4 Jumadil-Awal 1443  |  Rabu 08 Desember 2021

basmalah.png

Siapa Penghuni Surga Paling Akhir?

Siapa Penghuni Surga Paling Akhir?

Fiqhislam.com - Meraih Surga, bukan hal yang mudah untuk meraihnya, kita harus istiqomah dijalan yang menurut Allah benar sesuai petunjuk kitab al-Qur’anul Karim. Seseorang yang ingin mendapatkan Surga dapat melakukan kunci-kunci untuk meraih Surga. Karena tidak semua orang Muslim dapat masuk ke dalam Surga, sehingga seorang Muslim harus berusaha untuk mencari jalan untuk sampai kepada Surganya Allah.

Ada perbedaan antara orang yang masuk Surga lebih awal dan akhir. Betapa istimewanya  orang yang masuk di awal dengan sambutan para malaikat, berbeda dengan seorang yang masuk Surga paling akhir, ia adalah penghuni neraka yang terakhir masuk Surga.

Berikut diceritakan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya sebuah kisah unik tentang seorang penghuni neraka yang terakhir masuk surga.

Ibnu Mas’ud meriwayatkan Rasulullah Saw pernah bercerita, “Aku mengetahui orang yang paling akhir keluar dari neraka dan paling akhir memasuki surga. Dia keluar dari api neraka sambil merangkak.

Setelah berhasil keluar dari jurang neraka, kemudian Allah berkata kepadanya, ‘Pergilah dan masuklah ke surga.’

Orang itu pun merangkak mendekati surga. Dalam benaknya terbayang bahwa surga pasti sudah penuh sesak. Khawatir dengan bayangannya sendiri, maka ia kembali menghadap Tuhannya, seraya berkata, ‘Ya Tuhanku, aku mendapati surga sudah penuh sesak dengan orang-orang.’

Tanpa mempedulikan kekhawatiran hamba-Nya (karena Kemahatahuan-Nya), Allah pun mengulangi perintah-Nya, ‘Pergi dan masuklah ke surga.’

Orang itu pun mendekati surga lagi dengan merangkak. Di benaknya masih saja terbayang bahwa di surga pasti manusia sudah berdesakan dengan orang-orang yang memasukinya lebih dulu. Sebab, ia merupakan manusia yang paling akhir masuk surga. Sungguh ia merasa khawatir tidak akan mendapat tempat di surga. Sekali lagi ia berkata kepada Tuhannya, ‘Ya Allah, aku merasa bahwa surga pasti telah berdesakan.’

Allah kemudian berfirman lagi kepadanya, ‘Pergi dan masuklah ke surga, dan surga bagianmu luasnya sepuluh kali bumi.’

Saat mendengar firman Allah tentang tempatnya di surga yang seluas sepuluh kali luas bumi, orang itu merasa bahwa Allah Swt sedang mengejeknya. Oleh karena itu, ia langsung berkata, ‘Wahai Tuhanku, apakah Engkau mengejek dan menertawakan aku, sedangkan Engkau adalah Maharaja?’

Ibnu Mas’ud berkata, “Setelah bercerita demikian, aku melihat Rasulullah Saw tertawa sampai gigi gerahamnya terlihat. Kemudian Rasulullah berkata, “Itulah kedudukan yang paling rendah bagi penghuni surga” (HR. Bukhari Muslim).

Begitulah kisah seorang yang masuk Surga paling akhir, Na’udzubillah. Semoga kita termasuk orang yang masuk Surga lebih awal dan termasuk orang yang gemar melaksanakan perintah ibadah kepada Allah dan selalu menjauhi perbuatan yang dilarang oleh Allah. Aamiin.

yy/islampos
Sumber: Koleksi Hadits Sikap dan Pribadi Muslim/Karya: Muslich Maruzi/Penerbit: Pustaka Amani-Jakarta