fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Ummu Hisyam, Sahabiyah Ahli Hadits

Ummu Hisyam, Sahabiyah Ahli Hadits


Fiqhislam.com - Tokoh perempuan mempunyai beragam peran dalam sejarah Islam. Mereka membantu Rasulullah dalam berdakwah hingga berbagi ilmu kepada masyarakat yang hidup di zamannya. Ummu Hisyam binti Haritsah menjadi salah satu ulama perempuan yang hidup sezaman dengan Rasulullah. Ia salah satu sahabat yang masuk dalam peristiwa Bai'atur Ridhwan.

Bai'atur Ridhwan merupakan peristiwa ketika Rasulullah dan para sahabat melakukan baiat di bawah pohon dekat Makkah. Mereka berjanji tidak akan kembali ke Madinah sebelum perkara ke matian Utsman bin Affan tidak selesai.

Pada tahun keenam setelah hijrah, Rasulullah mengajak sekitar 1.400 orang di Madinah untuk melakukan umrah ke Makkah. Di tengah perjalanan, Rasulullah mengutus Utsman untuk memberitahukan kepada kaum Qu raisy tentang niatnya beribadah umrah, bukan untuk berperang.

Namun, Utsman tak kunjung kembali. Tersiar kabar bahwa Utsman telah meninggal karena dibunuh oleh kafir Quraisy. Karena itu, baiat tersebut dikenal dengan sebutan Bai'atur Ridh wan.Ummu Hisyam dikenal sebagai salah satu sahabiyah yang taat dan patuh terhadap ajaran Rasulullah. Keteguhan Ummu Hisyam terhadap ajaran Islam juga tidak lepas dari ayahnya, Haritsah bin Nu'man. Haritsah dekat dengan Rasulullah dan meng ikuti ajarannya jauh se belum Islam masuk ke Madinah.

Haritsah bahkan menghibah kan tanah dan rumahnya kepada Rasulullah saat rombongannya hijrah ke Madinah. Karena itu, rumah mereka berdekatan dengan kediaman Rasulullah. Ketaatan Haritsah kepada Rasulullah juga ditularkan kepada keluarganya, termasuk Ummu Hisyam. Ummu Hisyam memberikan penuturan tentang kedekatan keluarganya dengan Rasulullah. "Tungku kami dan tungku Ra sulullah menjadi satu selama dua tahun atau satu tahun beberapa bulan."

Para ahli hadis bahkan mengatakan bahwa keluarga Haritsah selalu menjaga dan mengetahui kondisi Rasulullah. Hal tersebut juga penanda kedekatan keluarga Haritsah dengan keluarga Rasulullah. Karena itu pula ayah dari Ummu Hisyam memiliki ke dudukan istimewa di mata Rasulullah.

Rasulullah pun pernah bermimpi berada di surga dengan mendengar seseorang membaca Alquran. "Lalu aku bertanya, 'Siapa dia?' Mereka menjawab, "Dia Haritsah bin Nu'man. "Itulah balasan berbakti kepada orang tua."

Saking istimewanya ayah dari Ummu Hisyam, malaikat Jibril disebut juga pernah menjawab salam dari Haritsah. Itu sebabnya Ummu Hisyam tumbuh menjadi orang yang taat dalam beragama. Ia selalu taat atas perintah yang datang dari Rasulullah.

Ummu Hisyam mempunyai semangat tinggi untuk belajar kepada Rasulullah. Ia juga dikenal sebagai perempuan yang cerdas. Hingga kemudian ia lebih dikenal sebagai hafizah dan ahli hadis. Beberapa sahabat bahkan meriwayatkan hadis dari Ummu Hisyam, seperti Muhammad bin Abdurrahman bin As'ad Zurarah, Yahya bin Abdullah, dan Hubaib bin Abdurrahman bin Yasaf. Ummu Hisyam disebutkan telah meriwayatkan sepuluh hadis.

Semangat tinggi dalam menuntut ilmu tak lepas dari sabda Rasulullah tentang keutamaan menuntut ilmu. Rasulullah pun pernah bersabda, "Orang yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan surga. Para malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda senang kepada orang yang mencari ilmu. Orang yang mencari ilmu akan diminta ampun oleh penduduk langit dan penduduk bumi sampai ikan-ikan pun ikut beristighfar untuknya. Keutamaan orang yang berilmu dibandingkan ahli ibadah seperti keutamaan bulan dibanding bintang lainnya."

Dalam suatu riwayat juga disebutkan bahwa Ummu Hisyam mampu menghafal surah Qaf langsung dari Rasulullah. "Aku menghafal surah Qaf tidak lain dari lisan Rasulullah. Beliau membaca setiap Jumat diatas mimbar saat menyampai khutbah."

Imam Nawawi menakwilkan hadis tersebut dan berpendapat, yakni surah Qaf dipilih Rasulullah yang dibaca ketika khutbah Jumat karena surat tersebut mengandung penjelasan tentang kebangkitan, kematian, nasihat, dan larangan dengan tegas. [yy/republika]