pustaka.png
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Muhammad Bin Maslamah Sang eksekutor penghina Rasulullah

Dia adalah sahabat diantara orang orang yang sholeh dan sebaik - baik manusia yang dilahirkan dimuka bumi ini untuk manusia. Sebaik baik pengikut orang yang diikuti. Masalamah adalah manusia  pilihan yang telah berhasil membuka negeri dengan senjata, dan membuka iman dengan hati.

Dia tak  kenal lelah dan mengeluh dalam berjuang untuk menegakan agamanya.  Mengorbankan harta dan jiwanya serta menyerakan  kehidupannya hanya untuk Allah dan Rasulnya, tatkala orang lain bakhil dengan jiwa dan hartanya, dan merasa berat untuk berpisah dengan anak, istri, serta keluarga,  Maslamah justru mengangap hal itu mudah dan ringan, dengan nawaitu  menegakkan agamanya dalam menata umat supaya hidup dalam keamanan dan kenyamanan dibawah syariat islam. Loyalitasnya tidak diragukan dalam membela Allah dan Rasulnya dan ia telah dipilih oleh Allah untuk menemani nabi Nya dalam menyebarkan risalah Islamiyah.

Mulanya dia adalah orang biasa yang tak dikenal orang, permusuhan terhadap nabi ia tunjukan dalam sikapnya, tapi ketika cahaya keimanan telah terpancar di hatinya,  Masalamah menjadi pembela  dan peyebar agama yang handal dan diberi tugas yang tidak ringan,  tak tangung tangung ia diperintakan oleh nabi untuk membunuh dan memenggal kepala Ka’ab bin ’Asraf seorang bangsawan yahudi yang kerap menghina dan menghujat nabi dengan syair yang dilantunkannya dihadapan orang banyak. Itulah  Muhammad bin Maslamah dari kalangan anshor dari suku Aus di Madinah.

Tugas yang sangat berat
Ada seorang  pemimpin satu kaum yahudi ahli syair dan puisi warga kota Madinah yang tinggal dibenteng yang sangat megah bernama Ka’ab al Asyraf. Setelah mendengar kekalahan kaum musyrikin Quraisy menghadapi kaum muslimin dalam peperangan Badar, maka Ka’ab bin Assyraf  berkata ”jika berita ini benar maka berada dibawah tanah adalah lebih baik bagi kami daripada diatasnya.” Ia merasa dirinya lebih baik mati setelah kekalahan kaum kuffar Quraisy. Lalu Ka’ab membuat syair syair berisi ratapan atas  kekalahan kaum musyrikin tersebut dan didalam syair itu pula dia menghujat dan menghina Rasulullah saw dan kaum muslimin. Ka’ab pergi  ke Mekkah untuk menampilkan dan membacakan puisi itu dihadapan penduduk Mekkah. Hal itu  didengar oleh Nabi yang  kemudian mengumpulkan para sahabat untuk menawarkan siapa yang siap bersedia membunuh Ka’ab. -- diriwayatkan oleh hadits Bukhari :

Dari Jabbir bin Abdullah, Rasullullahi saw bersabda : ”Siapa yang bersedia untuk membunuh Ka’ab bin Asyraf karena dia telah menghina Allah dan Rasulnya”. Kemudian Muhammad bin Maslamah kaum Anshar dari suku Aus  berkata: ”Aku bersedia  untuk melakukannya  ya Rasulullah ...!! apakah engkau memerintahkan saya untuk membunuh dia ? kemudian Nabi saw menjawab:”Ya!”

Kemudian Maslamah kembali pulang kerumah dengan membawa janji yang sungguh berat yang telah dia ucapkan untuk dapat membunuh Ka’ab bin Asyraf  dan dia pun berpikir tentang tugas itu dan mulai bersiap untuk mewujudkannya.  Teryata tugas ini tidaklah ringan karena membutuhkan siaasat yang sangat jitu untuk masuk kedalam benteng rumah Ka’ab yang dijaga sangat ketat oleh penjaganya sehingga sangat sulit untuk membunuhnya.

Masalamah  sangat prihatin, sampai  melupakan makan dan minum kecuali hanya sekedar untuk mempertahankan hidup saja. Selama berhari hari ia tidak makan dan minum dan akhirnya berita inipun sampai kepada Rasul. Lalu Rasul  memanggil  Maslamah  dan bertanya  : ’Ada apa denganmu ? Benarkah engkau berhenti makan dan minum? Maslamah menjawab:’ benar ya Rasul..! Mengapa ? tanya Rasul. Iapun menjawab ”Aku telah berjanji yang  aku sendiri pertanyakan akankah aku berhasil melaksanakan ini dan memenuhi janjiku? Rasul bersabdah :”Innama ’Alaikumul Jihad” yang dituntut darimu adalah kesungguhan, sisanya serahkanlah kepada Allah Aja Wajalla.”

