sama. Lagi-lagi, predikat cum laude diraih.

Setelah meraih gelar doktor, Syekh al-Madkhali kembali ke Universitas Islam Madinah dan menjadi dosen di sana. Dia mengajar ilmu hadis dan selalu terpilih sebagai ketua jurusan Qismus Sunnah. Syekh pun kemudian diangkat menjadi dosen tinggi.

Dalam buku biografinya, Syekh al-Madkhali digambarkan sebagai ulama yang amat rendah hati. Meski gaji sebagai dosen cukup tinggi namun dia hidup sangat sederhana baik tempat tinggal, pakaian, maupun kendaraan.

Syekh amat sederhana dan tak menyukai kemewahan. Dia juga dikenal sangat ramah dan ucapannya sangat manis serta menyenangkan hati pendengarnya. Namun, saat dihadapkan pada pengingkaran dan kebid’ahan, dia memberikan peringatan yang tegas.

Selain menjadi pakar hadis, syekh terkenal dalam pengajaran manhaj. Dia sangat gigih mengajak umat untuk menuntut ilmu sesuai manhaj Ahlus Sunnah. Karena dengannya, Muslimin dapat mempelajari syariat Islam dengan benar.

Karyanya tentang manhaj, di antaranya “Manhajul Anbiya’ fi ad-Dak’wah ilallah fihil Hikmah wa al-Aql” serta “Manhaj Ahlus Sunnah fi Naqdir Rijal wa al-Kutub wa at-Thawaif”.

Terdapat pula karya lain bertajuk “Kasyfu Mauqifi al-Ghazali minas Sunnah wa Ahliha”, “Shaddu Udwanil Mulhidin wa hukmul Istianah bi ghairil Muslimin”, “Manhajul Imam Muslim fi Tartibi Shahihi”, dan masih banyak lain.

Karya tesis dan disertasinya juga sangat terkenal dan dicetak dalam beberapa jilid. Tesisnya berjudul “Bainal Imamain Muslim wa ad-Daruquthni” dicetak dalam satu jilid besar. Adapun disertasinya berjudul “An-Nukat ala Kitab Ibni ash-Shalah” dicetak dalam dua juz. Hingga kini, karya-karyanya masih menjadi rujukan para ulama dan penuntut ilmu.

Oleh Afriza Hanifa
yy/republika.co.id