<
pustaka.png
basmalah.png

10 Karakter Mulia

10 Karakter Mulia

Fiqhislam.com - Umat ini sudah lama kehilangan karakter sehingga menjadi lemah dan tidak kuat dalam menghadapi tantangan internal dan eksternal. Akhirnya, kehilangan jati diri dan kemuliaan sebagai umat yang terbaik yang Allah tampilkan di atas bumi.

Solusinya ialah mewujudkan rumah tangga, masyarakat, birokrasi dan komunitas lainnya yang pribadi-pribadinya memiliki 10 Karakter mulia :

1. Akidahnya bersih dari syirik dan khurafat.

2. Ibadahnya benar sesuai yang dicontohkan Rasulullah dan para Sahabat.

3. Akhlaknya kuat sehingga tidak luntur berinteraksi dengan masyarakat.

4. Wawasannya luas.

5. Terampil dan kreatif dalam kehidupan.

6. Fisiknya sehat dan kuat.

7. Mampu mengendalikan diri dan syahwat.

8. Semua urusannya teratur.

9. Manajemen waktunya sangat baik.

10. Memiliki tanggung jawab sosial.

Apa saja ciri-ciri setiap karakter di atas dan bagaimana cara mewujudkannya dalam diri.

Pengaruh Sepuluh Karakter Mulia dalam Diri Seorang Muslim

10 Karakter Mulia yang sangat diperlukan umat saat sekarang ini harus muncul dalam 4 sisi diri. Sehinga terbawa ke mana saja dan kapan saja seperti pakaian yang melekat di badan dan menjadi habit keseharian. 4 sisi diri tersebut ialah :

A. Mental Impacts (Pengaruh Mental)
B. Moral Impacts (Pengaruh Moral)
C. Intellectual Impacts (Pengaruh Intelektual)
D. Physical Impacts (pengaruh Fisik)

Dalam mental mental impacts ini terdapat 2 sifat mulia :
1) Mampu mengendalikan diri dan syahwat.
2) Memiliki tanggung jawab sosial.

Adapun ciri-ciri mampu mengendalikan diri dan syahwat ialah :

1. Mampu mengendalikan marah dan hawa nafsu.
2. Tidak memakan harta orang lain degan cara yang tidak halal.
3. Tidak merampas kehormatan orang lain.
4. Tidak menumpahkan darah orang lain kecuali dengan jalan yang dibenarkan.
5. Tidak menzalimi orang lain.
6. Tidak dengki/hasad pada orang lain.
7. Lidah dan tangannya tidak menyakiti orang lain.
8. Menghindari gaya hidup berlebihan/berfoya-foya kendati ekonominya sangat mapan (hidup sederhana dan berhemat).
9. Menghindarkan diri dari yang haram (terlarang) dan syubhat (yang belum jelas halal atau haramnya).

Sedangkan ciri-ciri memiliki tanggung jawab sosial adalah :

1. Berinfak dalam keadaan lapang dan sempit, terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi.
2. Menginfakkan harta yang dicintai.
3. Mencintai orang lain (sesama Mukmin) sebagaimana mencintai diri sendiri.
4. Sedih ketika orang lain mendapatkan kesulitan dan bahagia ketika orang lain mendapatkan kesenangan.
5. Memberi dengan dasar ikhlas (mengharapkan ridho Tuhan Pencipta), bukan untuk mendapatkan imbalan dunia berupa harta, pujian, suara, dan sebagainya.
6. Selalu mendoakan orang lain agar mendapatkan pertolongan, lindungan, dan hidayah Allah.

Dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah terdapat 6 kelompok sosia yang menjadi kewajiban kita memperhatikan mereka :

1) Karib kerabat termasuk kedua orangtua.
2) Anak yatim yang ada di sekitar kita.
3) Fakir dan miskin yang ada di lingkungan kita.
4) Ibnussabil (yang berjuang di jalan Allah, termasuk pelajar dan mahasiswa).
5) Orang yang meminta-minta.
6) Hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya atau orang yang sedang dililit utang. (Al-Baqarah : 177)

Terkait 3 sisi diri lainnya akan dijelaskan dalam tulisan-tulisan berikuitnya, Insya Allah Allah…

Yaa Rabb.. Anugerakanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat dan anugerahkan pula kepda kami kemampuan mengamalkan ilmu yang telah Engkau ajarkan kepada kami.

Ust. Fathuddin Jafar
yy/islampos.com
 
top