8 Rabiul-Awwal 1444  |  Selasa 04 Oktober 2022

basmalah.png

Antara Ilmu, Tauhid, dan Akhlak Islami

Antara Ilmu, Tauhid, dan Akhlak Islami

Fiqhislam.com - Amanah ilmu yang Allah anugerahkan kepada kita mengharuskan kita bersikap jujur atas apa yang kita yakini dan sekaligus merdeka dari tekanan atau ejekan pihak-pihak yang berseberangan dengan kita atau yang membenci dan memusuhi kita.

Kita pun kemudian dituntut untuk tegas dan lugas menyampaikan kebenaran yang kita pelajari dan kita yakini itu. Namun tidak sedikit dari kita yang salah mengartikan ketegasan dengan kekasaran, kelemah lembutan dengan lembek dan tidak tegas serta tasamuh (saling menenggang) dalam perbedaan sebagai sikap ambigu. Padahal tingginya derajat ahlul ilmi sangat tergantung dengan tingginya akhlaq dan adab sebagai buah dari ilmu yang dia pelajari.

Jika Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam yang sejak dari lahirnya sudah dianugerahi akhlaq yang mulia lagi mempesona, tutur kata yang lugas jelas dan tidak berbelit-belit, ucapan yang semua berasal dari wahyu serta kecerdasan yang luar biasa saja masih diperintahkan berlaku sebagaimana ayat berikut ini :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (QS Ali Imran 159)

Ironisnya kita malah tidak pernah menengok aspek-aspek ini dalam dakwah kita ? Lalu bagaimana mengharapkan dakwah kita tersampaikan dan kemudian mencerahkan umat kalau kita mengesampingkan aspek yang sangat penting dalam dakwah ini ?

Allah Azza Wa Jalla Berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al Mujadilah 11)

Kalimat :

niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

dalam ayat ini berkedudukan sebagai jawaabusy syart atau konsekwensi dan keniscayaan atas kalimat sebelumnya yaitu :

…apabila dikatakan kepadamu : “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu, maka berdirilah,…

Artinya bahwa syarat ditinggikannya derajat orang-orang yang bertauhid dan yang dianugerahi ilmu syari’ah oleh Allah adalah menjaga akhlaq dan adab Islami.

Namun sungguh sangat disayangkan perpaduan antara tauhid, ilmu dan akhlaq Islami ini sepertinya telah menjadi sesuatu yang sulit dicari akhir-akhir ini. Wallohu a’lamu bish showab.

Oleh Ustadz Fuad Al Hazimi
Majelis Syariah JAT
yy/islampos.com