19 Dzulhijjah 1442  |  Kamis 29 Juli 2021

basmalah.png

5 Sahabat Nabi yang Wafat Era Khalifah Umar bin Khattab

5 Sahabat Nabi yang Wafat Era Khalifah Umar bin Khattab

Fiqhislam.com - Selama masa kekhalifahan Umar bin Khattab ada sejumlah sahabat Rasulullah SAW yang wafat. Siapa sajakah mereka?.

Berikut penjelasannya seperti dilansir al youm pada Kamis (3/6). Penjelasan ini dapat ditemukan dalam kitab Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir, tentang topik seputar orang yang wafat pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.

1. Aqra bin Habis

Dalam sebuah riwayat Ibnu Duraid berkata bahwa Aqra bin Habis nama aslinya adalah Firas bin Habis. Namapa panggilannya Al Aqra. Itu karena kebotakan di kepalanya. Ia adalah salah satu pembesar dari Bani Tamim yang datang kepada Rasulullah SAW. 

Bersama utusan Bani Tamim lainnya Aqra bin Habis memanggil-mangil Rasulullah dengan suara cukup keras dari dalam masjid agar Rasul yang berada dalam kamarnya menemui mereka. Sampai kemudian ia pun memeluk Islam. 

Suatu waktu, Rasulullah mencium dua cucunya Hasan dan Husein. Aqra bin Habis melihat itu dan dia berkata:" Sungguh saya memiliki sepuluh anak dan saya belum pernah mencium satupun di antara mereka,"Rasulullah pun bersabda: "Barangsiapa yang tidak menyayangi maka dia tidak disayangi," Aqra salah satu sahabat yang banyak ikut turun dalam pertempuran. 

2. Alqamah bin Alatsah

Sebelum masuk Islam, Alqamah adalah orang terpandang di tengah kaumnya. Alqamah memeluk Islam dan pada penaklukan Hunain ia bahkan menyumbangkan seratus unta. Akan tetapi ia murtad lagi tepatnya pada masa kekhalifahan Abu Bakar. Setelah dikalahkan, ia pun memeluk Islam lagi. Umar mengirimnya sebagai wali di Hauran hingga ia meninggal dunia di sana. 

3. Alqamah bin Mujzi

Ia merupakan salah satu orang kepercayaan Rasulullah yang memimpin sebagian pasukan. Ada gurauannya yang bermakna. Ia pernah menyalakan api lalu memerintahkan teman-temannya untuk masuk ke dalamnya, namun mereka menolak. Nabi SAW berkata, “Bila mereka masuk mereka tak akan meninggalkannya (bisa lari).” Dan Alqamah berkata, “Ketaatan itu hanya dalam perkara yang makruf.”

4. Ghiylan bin Salamah Al Tsaqafi

Ketika tahun penaklukan, Giylan bin Salamah memiliki sepuluh istri. Ketika ia masuk Islam, sepuluh istrinya pun memeluk Islam. Setelah itu Rasulullah pun memerintahkan Giylan untuk memilih empat di antaranya sepuluh istrinya itu. 

5. Muamar bin Harits

Muamar telah memeluk Islam sebelum Rasulullah memasuki rumah Al Arqam. Ia pun menyaksikan perang Badar dan Rasulullah menghubungkan persaudaraan antara ia dan Uad bin Afra.  [yy/republika]