Kesungguhan telah membawa keberhasilan
Percakapannya dengan Rasulullah sangat memberikan arti besar bagi Maslamah. Kesungguhanya dalam melaksanakan tugas hingga melupakannya dari makan dan minum’ baginya ini adalah perkara yang serius hingga ia kuatir tidak mampu melaksanakan janjinya kepada Rasul. Tapi ketika sebuah kata indah yang menghujam sampai ke hatinya dari murobbi tercinta telah membangunkan semangatnya untuk tetap melakukan pekerjaan itu.

Maslamah datang menemui Nabi saw dengan suata rencana yang telah dipikirkan matang, namun ia meminta ijin terlebih dahulu kepada Rasul: ”Wahai Rasulullah untuk melakasanakan rencana ini ijinkanlah aku berbicara kepada engkau ! Rasul bersabda : ”Apa yang akan engkau lakukan ? Kemudian Maslamah menceritakan tentang rencananya yaitu dengan berpura pura berbicara hal hal yang  negatif tentang nabi kepada Ka’ab sebagai tipu muslihat dan perangkap , akhirnya Rasulpun mengijinkannya.

Maka berangkatlah Muhammad bin Maslamah dengan disertai bebarapa kaum muslimin lainya dari suku Aus   untuk menjumpai Ka’ab bin Asyraf dan kemudian setelah bertemu iapun mengatakan kepada Ka’ab ” Lelaki ini (maksudnya adalah Nabi saw) merupakan ujian bagi kita semua.  ia masalah, ia musibah dan bangsa Arab telah memusuhi dan memerangi kita karena dia”.

Ka’ab menjawab :” Sudah kukatakan kepada kalian sebelumnya, kalian akan melihat keadaan akan semakin buruk”.  Maslamah kemudian berkata: ”Semenjak kehadiran lelaki itu keuangan kami semakin memburuk, kami ingin pinjam uang darimu dan menitipkan jaminan.  Ka’ab menjawab : ”Serahkan anak anak kalian kepadaku ! Mereka berkata: ”Kami akan tinggalkan anak anak kami kepadamu untuk pinjaman yang tidak seberapa  maka itu akan menjadi aib bagi mereka seumur hidup”.

Ka’ab melanjutkan : ”Bila demikian serahkan wanita-wanita kalian.” Mereka berkata : ”Bagaimana kami serahkan wanita wanita kami kepada engkau sedangkan engkau lelaki yang paling tampan. Sudahlah kami akan serahkan dan menjaminkan persenjataan kami,  jawab mereka.   Ka’ab pun akhirnya setuju.

Pada hari berikutnya diakan pertemuan yang kedua kalinya dimalam hari karena lebih kondusif dan mereka sepakat untuk bertemu disuatu tempat yang jauh dari keramaian dan dari para pengawal Ka’ab.  Ketika itulah Maslamah memainkan rencananya sembari memberitahukan kepada muslimin yang lainya bahwa apabila nanti ia memegang kepalanya Ka’ab, ’itulah pertanda saatnya kalian menyerang dia dengan pedang pedang kalian’, ujar Maslamah.

Maka diajaklah Ka’ab berjalan jalan ketempat nostalgia waktu Maslamah masih jahiliyah dulu, yaitu satu tempat bernama Sya’ab Al A’juz yang jauh dipinggiran kota. Setelah sampai ditujuan Maslamah berkata kepada Ka’ab :’’Duhai alangkah harumnya aroma yang muncul dari rambutmu boleh aku mencium dari dekat ? Ka’ab berkata: ”boleh silakan”. kemudian Maslamah memegang  kepalanya Ka’ab dengan kuat,  dan berdatanglah kaum muslimin yang lainya untuk menyerang Ka’ab dengan pedang mereka tetapi serangan itu tidak membuatnya mati. Ka’ab pun berteriak dan  menjerit memohon pertolongan, suaranya sampai kebenteng Yahudi dan  menyala lampu dengan sinar terang tanda penghuni benteng telah bangun maka dengan sigap dan pedang terhunus Muhammad bin Maslamah menusuk  perut Ka’ab hingga pedangnya itu menembus sampai ketulang pinggangnya ...!akhirnya Ka’ab sang penghina Rasulullah saw mnghembuskan nafas terakhir.

Pelajaran dari kisah ini adalah:
-bagi siapa saja yang bersungguh sunguh dalam melaksanakan pekerjaan maka Allah akan mempermudah untuk melakukannya

-dan siapa saja yang menghina Allah, Nabi dan Islam maka baginya dalah hukuman mati

-Komitment yang sangat tiggi dari sahabat dalam melaksanakan perintah Nabi sehingga dengan sebab karena takut gagal sampai ia melupakan kebiasaan hidupnya untuk makan dan minum.

-janganlah mengangap remeh suatu pekerjaan sekecil apapun pekerjaan itu karena setiap perintah Allah dan Rasulnya terdapat suatu kebaikan (suara-islam.com)