4 Rabiul-Awwal 1444  |  Jumat 30 September 2022

basmalah.png

Pengusaha dan Para Nabi

Pengusaha dan Para Nabi

Fiqhislam.com - Hari ini saya bertemu dengan salah satu kyai pesantren di Jakarta. Kebetulan beliau dan kita ada ikatan kerjasama dalam wirausaha. Ada ceritanya yang mengusik saya, dan saya terguncang. Dia bercerita tentang santrinya yang cukup mumpuni dalam pengetahuan agama. Tapi ketika disuruh mengelola usaha dan bersinggungan dengan uang usahanya tidak lancar dan gulung tikar. Dan ini menjadi pekerjaan rumah untuknya. Tentunya untuk kita semua juga.

Saking seriusnya beliau memperhatikan masalah ekonomi, salah satu anaknya dikirim ke Melbourne Australia untuk memperdalamnya. Dia mempertanyakan kenapa ini bisa terjadi? Kebanyakan dari orang islam senidiri mengabaikan perniagaan. Padahal dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits kita di minta untuk tidak melupakan dunia. Mengapa pengusaha di dominasi orang yahudi dan non-muslim?

Beliau menyitir salah satu hadits tentang begitu istimewanya pengusaha. Berdasarkan riwayat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu anhu dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: “Seorang pedagang yang jujur akan bersama dengan para nabi, orang-orang jujur, dan para syuhada.” (HR. At-Tirmidzi no.1130).

Seorang pedagang yang jujur itu akan menciptakan tatanan ekonomi yang adil dan sejahtera dalam masyarakat.Sebab semua perniagaanya di dedikasikan semata untuk beribadah pada Allah SWT.

"Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam Syu’abul Iman, Bab Hifzhu Al-Lisan IV/221).

Kalau kita memperhatikan sejarah Nabi kita Nabi Muhammad S.A.W, beliau seorang pengusaha, dan perjuangannya di dukung para sahabat yang banyak berprofesi sebagai pengusaha. Dan beliaupun pernah bersabda, dari Rafi’ bin Khadij radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Ada seseorang bertanya, “Penghasilan apakah yang paling baik, Wahai Rasulullah?” Beliau jawab:

عمل الرجل بيده وكل بيع مبرور

Penghasilan seseorang dari jerih payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad di dalam Al-Musnad no.16628)

Tiket VIP bersama para Nabi di surga nanti. Jadilah pengusaha yang jujur.

Oleh Rosadi Alibasa
yy/islampos.com