fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Wasiat Rasulullah Saw yang Membuat Muadz bin Jabal Menangis

Wasiat Rasulullah Saw yang Membuat Muadz bin Jabal Menangis

Fiqhislam.com - Sejak kecil, Muadz bin Jabal mendapatkan pendidikan secara langsung dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Dia berhasil menguasai Ilmu Ma'rifat sesuai dengan ma'nanya yang murni.

Karena itu, Muadz berhasil menjadi murid yang baik dari guru yang paling baik. Rasulullah SAW bersabda," Umatku yang paling alim tentang halal dan haram iala Muadz bin Jabal."

Disampung itu, Muadz bin Jabal juga memperoleh kemulian lain dengan ditunjuknya ia sebagai kelompok enam yang bertugas mengumpulkan ayat-ayat suci Alquran pada masa Rasulullah.

Pada saat delegasi Yaman menghadap Nabi Muhammad SAW dan menyatakan diri masuk Islam, delegasi tersebut meminta Rasulullah mendatangkan seorang guru untuk mengajarkan Islam. Rasulullah kemudian menunjuk Muadz sebagai ketua kelompok dai yang akan berdakwa di Yaman.

Ketika hendak melepas rombongan Muadz, Rasulullah berwasiat kepadanya. "Hai Muadz, mungkin engkau tidak akan bertemu lagi denganku sesudah tahun ini. Mungkin engkau akan menemui masjid dan makamku sesudah ini," kata Rasulullah.

Mendengar hal itu, Muadz menangis. Diriwayatkan, kaum Muslimin yang mendengar hal tersebut juga menanis bersama Muadz. Nubuah yang disampaikan kepada Muadz, tak lama kemudian menjadi kenyataan. Sejak perpisahannya dengan Rasulullah ke Yaman, Muadz tidak melihat lagi sosok yang dikasihinya itu.

Tatkala kembali ke Madinah, Muadz menangis. Sosok yang dicintainya itu tak lagi bisa ditemuinya. Madinah seakan sunyi lantara Rasulullah SAW telah tiada. [yy/republika]