24 Syawal 1443  |  Kamis 26 Mei 2022

basmalah.png

Abdullah bin Umar Putra Umar bin Khattab, Sedikit Tidur dan Perbanyak Shalat

Abdullah bin Umar Putra Umar bin Khattab, Sedikit Tidur dan Perbanyak Shalat

Fiqhislam.com - Abdullah bin Umar telah mengabdikan diri untuk berdakwah tentang Islam sejak usia muda. Kemudian melanjutkan pengabdian di berbagai bidang.

Melansir laman aboutislam.net, ulasan tentang putra Umar bin Khattab ini tidak terlalu banyak. Ada baiknya mengenal keteladanan pemuda Islam ini, berikut 10 hal tentang Abdullah bin Umar.

Pertama, dewasa dalam berpikir dan bertindak.

Abdullah bin Umar dikenal sejak seorang berusia 13 tahun, ketika dia menemani ayahnya dalam sebuah misi besar. Dia ingin memiliki tempat di antara orang-orang percaya mengambil bagian dalam perang Badar. Namun Nabi mengirimnya kembali karena belum cukup umur.

Usia, keterampilan, dan pengalamannya tidak membuatnya merasa kurang mampu atau menghalanginya untuk mengedepankan tujuan mulia.

Kedua, taat menjalankan sunnah Nabi.

Dia selalu mengamati dan minum dalam semua tindakan Nabi Muhammad. Aisyah mengatakan dalam pengamatannya, tidak ada yang mengikuti jejak Nabi lebih dekat daripada yang dilakukan oleh lbnu Umar.

Ketiga, teliti ketika berbagi pengetahuan.

Ibnu Umar adalah sahabat yang paling berhati-hati dalam hal meriwayatkan sebuah hadits.

Keempat, tak pernah meninggalkan sholat malam, Abdullah bin Umar bermimpi ketika masih muda. Nabi mengatakan tentang mimpi itu, Betapa hebatnya Abdullah. Jika dia sholat malam, maka dia mensedikitkan tidur dan perbanyak sholat.

Kelima, teguh pada sumpah

Dia menghabiskan hidupnya tidak pernah melanggar sumpah setia yang telah dia bersumpah. Dan dengan cara yang sama, dia dikenal tidak pernah melanggar janji yang telah dia buat.

Keenam, rendah hati

Ibnu Umar sangat berhati-hati dalam memberikan pendapat hukum. Hal ini terkait bagaimana seseorang mendatanginya untuk meminta fatwa. Ketika ditanya, lbn Umar menjawab, "Saya tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang anda tanyakan,"jawab dia.

Ketujuh, dermawan

Ibnu Umar mengabdikan seluruh hidupnya untuk kebutuhan orang miskin. Dia merasa nyaman di tengah-tengah mereka dan membuat dirinya dapat diminta membantu bagi mereka.

Pelayanannya kepada yang membutuhkan sangat penting dan pelajaran untuk saat ini ketika umat membutuhkan kemurahan hati kita.

Kedelapan, dekat dengan Alquran.

Kesembilan, saudagar yang sukses.

Kesepuluh teladan yang luar biasa karena belajar langsung dengan Nabi Muhammad dan ayahnya Umar bin Khattab. [yy/Ratna ajeng/republika]