17 Safar 1443  |  Sabtu 25 September 2021

basmalah.png

Abbas bin Firnas, Penemu Muslim Perintis Teknologi Pesawat Terbang

Abbas bin Firnas, Penemu Muslim Perintis Teknologi Pesawat Terbang


Fiqhislam.com - Sejak zaman dulu, semua peradaban selalu mengamati burung yang terbang dan bercita-cita untuk bisa terbang. Ketertarikan peradaban Muslim akan kemampuan terbang dikuatkan oleh kepercayaan bahwa jiwa manusia yang meraih tingkat kebaikan tertinggi akan naik meninggalkan permukaan Bumi.

Dalam Syahnamah (Kitab Raja-raja), penyair Persia Firdausi menceritakan kembali dongeng Raja Kai Kawus, yang dibujuk roh jahat untuk menyerang surga dengan singgasana terbang. Rajawali yang membawanya kelelahan dan dia pun terjatuh.

Pada 852 M, seorang Muslim Spanyol bernama Abbas bin Firnas menjadi orang pertama yang melakukan terjun payung ketika meloncat dari atas Masjid Cordoba mengenakan jubah yang telah dimodifikasi. Dua puluh tahun kemudian, Abbas bin Firnas yang sudah berusia 65 tahun membuat alat terbang pertama yang dapat dikendalikan, yang biasa disebut gantole.

Gantole yang diciptakan Abbas bin Firnas berupa kostum yang meniru burung, terbuat dari sutra dan dilapisi dengan bulu-bulu Rajawali. Abbas bin Firnas melayang di dunia selama lebih daripada sepuluh menit dengan gantole tersebut sebelum kemudian terjatuh.

Pendaratan yang keras menyebabkan si perintis dunia penerbangan itu sadar akan pentingnya ekor burung dalam mendarat. Pesawat modern masa kini mendarat dengan menggunakan roda belakang terlebih dahulu.

Sementara itu, Leonardo da Vinci membuat gambar-gambar mesin terbang yang menyerupai burung nyaris tujuh abad setelah percobaan Abbas bin Firnas, seperti dikutip dari “1001 Penemuan dan Fakta Mempesona Peradaban Muslim,” Senin (19/9/2016).

Kemudian pada abad Ke-17 M, orang Turki bernama Hazerfen Ahmad Celebi menggunakan gantole yang dilapisi bulu Rajawali untuk melayang melintasi Bosporus, selat yang membentang melewati Instabul, Turki. [yy/okezone]